Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gerakan "Dropping Point" di Tabanan: Jawaban Nyata atas Curhatan Warga yang Sampahnya Tak Terangkut

Juliadi Radar Bali • Minggu, 17 Mei 2026 | 12:10 WIB
CEGAH GUNUNGAN SAMPAH : Aktivitas dropping point sampah yang dilakukan oleh komunitas dan aktivitis lingkungan yang tergabung Tabanan Lovers, Patradesa bekerjasama dengan TPS3R Sadu Kencana, Tabanan di depan Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan. (juliadi)
CEGAH GUNUNGAN SAMPAH : Aktivitas dropping point sampah yang dilakukan oleh komunitas dan aktivitis lingkungan yang tergabung Tabanan Lovers, Patradesa bekerjasama dengan TPS3R Sadu Kencana, Tabanan di depan Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan. (juliadi)

Bukan sekadar "omon-omon" saja, aktivis lingkungan di Tabanan yang tergabung dalam Tabanan Lovers dan Patradesa, bekerja sama dengan TPS3R Sadu Kencana. Mereka meluncurkan aksi nyata berupa dropping point sampah.

GERAKAN  ini hadir sebagai respons atas fenomena banyaknya warga yang mengeluh di media sosial terkait mandeknya pengangkutan sampah meski mereka sudah melakukan pemilahan dari rumah.

Baca Juga: BRIN Kaji TPS3R Desa Baktiseraga: Dorong Implementasi Gerakan Bali Bersih Sampah di Buleleng

Solusi di Tengah Kebingungan Aturan

Aksi ini bertujuan menjembatani keresahan warga pasca-terbitnya Surat Edaran Bupati Tabanan No. 07/DLH/2026 tentang percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber. Warga dituntut memilah sampah, namun di lapangan, infrastruktur pendukung dianggap belum siap.

Baca Juga: Hari Ketiga Pembatasan Sampah TPA Mandung, Tabanan: Banyak Truk Dipaksa Putar Balik Akibat Sampah Belum Terpilah

"Masyarakat sudah memilah sampah dari rumah sesuai aturan, tapi faktanya sampah itu tidak ada yang mengambil karena DLH hanya menerima residu. Inilah alasan kami bergerak," tegas Gus Sumberdana (Gus Tulang), penggagas gerakan sekaligus pengurus pendamping desa, Sabtu (16/5/2026).

Antusiasme di Luar Prediksi

Gerakan ini dilaksanakan di tiga titik strategis: Jalan Darwangsa, area parkir Gedung Kesenian I Ketut Maria, dan Lapangan Alit Saputra Dangin Carik. Hasilnya mengejutkan. Hanya dalam satu hari, sebanyak 27 warga datang membawa sampah yang sudah terpilah rapi. Total sampah terkumpul: 36 kg anorganik, 13 kg residu, dan 1 kg organik.

Sentilan untuk Pemerintah Daerah

Gus Tulang menekankan bahwa aksi ini juga menjadi "masukan" bagi Pemkab Tabanan. Menurutnya, pemerintah jangan hanya membuat aturan dan mengedukasi, tapi juga harus hadir sebagai jembatan melalui penyediaan infrastruktur dan skema pengangkutan yang terintegrasi.

"Pemerintah punya petugas dan armada. Minimal buatkan jadwal skema pengangkutan. Misalnya, hari Minggu khusus sampah organik. Jika semua terfasilitasi, kebocoran sampah ke lingkungan bisa diminimalisir," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#aktivis lingkungan #tps3r #tabanan #memilah sampah #sampah