Kemarau Panjang Mengering, BPBD Tabanan Pasok Ribuan Liter Air Bersih ke Selemadeg Barat

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 07:24 WIB
BAGIKAN AIR BERSIH : BPBD Tabanan melakukan suplai air bersih kepada warga di Desa Tiying Gading dan Desa Antosari, Selemadeg Barat Tabanan. (Juliadi)
BAGIKAN AIR BERSIH : BPBD Tabanan melakukan suplai air bersih kepada warga di Desa Tiying Gading dan Desa Antosari, Selemadeg Barat Tabanan. (Juliadi)

TABANAN, Radar Bali.id - Suplai air bersih terhadap warga yang mengalami kesulitan air di tengah dampak kemarau panjang kembali dilakukan oleh tim BPBD Tabanan.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Meluas di Jembrana, Warga akhirnya Mandi dan Mencuci di Sungai

Suplai air bersih kali ini menyasar tiga banjar dinas di dua desa yang berada di wilayah Selemadeg Barat, Tabanan, dengan total 183 kepala keluarga (KK) terdampak.

Baca Juga: Dampak Kemarau Panjang di Jembrana: 1.048 KK Krisis Air Bersih, BPBD Bikin Penampungan

Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengatakan musim kemarau panjang saat ini mulai terasa dampaknya. Salah satunya adalah keterbatasan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Selemadeg Barat.

"Beberapa hari lalu kami diminta bantu suplai air bersih lagi oleh PDAM Tabanan. Dengan lokasi tiga banjar dinas yang berada di dua desa," kata Srinadha pada Selasa (6/10/2026).

Berdasarkan laporan tim TRC BPBD Kabupaten Tabanan yang melakukan pendistribusian air bersih bersama PDAM Tabanan, lokasi distribusi meliputi Banjar Anyar, Desa Tiying Gading sebanyak 5.000 liter air untuk 62 KK. Selanjutnya di Banjar Dinas Uma Seka, Desa Antosari sebanyak 5.000 liter air untuk 60 KK, dan Banjar Dinas Tiying Gading, Desa Tiying Gading sebanyak 5.000 liter air untuk 61 KK.

Droping air bersih bagi warga di wilayah Desa Tiying Gading dan Desa Antosari secara bergantian sudah dilakukan sejak sebulan yang lalu. Meski jadwal utama diatur oleh PDAM, BPBD Tabanan selalu siap membantu penyuplai air.

"Jadwal seutuhnya PDAM, tapi kami siap sedia jika diminta bantuan kami untuk menyalurkan air bersih," jelasnya.

Ia menambahkan, kesulitan air bersih di dua desa tersebut rata-rata disebabkan oleh penurunan debit air minum milik PDAM akibat penyusutan sumber mata air di wilayah Mekori Belimbing dan beberapa sumber air lainnya. Bahkan kesulitan air bersih juga terjadi pada wilayah Pupuan.

"Kami belum lama ini sempat melakukan penyaluran air bersih ke warga yang memiliki hajatan nikah atau nganten di daerah Belatungan, Pupuan," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
distribusi air bersih kemarau kering krisis air bersih BPBD Tabanan