TABANAN, Radar Bali.id – Penataan kawasan kota berimbas pada berubahnya arus lalu lintas. Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan resmi menerapkan skema rekayasa lalu lintas menyusul direlokasinya pedagang Pasar Senggol ke kawasan Gedung I Ketut Maria.
Baca Juga: Penataan Kawasan Jalan Gajah Mada Tabanan, 128 Pedagang Pasar Setuju Direlokasi
Langkah antisipasi kemacetan langsung digeber. Salah satu poin krusial dalam rekayasa ini adalah penutupan total ruas Jalan Parkit.
Jalan ini dipastikan steril dari kendaraan umum karena disulap menjadi lokasi utama operasional pusat kuliner malam kebanggaan masyarakat Tabanan tersebut.
Penutupan jalur ini mulai diberlakukan sejak Kamis (21/5/2026) dan diproyeksikan berlangsung hingga enam bulan ke depan, selama para pedagang menempati lokasi penampungan sementara.
Arus Lalin Situasional, Jalan Parkit Ditutup
Kepala Dishub Tabanan, I Made Murdika, menjelaskan bahwa fokus utama jajarannya saat ini adalah menjamin kelancaran arus kendaraan di sekitar pusat kuliner yang baru.
"Asumsi kami di Jalan Gajah Mada masih kosong. Sehingga sementara ini arus lalu lintas di sana berjalan seperti biasa, normal," ungkap Murdika.
Selain memblokade Jalan Parkit yang lurus menuju Jalan Kaswari hingga tembus ke Jalan Gunung Agung, petugas juga menutup akses dari arah Sagung Wah menuju ke barat, serta Jalan Gelatik. Penutupan beberapa titik ini bersifat situasional guna memberi ruang gerak bagi pedagang dan pengunjung, sekaligus memecah potensi krodit.
Siapkan Kantong Parkir, Tunggu Tender Paving
Untuk kenyamanan pembeli, Dishub Tabanan telah memetakan sejumlah kantong parkir. Di antaranya di satu sisi Jalan Kaswari, sisi timur Gedung Maria, hingga satu sisi di Jalan Gunung Batur dan Jalan Gunung Semeru. Jika pengunjung membeludak, lahan parkir akan diperluas hingga ke Jalan Gunung Agung.
Namun, Murdika menegaskan bahwa pengaturan parkir ini memiliki arloji pembatasan waktu. "Parkir pengunjung ini hanya berlaku dari pukul 16.00 Wita sampai 23.00 Wita, menyesuaikan jam operasional Pasar Senggol. Kalau pagi sampai sore, fungsi jalan kembali normal," jelasnya.
Kondisi ini diprediksi akan kembali berubah dinamis. Murdika menambahkan, skema rekayasa lalu lintas lanjutan tengah disiapkan menyusul adanya proyek fisik pemasangan paving di Jalan Gajah Mada. Namun, untuk kepastian perubahan arus total di jalur utama tersebut, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas PUPR Tabanan.
"Rekayasa lalu lintas di Jalan Gajah Mada baru akan kami putuskan secara final jika sudah ada pemenang tender penataan jalan tersebut," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita