TABANAN, Radar Bali.id - Seleksi calon Direktur Utama (Dirut) dan Dewan Pengawas (Dewas) Independen Perumda Sanjayaning Singasana yang dibuka Pemkab Tabanan sejak Jumat, 29 Mei 2026 lalu, akhirnya mulai ramai pelamar.
Baca Juga: Kursi Dirut Perumda Tabanan Segera Dilelang, Syarat Mutlak: Harus Jago Bahasa Inggris, Ini Alasannya
Berdasarkan data dari tim Panitia Seleksi (Pansel), total ada 11 pelamar yang mendaftar, dengan rincian 6 orang melamar posisi Dirut dan 5 orang membidik posisi Dewas Independen.
Baca Juga: Cari Sosok "Game Changer", Dewan Tabanan Dorong Pengusaha Muda Pimpin Perumda Sanjayaning Singasana
Setelah melalui proses seleksi administrasi, hanya 6 kandidat yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti proses selanjutnya. Untuk posisi Dirut, tiga orang yang memenuhi syarat adalah I Gede Made Arya Gunanta, SE, I Gusti Ngurah Agung Krisna Darmadi Artawan, S.H, dan I Gusti Made Maha Putra, SE.
Sementara untuk posisi Dewas Independen, tiga kandidat yang lolos yakni Kadek Surya Prasetya Wiguna, SE, I Kadek Yudhu Radiyatama, SM, dan I Putu Bagus Rizaldi Pramana, S.H.
Sekretaris Pansel, I Nyoman Hari Sujana mengatakan, enam pelamar yang lolos administrasi ini tidak hanya datang dari kalangan profesional, melainkan juga dari kalangan pebisnis muda di Tabanan, seperti anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tabanan dan TabananHub.
Selanjutnya, mereka akan mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dimulai dengan tes tulis pada Selasa, 9 Juni 2026 dan dilanjutkan tes pemaparan materi serta wawancara pada Kamis, 11 Juni 2026. Seluruh tahapan dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana, Kantor Bupati Tabanan.
“Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada Sabtu, 13 Juni 2026. Dari proses ini akan dipilih masing-masing satu orang untuk menduduki jabatan Direktur Utama dan Dewan Pengawas,” ungkapnya, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Hari Sujana, materi ujian menitikberatkan pada pemahaman konsep bisnis dan pengelolaan perusahaan daerah. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan Perumda Sanjayaning Singasana yang diproyeksikan menjadi holding company berbagai unit usaha daerah.
Selain aspek bisnis, peserta juga diuji mengenai pengelolaan keuangan, mekanisme audit, hingga tata kelola perusahaan yang berkaitan dengan APBD. Tim penguji terdiri atas Ketua Pansel (Asisten II Setda Tabanan), unsur akademisi independen, serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Tabanan.
Hari Sujana menambahkan, mayoritas kandidat dari kalangan pebisnis muda menjadi modal positif agar Perumda lebih adaptif dan progresif. Apalagi tantangan ke depan cukup besar, mulai dari mengelola sektor pangan, perkebunan, pariwisata, pabrik pakan, rice milling unit (RMU), hingga pengelolaan aset daerah.[*]
Editor : Hari Puspita