Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mantap! Suntikan APBN Dua Kali Lipat, Tabanan Kebagian Jatah Peremajaan 200 Hektare Bibit Kopi Robusta

Juliadi Radar Bali • Rabu, 17 Juni 2026 | 14:56 WIB
Ilustrasi petani kopi bali .(gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi petani kopi bali .(gambar digital gemini/radar bali)

TABANAN, RadarBali.id – Kabar gembira bagi para petani kopi di Kabupaten Tabanan. Pada tahun 2026 ini, pemerintah pusat melalui anggaran APBN menggelontorkan bantuan bibit kopi dalam jumlah besar untuk pengembangan budidaya tanaman perkebunan tersebut.

Baca Juga: Panen Sedang Bagus, Pasar Global Kacau, Petani Pupuan Bahagia Harga Kopi Menanjak

Bantuan bibit yang diberikan merupakan jenis kopi robusta yang diproyeksikan akan menyasar lahan seluas 200 hektare di Tabanan.

Alokasi bantuan bibit kopi pada tahun 2026 ini meningkat signifikan alias dua kali lipat dibandingkan tahun 2025 lalu yang hanya menyasar luasan 100 hektare lahan.

Baca Juga: Sempat Melejit saat Panen Tak Bagus, Kini Hasil Melimpah Harga Kopi Anjlok, Petani Pupuan Pilih Menyimpan Dulu

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Ayu Sintha Oktavianti menjelaskan, bantuan bibit ini merupakan bagian dari kegiatan peremajaan tanaman kopi yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Namun, khusus untuk tahun 2026, kuota yang diterima Tabanan memang mengalami lonjakan tajam.

“Untuk tahun 2026, bantuan bibit kopi robusta seluas 200 hektare. Ini memang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 100 hektare,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Meski demikian, Sintha menjelaskan bahwa bantuan tersebut hingga saat ini belum direalisasikan ke tingkat petani. Pihaknya masih menunggu waktu tanam yang ideal. Proses penyaluran bibit biasanya baru dilakukan setelah masa panen kopi usai dan mulai memasuki musim penghujan, yakni sekitar bulan September hingga Oktober mendatang.

“Saat ini masih tahap verifikasi dan kelengkapan administrasi. Penyaluran biasanya menunggu musim hujan agar tanaman bisa tumbuh optimal,” terasnya.

Adapun sebaran bantuan ribuan bibit kopi dari pemerintah pusat untuk tahun 2026 ini akan difokuskan pada dua wilayah kecamatan utama, yakni Kecamatan Pupuan dan Kecamatan Selemadeg Barat. Penentuan lokasi ini didasarkan pada potensi pengembangan kopi robusta setempat yang dinilai paling sesuai berdasarkan data statistik perkebunan.

Sebagai informasi, luas total areal tanaman kopi robusta di Kabupaten Tabanan saat ini tercatat mencapai 9.584,87 hektare. Dari luasan tersebut, berdasarkan data statistik, potensi produksinya mencapai sekitar 927,28 ton.

Untuk musim panen tahun 2026 sendiri diperkirakan belum akan berlangsung dalam waktu dekat. Panen kopi di Tabanan umumnya baru dimulai pada bulan Juli hingga Agustus. Terkait pergerakan harga kopi tahun ini, pihaknya mengaku belum memperoleh informasi terbaru di lapangan.

“Panen biasanya Juli–Agustus. Untuk harga, kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” imbuhnya.

Dengan adanya stimulus bantuan bibit ini, produktivitas sekaligus kualitas kopi robusta Tabanan diharapkan mampu meroket ke depan, seiring dengan upaya peremajaan tanaman yang sudah tua.

"Kami berharap dengan tambahan luasan bantuan bibit ini, sektor perkebunan kopi di Tabanan semakin berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi petani setempat," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#pertanian dan perkebunan #kebun kopi #tabanan #peremajaan #industri kopi