TABANAN , RadarBali.id– Desa Beraban, rumah bagi destinasi wisata kelas dunia Tanah Lot, kini resmi menjadi pionir pengelolaan sampah mandiri di Bali.
Tak lagi bergantung sepenuhnya pada TPA Mandung, Desa Beraban kini mengoperasikan Mesin Motah (Mesin Olah Runtah) di TPST Iluh Mantul yang mampu memusnahkan 7–8 ton sampah per hari.
Langkah berani ini diambil oleh Perbekel Desa Beraban, I Putu Heri Susanta, melalui investasi APBDes sebesar Rp 1,6 miliar. Menariknya, mesin ini tidak hanya membakar sampah hingga tuntas dengan emisi rendah, tetapi sisa abunya berhasil diolah kembali menjadi produk bernilai guna: Paving Blok.
Fakta Menarik Pengelolaan Sampah di Desa Beraban:
- Mandiri Finansial: Pembelian mesin menggunakan PAD desa (hasil tabungan sejak 2021) dan dukungan penuh Desa Adat.
- Ekonomi Sirkular: Sisa pembakaran dicampur semen dan dipres menjadi paving blok ukuran 10x20 cm.
- Budaya Memilah: 1.700 KK di 10 Banjar telah aktif mengumpulkan sampah ke Bank Sampah, di mana hasilnya bisa dicairkan saat hari raya.
"Kami tidak ingin sampah hanya sekadar dipindah ke TPA. Kami ingin sampah tuntas di tingkat desa," tegas Heri Susanta. Dengan operasional sebesar Rp 48 juta per bulan, Desa Beraban kini membuktikan bahwa status kawasan wisata dunia harus dibarengi dengan tanggung jawab lingkungan yang modern dan mandiri.[*]
Editor : Hari Puspita