TABANAN, Radar Bali.id – Lonjakan antrean warga yang berburu Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Tabanan kian memprihatinkan.
Antrean kendaraan tampak mengular hingga mencapai satu kilometer di sejumlah titik. Kondisi ini makin diperparah dengan cuaca terik dan suhu udara yang sangat panas.
Baca Juga: Gegara Krisis BBM, Pemkab Karangasem Terapkan WFH Tiga Hari dan Sekolah Daring
Akibatnya, sejumlah warga dilaporkan mendadak tumbang dan pingsan karena kelelahan setelah berdiri berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Baca Juga: Dewa Ratu!Dampak Kelangkaan BBM di Jembrana: Tiga Warga Pingsan saat Mengantre, Satu Sempat Kejang
Menyikapi situasi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil langkah cepat dengan menerjunkan petugas medis serta menyiagakan armada ambulans di tempat-tempat pengisian bahan bakar.
Belasan tim Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) gabungan dari Puskesmas hingga rumah sakit diterjunkan langsung ke lapangan untuk bersiaga.
Kepala Dinkes Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk mitigasi cepat guna memberikan penanganan medis awal bagi masyarakat yang mengalami pusing atau pingsan akibat terik matahari dan kelelahan.
"Tim medis yang kami siagakan ini adalah gabungan dari petugas kesehatan yang ada di puskesmas dan rumah sakit, baik negeri maupun swasta di seluruh wilayah Tabanan," ungkapnya, Rabu, 14 Oktober 2026.
dr. Bagus Surya menambahkan, tim medis dan unit ambulans tersebut telah disebar secara merata di 14 titik SPBU di wilayah Tabanan. Petugas bekerja dalam sistem sif bergantian, mulai dari pagi hingga sore dan dilanjutkan sore hingga malam hari.
"Tim ini dilengkapi peralatan dan perlengkapan pengobatan jika ada warga yang pingsan atau kelelahan saat antre BBM, sehingga bisa langsung diberikan pertolongan pertama di lokasi," terangnya.
Penyiagaan tim medis dan ambulans ini dipastikan akan terus berlangsung sampai pasokan BBM kembali stabil dan antrean mengular di SPBU terurai.
"Kami turunkan tim medis dan ambulans untuk memastikan bahwa pemerintah hadir memberikan keselamatan dan kenyamanan seluruh warga, agar tidak berdampak buruk pada kesehatan masyarakat," tegasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali