Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Demam Piala Dunia di Banjar Kebon Nyitdah: Dihiasi Puluhan Bendera Raksasa, Negara Gugur Langsung Diturunkan

Juliadi Radar Bali • Jumat, 19 Juni 2026 | 04:58 WIB
WARNA-WARNI BENDERA DUKUNGAN : Bendera besar klub finalis Piala Dunia FIFA dipasang warga di di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan. (juliadi/radar bali)
WARNA-WARNI BENDERA DUKUNGAN : Bendera besar klub finalis Piala Dunia FIFA dipasang warga di di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan. (juliadi/radar bali)

Suasana perhelatan Piala Dunia yang berlangsung di bulan Juni ini sangat kental terasa di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan. Atmosfer pesta bola sejagat tersebut begitu hidup berkat kreativitas warga di Banjar Kebon, Desa Nyitdah, yang menghiasi wilayahnya dengan bendera negara peserta.

BAGI warga setempat, khususnya sekaa teruna, memasang puluhan bendera dari berbagai negara di sepanjang jalan utama banjar dan rumah-rumah warga.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 di TVRI: Cek Jam Tayang Laga Pembuka

Warna-warni dari berbagai bendera negara cukup menarik perhatian karena bendera yang dipasang mulai dari ukuran jumbo hingga sedang. Setidaknya ada sekitar 64 bendera yang dipasang, milik dari 32 negara peserta Piala Dunia.

Menariknya, tradisi memasang bendera negara peserta turnamen besar ini sudah dilakukan oleh warga setempat sejak tahun 2018 lalu. Bukan hanya saat Piala Dunia saja, tetapi aksi serupa juga dilakukan warga saat gelaran Piala Eropa.

 Keunikan ini tidak hanya mempererat solidaritas warga, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Banjar Kebon.

Kelian Dinas Banjar Kebon, Agus Krisna Amertha Yoga, 29, mengatakan pemasangan bendera negara peserta Piala Dunia ini sebagai bentuk kreativitas generasi muda dalam menyemarakkan suasana desa sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.

Pemasangan bendera ini dilakukan tanpa ada paksaan, melainkan secara sukarela dan gotong royong oleh sekaa teruna.

“Dari dulu anak-anak muda di sini bila sudah masuk perhelatan Piala Dunia sangat antusias menyambut dan menyemarakkan. Dari situ muncul ide menghias banjar, memasang bendera negara peserta,” ujarnya pada hari Kamis (18/6/2026).

Disebutkan bendera yang dipasang ini terdiri dari berbagai ukuran. Bendera berbagai negara tersebut ditata rapi dari arah utara hingga selatan sepanjang jalan utama banjar, menciptakan pemandangan yang semarak dan menarik perhatian warga maupun pengguna jalan.

Agus menambahkan, bendera-bendera tersebut dipasang selama turnamen berlangsung. Setelah turnamen usai, bendera akan disimpan kembali.

Uniknya, pemasangan bendera juga dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan turnamen. Negara yang gugur dalam babak penyisihan hingga 16 besar benderanya akan diturunkan dan disesuaikan, sehingga tampilan tetap relevan dengan jalannya kompetisi.

 “Ini murni untuk kebersamaan dan hiburan warga. Selain itu bentuk dukungan warga terhadap negara yang dijagokan saat Piala Dunia,” ungkapnya.

Antusiasme pemuda desa ini tidak hanya berhenti di sepak bola. Saat Hari Kemerdekaan RI tiba, pemuda desa juga sangat bersemangat membuat bendera Merah Putih untuk dipasang secara semarak. "Begitu Hari Kemerdekaan tiba, bendera Piala Dunia diturunkan dan diganti dengan bendera Merah Putih," tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#demam piala dunia #bendera peserta piala dunia #piala dunia 2026 #fifa world cup 2026