TABANAN, Radar Bali.id - Menghadapi puncak musim kemarau panjang yang terjadi sekarang ini akibat dampak iklim yang berimbas terhadap penurunan debit sumber mata air minum, Perusahaan Air Minum Perumda Tirta Amertha Buana atau PDAM Tabanan mulai siaga.
Baca Juga: Di Karangasem Krisis Air Bersih Terus Meluas, PMI Salurkan 65 Ribu Liter
Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah menyiagakan truk pengangkut distribusi air minum bagi pelanggan dan masyarakat Tabanan.
Baca Juga: Kemarau Makin Parah, Ratusan Ribu Liter Air Bersih Digelontorkan ke Pelosok Jembrana
Kasubag Humas dan Langganan Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan I Putu Wahyu Untung Suardana mengatakan dari hasil pemetaan tim teknis PDAM Tabanan dengan 28 titik sumber mata air secara umum kondisi masih stabil alias aman di tengah musim kemarau saat ini.
Tetapi ada satu sumber mata air yakni sumber mata air Mekori di Desa Belimbing, Pupuan yang mengalami penurunan debit air.
Dengan adanya debit mata air di Mekori Pupuan yang turun, pihaknya terus melakukan pemantauan. Sebab, dua desa di wilayah itu, yakni Desa Belimbing dan Desa Antosari, rawan dengan distribusi air.
"Langkah yang kami lakukan adalah menyiagakan truk tangki air dengan kapasitas 5.000 liter. Truk ini tetap siaga, bila ada gangguan maka air dapat didistribusikan," ungkap Untung, Minggu (23/8/2026).
Selain mengantisipasi musim kemarau sekarang ini, pihaknya mengintensifkan pemantauan jaringan perpipaan supaya tidak ada kebocoran. Sehingga distribusi air dan kualitas air tetap terjaga kepada sejumlah pelanggan.
Kemudian pula pihaknya terus memantau kondisi pompa-pompa air. Belum lama ini bahkan pihaknya sudah menyalurkan air bersih kepada pelanggan yang ada di Desa Timpag dan sekitar mengingat dilakukan perbaikan Intake di IPA Bendungan Telaga Tunjung.
"Posisi debit air di Bendungan Telaga Tunjung memang turun. Tetapi kondisi distribusi air bersih masih aman. Bahkan dari kajian kami 90 persen debit sumber mata air di wilayah perkotaan Tabanan aman. Seperti wilayah Tabanan, Kediri, Kerambitan, Penebel, Marga," ungkapnya.
Untung menambahkan menghadapi musim kemarau sekarang ini, pihaknya mengingatkan kepada pelanggan air minum PDAM untuk tetap menampung air saat air mengalir dalam kondisi normal. Dengan menggunakan ember, tandon, dan bak penampung.
Selanjutnya menghemat penggunaan air untuk kebutuhan prioritas seperti minum dan memasak.
"Tidak lupa pula untuk tetap menjaga kualitas dan kebersihan di air tampungan agar bebas dari jentik nyamuk," pungkasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali