Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

TPA Mandung Stop Sampah Campuran per 1 Mei, Wabup Tabanan Ajak Warga "Gertak PiSah Rumah"

Juliadi Radar Bali • Jumat, 1 Mei 2026 | 20:28 WIB
AJAK DISIPLIN MENGURUS SAMPAH : Suasana Gerakan Serentak Pilah Sampah dari Rumah di TPA Mandung. (juliadi/radar bali)
AJAK DISIPLIN MENGURUS SAMPAH : Suasana Gerakan Serentak Pilah Sampah dari Rumah di TPA Mandung. (juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id – Mulai 1 Mei 2026, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung di Desa Sembung Gede, Kerambitan, resmi mengubah kebijakan dengan hanya menerima sampah residu.

Menjelang pemberlakuan aturan tersebut, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, turun langsung memantau kesiapan lokasi sekaligus meluncurkan gerakan strategis bagi masyarakat.

Baca Juga: Krisis BBM di TPA Mandung, Tabanan : Alat Berat Lumpuh, Truk Sampah Mengantre Hingga Menginap

Kamis (30/4/2026), Wabup Dirga memimpin gerakan "Gertak PiSah Rumah" (Gerakan Serentak Pilah Sampah dari Rumah) di TPA Mandung yang melibatkan para siswa dan ASN Pemkab Tabanan. Gerakan ini merupakan langkah konkret untuk mengimplementasikan Surat Edaran Bupati Tabanan Nomor 07/DLH/2026 tentang percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber.

"Sama seperti orang yang mau ujian, kita tidak boleh baru belajar saat hari-H. Pemerintah terus bekerja dan kebijakan pembatasan ini akan tetap dijalankan sesuai jadwal, meski di tahap awal akan terus kami sempurnakan," tegas Dirga saat meninjau situasi TPA.

Selain pembatasan jenis sampah, TPA Mandung saat ini tengah bertransformasi dari metode open dumping menjadi controlled landfill sesuai arahan Pemerintah Pusat. Dirga menekankan bahwa kunci keberhasilan transisi ini bukan di TPA, melainkan di rumah tangga, pasar, dan perkantoran.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengolah sampah organik secara mandiri melalui biopori atau komposter, serta menyetorkan sampah anorganik ke bank sampah.

 "Para perbekel, bendesa adat, dan ASN harus menjadi garda terdepan dan contoh nyata. Jika semua bersinergi, beban TPA berkurang dan lingkungan kita jauh lebih sehat," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#gerakan kebersihan #pengelolaan sampah #tpa mandung #tabanan #pemilahan sampah