TABANAN, Radar Bali.id – Misteri hilangnya I Made Didia , 84, di Gunung Batukaru hingga kini belum terpecahkan.
Memasuki hari keempat pencarian, Selasa kemarin (27/4/2026), tim gabungan memperluas wilayah penyisiran hingga ke jalur pendakian Penebel melalui Pura Batukaru, Desa Wangaya Gede.
Baca Juga: Belum Ketemu, Operasi SAR Gunung Batukaru, Drone Thermal Dikerahkan Cari Petani Lansia Hilang
Kapolsek Penebel, Kompol I Made Subadi, menyatakan bahwa meskipun personel dari Polri, SAR Denpasar, BPBD Tabanan, hingga Pecalang telah dikerahkan menyisir area yang belum tersentuh, tanda-tanda keberadaan korban masih nihil.
"Kami menyisir jalur-jalur sulit, namun sayangnya korban belum ditemukan," ungkap Kompol Subadi.
Uniknya, pencarian tidak hanya dilakukan secara fisik (sekala). Pihak keluarga korban juga menempuh jalur niskala dengan menggelar upacara matur piuning serta melakukan tradisi pencarian menggunakan gong di kawasan hutan, dengan harapan korban yang diduga tersesat segera menampakkan diri.
Kronologi hilangnya lansia asal Selemadeg ini bermula pada Sabtu (25/4/2026) lalu.
I Made Didia mendaki bersama rombongan berjumlah 14 orang melalui jalur Pura Jatiluwih. Saat perjalanan turun sekitar pukul 15.00 Wita, korban mencoba mengejar dua rekannya yang berjalan lebih dulu untuk urusan adat.
Nahas, hingga seluruh rombongan berkumpul pada malam hari, korban tak kunjung tiba di titik temu dan dinyatakan hilang tersesat di tengah rimba Batukaru. [*]
Editor : Hari Puspita