TABANAN, RadarBali.id – Kabut duka menyelimuti lereng Gunung Batukaru. Memasuki hari ketujuh tanpa hasil, tim SAR gabungan secara resmi memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian terhadap I Made Didia,84, pendaki lansia asal Banjar Dinas Sigaran yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (2/5/2026) pekan lalu.
Operasi besar-besaran yang melibatkan Polsek Selemadeg, Basarnas Denpasar, BPBD Tabanan, TNI, hingga relawan lokal ini telah menyisir hampir seluruh penjuru gunung.
Mulai dari jalur Pura Jatiluwih, kawasan Sarin Buana, jalur Penebel, hingga area terjal di Munduk Andong telah dijelajahi.
Bahkan, tim telah mengerahkan teknologi drone untuk memantau area yang sulit dijangkau dari darat, namun sosok kakek Made Didia tetap tak ditemukan.
Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi, menjelaskan bahwa keputusan berat ini diambil setelah melakukan evaluasi mendalam dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. "Kami telah menyisir titik-titik krusial selama tujuh hari penuh. Sesuai prosedur dan atas persetujuan keluarga, operasi pencarian kami hentikan," ujarnya pada Minggu (3/5/2026).
Meski operasi resmi ditutup, harapan tidak sepenuhnya padam. BPBD Tabanan menyatakan siap membuka kembali pencarian jika di masa mendatang ditemukan petunjuk atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan korban.
Keluarga korban sendiri telah mengikhlaskan keputusan ini, sembari berharap ada keajaiban atau titik terang di kemudian hari terkait nasib orang tua mereka yang hilang di jantung hutan Batukaru tersebut.[*]
Editor : Hari Puspita