TABANAN, Radar Bali.id – Meski tensi geopolitik di Timur Tengah tengah memicu krisis energi dunia, masyarakat kecil di Tabanan bisa sedikit bernapas lega.
Harga gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram atau"Gas Melon" dipastikan tidak mengalami kenaikan.
Koordinator Agen Gas LPG Wilayah Tabanan, I Gusti Ngurah Gede Siwa Genta, menegaskan bahwa stok dan harga gas subsidi masih stabil di tengah fluktuasi pasar global.
Baca Juga: Harga Gas Elpiji Naik Rp 36 Ribu, Warga Khawatir Elpiji Melon Langka
Perincian Kenaikan Harga (Non-Subsidi): Berdasarkan surat edaran PT Pertamina Patra Niaga, kenaikan hanya menyasar LPG non-subsidi per Rabu (22/4):
1. Bright Gas 5,5 Kg: Naik dari Rp 94.000 menjadi Rp 111.000 (naik Rp 17.000).
2. LPG 12 Kg: Naik dari Rp 202.000 menjadi Rp 238.000 (naik Rp 36.000).
"Untuk gas melon 3 kilogram sama sekali tidak naik. Tetap di angka Rp 18.000 sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Stok untuk wilayah Bali dan Tabanan juga dalam kondisi aman," tegas Siwa Genta, Kamis (23/4/2026).
Konsumsi untuk Dapur "Makan Bergizi Gratis" Meski ada kenaikan pada sektor non-subsidi, Siwa Genta menyebut dampaknya di Tabanan tidak terlalu masif karena segmen penggunanya berasal dari kalangan menengah ke atas, hotel, dan restoran.
Uniknya, permintaan gas 12 kg di Tabanan saat ini justru didominasi oleh operasional dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Sekarang rata-rata pengguna gas 12 kg adalah dapur MBG. Dalam sehari kami bisa menjual 8 hingga 10 tabung untuk kebutuhan tersebut," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita