TABANAN, Radar Bali.id – Harga sayuran di Pasar Sayur Baturiti, Tabanan mengalami penurunan drastis. Turunnya harga sejumlah komoditas sayur ini selain karena musim panen yang telah tiba sehingga membuat pasokan melimpah.
Baca Juga: Tipu Petani, Duit Dipakai Foya-foya, Pria asal Baturiti Ini akhirnya Dikerangkeng
Ini juga dipengaruhi oleh faktor serapan sayuran yang berkurang akibat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makanan Gizi Gratis (MBG) sedang libur.
Baca Juga: Fenomena Serbuan Lalat di Desa Buahan Kaja, Petani Minta Dibuatkan Inovasi Pengendalian
Hal itu diungkapkan oleh salah seorang pedagang sayur di Baturiti, Ni Made Erni, 44 pada Selasa, 30 Juni 2026. Ia menyebut penurunan harga sayuran terjadi semenjak usai hari raya Galungan dan Kuningan, yang berbarengan dengan liburnya program MBG di sekolah-sekolah karena masa libur semester. Di samping itu, saat ini memang tengah berlangsung musim panen sayuran.
"Jadi wajar saja harga sayuran turun drastis. Harga sebenarnya fluktuatif tergantung dari pasokan dan permintaan," ungkap Erni.
Sejumlah harga sayuran yang alami penurunan tajam di antaranya adalah sayur pokcai. Komoditas yang sebelumnya bertengger di harga Rp 9 ribu per kilogram, kini anjlok menyentuh harga Rp 3 ribu per kilogram. Begitu pula dengan sayuran sawi putih yang turun dari harga Rp 8 ribu per kilogram menjadi Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu per kilogram. Sementara itu, harga sayuran yang paling merosot drastis adalah sayur ijo yang berkisar di angka Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu per kilogram.
"Sementara untuk harga tomat, terong, wortel, buncis, kol, dan kacang-kacangan posisinya masih stabil," ujarnya.
Disinggung apakah ada pengaruh signifikan dari liburnya serapan dapur SPPG di tengah jeda program MBG bagi siswa sekarang ini, Erni menjelaskan bahwa dampak tersebut pasti ada, namun tidak terlalu ekstrem. Sebagai pedagang, selama ini ia tidak hanya menjual sayuran untuk pasokan dapur MBG, melainkan juga mendistribusikannya ke sejumlah pasar tradisional di Denpasar, Badung, dan Tabanan.
Kendati demikian, ia menambahkan semenjak ada program MBG, komoditas sayuran lokal menjadi sangat lumayan terserap. Selain bekerja sama secara langsung dengan dapur SPPG, beberapa karyawan dari dapur MBG juga kerap datang langsung untuk membeli sayur ke Pasar Baturiti.
"Kalau untuk dapur MBG, setiap satu jenis sayuran rata-rata kebutuhan pasokannya bisa mencapai 10 kilogram setiap hari," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita