Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Tabanan Jurus Penyelamatan untuk Petani

Juliadi Radar Bali • Selasa, 21 April 2026 | 08:02 WIB
Ilustrasi kemarau panjang di Bali (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi kemarau panjang di Bali (gambar digital gemini/radar bali)

TABANAN, RadarBali.id – Ancaman kekeringan mulai membayangi "Lumbung Beras" Bali. Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih lama, mulai April hingga Oktober mendatang.

Baca Juga: Siaga Kekeringan di Jembrana,BPBD Mulai Mobilisasi Armada dan Tandon ke Desa -Desa

Menanggapi hal itu, BPBD Kabupaten Tabanan bergerak cepat menyiapkan skenario darurat demi mengamankan kebutuhan warga dan produktivitas sawah.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, menegaskan pihaknya telah menyiagakan tandon air raksasa berkapasitas 5.300 liter serta armada truk tangki tambahan dari Provinsi Bali untuk distribusi air bersih jika terjadi krisis di pemukiman.

Baca Juga: Persiapan Hadapi Kemarau Panjang, PDAM Tabanan Siagakan Pasokan Air 24 Jam dan Pantau 34 Sumber Mata Air

Tak hanya urusan domestik, BPBD juga memberikan "napas buatan" bagi sektor pertanian. Empat unit mesin penyedot air telah disiagakan untuk membantu petani menarik air dari sumber irigasi ke lahan yang mulai retak.

"Mesin-mesin ini sangat vital agar debit air yang menurun tetap bisa mengaliri sawah," jelas Srinada Giri. Namun, ia juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi longsor saat masa peralihan, terutama di wilayah perbukitan seperti Pupuan, Penebel, dan Baturiti, di mana tanah yang retak akibat panas sangat rentan bergeser jika tiba-tiba diguyur hujan.[*]

Editor : Hari Puspita
#ancaman kekeringan #tabanan #krisis air bersih #BPBD Tabanan #kemarau