Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sasar Jalan Penghubung Kecamatan, Pemkab Tabanan Gelontor Rp 26,3 Miliar Tuntaskan Sisa Jalan Rusak

Juliadi Radar Bali • Kamis, 18 Juni 2026 | 08:01 WIB
TUNTASKAN PENGERJAAN : Pengerjaan ruas jalan kabupaten di Kecamatan Kerambitan yang dilakukan oleh Dinas PUPR Tabanan.. (juliadi) 
TUNTASKAN PENGERJAAN : Pengerjaan ruas jalan kabupaten di Kecamatan Kerambitan yang dilakukan oleh Dinas PUPR Tabanan.. (juliadi) 

TABANAN, Radar Bali .id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tancap gas memastikan proyek perbaikan infrastruktur jalan kabupaten yang mengalami kerusakan bakal tuntas seratus persen pada tahun anggaran 2026 ini.

Baca Juga: Banyak Jalan Rusak, Satu Periode Tak Cukup untuk Perbaikan, DPRD Buleleng Dorong Kepala Daerah  Lobi Pusat dan Cari Sponsor

Saat ini, torehan jalan kabupaten yang mengalami kategori rusak berat hanya tersisa 4,08 persen atau sepanjang 35,5 kilometer saja dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 871,998 kilometer.

Baca Juga: Hendak Menghindari Jalan Rusak di Bypass Ida Bagus Mantra, Pengendara Motor Tewas Usai Hantam Bus

Sementara sisanya, status jalan kabupaten dalam kondisi mantap telah menyentuh angka 836,412 kilometer atau sebesar 95,92 persen.

Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana mengatakan, derap pembangunan infrastruktur khususnya perbaikan jalan kabupaten yang rusak masih menjadi skala prioritas utama di masa pemerintahan Bupati Tabanan. ”Terutama jalan-jalan kabupaten yang ada di tingkat kecamatan atau jalan penghubung antar-kecamatan satu dengan lainnya,” ungkap Partana, Rabu, 17 Juni 2026.

Demi menuntaskan sisa perbaikan jalan yang tinggal 4,08 persen tersebut, Pemkab Tabanan tidak main-main dengan menggelontorkan anggaran jumbo sebesar Rp 26,3 miliar lebih. Anggaran ini bersumber dari APBD Induk Tabanan tahun anggaran 2026. ”Jadi pengerjaan fisik perbaikan jalan ini sebenarnya sudah dimulai sejak awal tahun 2026,” ucapnya.

Adapun rincian paket pengerjaan perbaikan jalan kabupaten tersebut di antaranya meliputi rekonstruksi jalan dan pembangunan drainase pada ruas Simpang Beraban-Munggu-Pantai Nyanyi sepanjang 1,70 kilometer yang saat ini progres fisiknya sudah tuntas berjalan.

Selanjutnya, ada rekonstruksi jalan ruas Simpang Tangguntiti-Pantai Beraban sepanjang 2,50 kilometer, ruas Simpang Gadungan menuju Gunung Salak di Kecamatan Selemadeg Timur sepanjang 2,10 kilometer.

Di samping itu, rekonstruksi juga menyasar ruas jalan Bolangan-Dadia sepanjang 1 kilometer, akses jalan menuju RPH Gubug sepanjang 0,50 kilometer, serta pemeliharaan jalan di Banjar Dukuh, Desa Tiying Gading sepanjang 0,80 kilometer.

"Perbaikan jalan berstatus kabupaten ini ada yang sudah rampung pengerjaannya, ada pula yang masih sedang berjalan di lapangan," beber Partana.

Tak hanya sektor jalan, Pemkab Tabanan pada tahun 2026 ini juga melakukan perbaikan darurat pada dua buah infrastruktur jembatan yang sempat jebol akibat terjangan bencana banjir.

Yakni Jembatan Tukad Yeh Ngigih yang berlokasi di Selemadeg Timur dan Jembatan Tukad Cau Belayu di Kecamatan Marga.

Kedua jembatan tersebut sudah memasuki proses pengerjaan intensif dengan plot anggaran masing-masing sebesar Rp 9,6 miliar untuk Jembatan Tukad Yeh Ngigih dan Rp 6,4 miliar untuk pengerjaan Jembatan Tukad Cau Belayu.

 ”Dua jembatan ini pengerjaannya kami targetkan tuntas penuh pada tahun ini juga sesuai dengan instruksi langsung dari Bupati Tabanan,” tandasnya.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#infrakstruktur #jalan penghubung #pupr #perbaikan jalan #jalan rusak