TABANAN, RadarBali.id – Ancaman kekeringan mulai membayangi "Lumbung Beras" Bali. Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih lama, mulai April hingga Oktober mendatang.
Baca Juga: Siaga Kekeringan di Jembrana,BPBD Mulai Mobilisasi Armada dan Tandon ke Desa -Desa
Menanggapi hal itu, BPBD Kabupaten Tabanan bergerak cepat menyiapkan skenario darurat demi mengamankan kebutuhan warga dan produktivitas sawah.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, menegaskan pihaknya telah menyiagakan tandon air raksasa berkapasitas 5.300 liter serta armada truk tangki tambahan dari Provinsi Bali untuk distribusi air bersih jika terjadi krisis di pemukiman.
Tak hanya urusan domestik, BPBD juga memberikan "napas buatan" bagi sektor pertanian. Empat unit mesin penyedot air telah disiagakan untuk membantu petani menarik air dari sumber irigasi ke lahan yang mulai retak.
"Mesin-mesin ini sangat vital agar debit air yang menurun tetap bisa mengaliri sawah," jelas Srinada Giri. Namun, ia juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi longsor saat masa peralihan, terutama di wilayah perbukitan seperti Pupuan, Penebel, dan Baturiti, di mana tanah yang retak akibat panas sangat rentan bergeser jika tiba-tiba diguyur hujan.[*]
Editor : Hari Puspita