Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sampah Galungan Melonjak, DLH Tabanan Minta Warga Tetap Pilah dari Rumah demi TPA Mandung

Juliadi Radar Bali • Kamis, 18 Juni 2026 | 13:15 WIB
KERJA KERAS DI HARI RAYA: Petugas kebersihan Tabanan Tengah melakukan pembersihan sampah sisa upacara. (juliadi/radar bali). 
KERJA KERAS DI HARI RAYA: Petugas kebersihan Tabanan Tengah melakukan pembersihan sampah sisa upacara. (juliadi/radar bali). 

TABANAN, Radar Bali.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan mengimbau sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin melakukan pemilahan terhadap sampah sisa upacara selama Hari Raya Galungan.

Langkah ini krusial untuk mempermudah petugas kebersihan, TPS3R, maupun pengelola swasta dalam melakukan pengangkutan.

Baca Juga: Kementerian Kelautan dan Perikanan Bersama DANA Mencegah Sampah Cemari Laut

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Gusti Putu Ekayana mengungkapkan, peningkatan volume sampah sisa upacara keagamaan saat Galungan memang menjadi siklus rutin.

Karakteristik sampah hari raya ini umumnya didominasi oleh sisa banten, janur, dan sarana upacara organik lainnya.

Baca Juga: Atasi Momok Sampah Organik Parwisata, su-re.co Bareng JCI Japan Kenalkan Sistem Soil to Table Loop di Pererenan

Guna mengantisipasi penumpukan, masyarakat diminta melakukan pemilahan mandiri dari hulu (rumah tangga), dengan memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu.

"Ini yang sangat perlu, karena petugas akan lebih mudah melakukan pengangkutan. Bahkan truk sampah bisa secara langsung membuang sampah residu ke TPA Mandung. Artinya, petugas di lapangan tidak perlu lagi melakukan proses pemilahan ulang yang memakan waktu," ujar Ekayana pada Rabu (17/6/2026) sore pukul 15.30 Wita.

Antisipasi kelancaran kebersihan selama hari raya ini juga dibarengi dengan menyiagakan puluhan personel. DLH Tabanan telah mengatur jadwal reguler bagi petugas kebersihan untuk menyisir jalan-jalan protokol dan kawasan pusat Kota Tabanan.

Petugas juga dikerahkan untuk memantau titik-titik rawan penumpukan sampah serta lokasi yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar. "Sekitar 43 petugas kebersihan kami siapkan dengan jadwal yang sudah ditentukan," ungkapnya.

Ekayana menambahkan, sebelum adanya Surat Edaran (SE) Bupati Tabanan Nomor 07 Tahun 2026 tentang Percepatan Penanganan Sampah Berbasis Sumber, rata-rata volume sampah saat hari raya keagamaan melonjak hingga 10-15 persen dari hari biasa yang berkisar 100-110 ton. Saat itu, TPA Mandung masih menerima semua jenis sampah.

Namun, sejak regulasi baru diterapkan—di mana TPA Mandung kini diperketat dan hanya menerima sampah jenis residu—volume sampah yang diangkut ke TPA mengalami penurunan drastis.

Berdasarkan data DLH, jika dulunya TPA Mandung menerima rata-rata 60 hingga 70 truk sampah per hari, kini pasca-pemberlakuan SE Bupati, hanya sekitar dua sampai tiga truk saja yang masuk setiap harinya. Penurunan volume sampah ke TPA tercatat mencapai 80 hingga 90 persen.

"Kalau untuk perayaan Galungan kali ini, kami belum bisa menghitung total jumlah peningkatannya secara pasti. Meskipun volume sampah sisa upacara di tingkat masyarakat dipastikan meningkat, penanganan di sumber lewat TPS3R sangat membantu menekan pembuangan ke TPA," tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#hari raya galungan #sampah residu #pemilahan sampah #kebersihan #sampah organik