TABANAN, Radar Bali.id– Bagi para pencinta alam dan wisatawan yang berencana mendaki Gunung Batukaru melalui jalur Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, diimbau untuk menahan diri.
Baca Juga: Jalan Raya Sesetan Denpasar DItutup Besok untuk Pentas Calonarang! Cek Rute Pengalihannya
Jalur pendakian via Pura Malen di desa setempat ditutup sementara oleh pihak Desa Adat Pujungan mulai 5 September 2026 hingga 20 September 2026.
Baca Juga: Jalan Waribang Kesiman Ditutup Total 12-15 Agustus 2026, Cek Jalur Alternatifnya
Perbekel Desa Pujungan I Gede Rima Yasa mengatakan, penutupan jalur pendakian selama dua minggu ini diberlakukan berdasarkan hasil rapat (paruman) dan kesepakatan bersama krama desa, tokoh adat, serta masyarakat.
Kebijakan tersebut diterapkan lantaran di wilayah setempat akan digelar upacara Dewa Yadnyana Ngusabha Nini (Ngusabha Negtegang) Pujawali Purnamaning Sasih Kapat Warsa 2026. ”Kami pun sudah melayangkan surat imbauan kepada para pendaki Gunung Batukaru. Kebijakan ini berlaku mulai 5 September 2026 mendatang,” ujar Rimayasa, Selasa, 1 September 2026.
Selain persiapan upacara Pujawali, pembersihan dan perbaikan jalan menuju Puncak Kedaton serta pelinggih-pelinggih di kawasan puncak juga menjadi alasan penutupan. Pihak desa adat juga akan melangsungkan upacara pecaruan dan piodalan di Pura Puncak Kedaton.
Pertimbangan lainnya adalah antisipasi risiko kebakaran hutan akibat musim kemarau. ”Di puncak Gunung Batukaru dan jalur pendakian Pujungan beberapa pohon sudah mulai meranggas. Itu juga yang kami antisipasi agar tidak terjadi kebakaran,” tuturnya.
Rimayasa menambahkan, penutupan dilakukan demi menjaga kelancaran dan kesucian seluruh prosesi upacara. Pengecualian hanya diberikan bagi peneliti yang mengantongi izin resmi dari instansi terkait, yang pelaksanaannya tetap di bawah pengawasan ketat Desa Adat Pujungan.
”Kami berharap semua pihak menghormati keputusan ini dan menghormati kesucian dari upacara,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali