TABANAN, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat untuk mengisi kekosongan nakhoda di Perumda Sanjayaning Singasana.
Kursi Direktur Utama (Dirut) ini lowong setelah Kompyang Gede Pasek Wedha secara mengejutkan mengundurkan diri pada 23 Januari lalu demi mengejar posisi di Perumda Mangu Giri Sedana, Badung.
Plt. Dirut Perumda Sanjayaning Singasana, I Nyoman Hari Sujana, mengungkapkan bahwa saat ini proses pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) tengah digodok.
Namun, ada yang berbeda dalam seleksi kali ini. Calon dirut baru nantinya dituntut memiliki kualifikasi yang lebih "global".
Menuju Holding Company
Bupati Tabanan selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) memproyeksikan perusahaan daerah ini menjadi holding company. Ke depan, perumda tidak hanya mengurusi unit usaha internal, tetapi juga bakal mengelola Daya Tarik Wisata (DTW) dan memperluas jaringan ke hotel-hotel di Bali.
"Ada syarat khusus, Direktur Utama harus cakap berbahasa Inggris. Ini kebutuhan mendesak karena kita akan banyak bekerja sama dengan pihak luar dan industri pariwisata," jelas Hari Sujana, Senin (20/4/2026).
Pansel yang terdiri dari akademisi dan perangkat daerah terkait seperti Sekda hingga Inspektorat ditargetkan menyelesaikan proses ini pada Agustus mendatang.
Hingga Dirut definitif terpilih, Hari Sujana yang juga Kabag Ekonomi Setda Tabanan akan tetap menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas.[*]
Editor : Hari Puspita