TABANAN, Radar Bali.id –Di tengah situasi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya stabil akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, antusiasme umat Muslim di Tabanan untuk berburu hewan kurban justru melonjak drastis.
Fenomena menarik ini terlihat jelas di dua kantong penyiaran syiar Islam di Kecamatan Kediri, Tabanan: Majelis Taklim Al-Barokah (Koripan Kaja) dan Yayasan Darussalam Griya Multi Jadi (Desa Banjar Anyar). Para pengurus mulai sibuk menyortir sapi dan kambing terbaik langsung dari peternak lokal Tabanan.
Ketua Yayasan Warga Muslim Al-Barokah, Imam Munawir (40), mengungkapkan bahwa Idul Adha tahun ini bukan sekadar rutinitas menyembelih hewan. Lebih dari itu, ini adalah momentum pembuktian kualitas takwa dan rasa syukur.
"Menjadi seorang Muslim, kualitas diri, iman, dan kewajiban lainnya harus terus ditingkatkan," ujar Imam saat diwawancarai pada Jumat (22/5/2026).
Menariknya, grafik kepedulian sosial warga justru melonjak di tengah himpitan ekonomi. Imam merinci, tahun ini Majelis Taklim Al-Barokah sukses menghimpun 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Angka ini naik signifikan dibanding tahun 2025 yang hanya mengemas 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing.
Merawat Harmoni di Tanah Nyama Danu
Hidup berdampingan dengan mayoritas umat Hindu di Bali, Imam menegaskan bahwa koridor toleransi bagi umat Muslim sangatlah jelas: taat aturan. Mulai dari undang-undang negara, peraturan daerah, hingga hukum adat (awig-awig).
"Kebebasan beragama bukan berarti bebas tanpa batas. Kita harus saling memahami, menghormati, dan pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat kita bertetangga. Salah satu wujudnya ya lewat momentum hari besar keagamaan seperti ini," imbuhnya.
Senada dengan Imam, Ketua Yayasan Darussalam Griya Multi Jadi, Nanang Sugianto, menyebut Idul Adha adalah panggung nyata penguatan nilai kebersamaan. Pada tahun kedua pelaksanaan kurban di yayasannya, semangat warga justru kian membara.
Tidak tanggung-tanggung, tahun ini mereka siap menyembelih 7 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Tak hanya itu, gema takbir keliling pun siap menggetarkan area perumahan setempat.
Hebatnya, daging kurban ini nantinya tidak hanya menyasar umat Muslim. Sebagai bentuk nyata indahnya toleransi di Bali, paket daging juga akan dibagikan kepada warga Hindu di sekitar perumahan Griya Multi Jadi.
"Kuncinya adalah memperkuat kebersamaan agar hubungan yang harmonis, rukun, dan toleran tetap terjaga. Semoga momentum ini terus menumbuhkan kesadaran untuk saling menghargai," pungkas Nanang, bernada optimistis.[*]
Editor : Hari Puspita