TABANAN, Radar Bali.id – Pemkab Tabanan memastikan program layanan angkutan siswa gratis (Trans Siswa) tetap berlanjut pada tahun anggaran ini.
Hanya saja, hingga memasuki minggu kedua Juni 2026, armada Trans Siswa belum bisa beroperasi secara gratis di jalanan lantaran proses lelang proyek senilai miliaran rupiah tersebut belum menelurkan pemenang.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Tabanan, I Dewa Putu Mahendra, 50, menjelaskan bahwa pengadaan layanan Trans Siswa saat ini baru memasuki tahapan krusial berupa evaluasi penawaran di Bagian PBJ Setda Tabanan. Jika berjalan mulus tanpa kendala, penetapan pemenang lelang dijadwalkan rampung pada tanggal 22 Juni 2026 mendatang.
Baca Juga: Durasi Operasi Delapan Bulan, Tabanan Umumkan Pemenang Tender Layanan Angkutan Siswa Gratis
“Sekarang masih tahap evaluasi administrasi dan teknis. Peserta lelang yang masuk ada tiga rekanan,” ujar Dewa Mahendra saat dikonfirmasi pada hari Senin, 8 Juni 2026.
Ia menambahkan, setelah pemenang diputuskan secara resmi, prosesnya masih harus melewati tahapan masa sanggah dan penandatanganan kontrak kerja sama sebelum armada boleh menggelinding ke sekolah-sekolah. ”Nilai proyek yang dianggarkan sebesar Rp 9,3 miliar lebih dengan masa kontrak efektif sampai Desember 2026,” rincinya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan, I Made Murdika, 52, membenarkan pos anggaran untuk program ini sudah aman dikunci di APBD. Namun, regulasi mengharuskan pelaksanaan di lapangan menunggu proses tender selesai 100 persen.
Dampak dari molornya operasional ini, layanan angkutan yang biasanya gratis terpaksa menggunakan skema berbayar mandiri selama masa transisi. Tarif angkutan ditentukan berdasarkan kesepakatan darurat antara orang tua siswa dan pengemudi demi menjamin anak-anak tetap bisa ke sekolah.
Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu, program Trans Siswa sukses melayani total 5.126 siswa dari 22 SMP di seluruh Tabanan yang tersebar di 98 trayek dengan serapan anggaran mencapai Rp 9,52 miliar.
“Anggarannya sudah siap tahun ini Rp 9,3 miliar, tapi mohon bersabar karena masih proses birokrasi tender. Yang pasti program Trans Siswa tetap berlanjut,” kata Made Murdika, Senin, 8 Juni 2026 sore.
Menariknya, untuk tahun 2026 ini, Dishub Tabanan juga mengagendakan perluasan jaringan dengan merancang penambahan trayek baru demi menjawab keluhan aksesibilitas di beberapa sekolah pinggiran, seperti SMPN 2 Selemadeg, SMPN 3 Selemadeg Timur, dan SMPN 3 Marga.
"Evaluasi juga terus kami lakukan karena ada ketimpangan kuantitas penumpang. Sejumlah trayek tercatat minim pengguna, sementara trayek padat perkotaan justru mengalami lonjakan penumpang ekstrem, terutama saat jam krusial pulang sekolah," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita