TABANAN, Radar Bali.id – Gebrakan mempercantik wajah pasar tradisional di Gumi Lumbung Beras terus digenjot lagi. Setelah menyasar Terminal Pesiapan, Pemerintah Kabupaten Tabanan kini resmi membidik Pasar Taman Sari yang berlokasi di areal Taman Perjuangan, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan untuk dirombak total tahun ini.
Tidak tanggung-tanggung, proyek revitalisasi ini bakal mengusung konsep kekinian, estetik, dan dipastikan menjadi daya tarik baru karena akan dilengkapi dengan bangunan ikonik berbentuk perahu di lantai dua.
Untuk memuluskan mega proyek ini, Pemkab Tabanan telah menggelontorkan anggaran fantastis sebesar Rp6.844.579.000 yang bersumber dari APBD Tabanan induk 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR) Tabanan, I Gde Partana, mengungkapkan proyek pemugaran ini mendesak dilakukan lantaran kondisi fisik pasar saat ini sudah sangat kumuh dan tidak representatif bagi kenyamanan pedagang maupun pembeli. Kerusakan paling parah merongrong blok bagian timur, di mana atap asbesnya sudah banyak yang bolong-bolong sehingga pasar kerap becek dan berlumpur saat diguyur hujan.
“Bangunan lama akan kami ratakan dan dibuat menjadi lebih modern. Sesuai cetak biru, lantai dasar tetap murni difungsikan sebagai pasar tradisional. Nah, yang menarik di lantai dua, akan kami bangun struktur megah berbentuk perahu yang nantinya dimanfaatkan khusus sebagai destinasi coffee shop,” terang Partana, Rabu (27/5).
Partana membeberkan, ide jenius menyematkan konsep bangunan berbentuk kapal perahu tersebut merupakan arahan dan instruksi langsung dari Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya. Tujuannya agar arsitektur bangunan pasar baru nanti selaras dan menyatu dengan penataan estetika kawasan Taman Perjuangan serta keberadaan Taman Makam Pahlawan yang berada di radius sekitarnya.
"Saat ini proyek tinggal menyelesaikan proses administrasi lelang e-katalog. Kami targetkan awal Juni 2026 pengerjaan fisik di lapangan sudah bisa action dan rampung total pada kisaran bulan November hingga Desember 2026," cetusnya optimis.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tabanan, I Gde Sukanada, memastikan denyut nadi perekonomian warga tidak akan mati obor selama proyek berlangsung. Pihaknya mengklaim telah menuntaskan tahapan sosialisasi kepada puluhan pedagang terkait rencana relokasi mandiri.
"Selama masa konstruksi fisik berjalan, para pedagang akan kami geser sementara ke area sebelah utara pasar. Lokasi relokasi sudah siap dan pedagang juga sudah sepakat. Lagipula aktivitas pasar ini tidak berlangsung seharian penuh, karena umumnya jam operasional transaksi jual-beli sudah selesai sekitar jam tujuh pagi. Dari total tujuh puluh pedagang terdata, yang aktif harian ada tiga puluh delapan orang, jadi penataan ini kami jamin tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi pedagang," pungkas Sukanada. [*]
Editor : Hari Puspita