RadarBali.id- Pembobolan akun atau aksi kejahatan siber bisa terjadi dan menyerang siapa saja setiap saat. Nah, untuk mencegah pembobolan itu bisa dilakukan sejujmlah jurus.
Karena penting bagi kita untuk bisa mengantisipasi hal tersebut. Cara paling sederhana adalah merahasiakan kata sandi atau password kita yang sekarang seluruhnya hampir ada di perangkat genggam kita untuk berbagai keperluan dari mulai media sosial sampai akun perbankan.
Terkait hal tersebut, penasihat NetVoucherCodes mengatakan, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan supaya password kita aman. Salah satunya adalah membuatnya sekuat mungkin di awal.
Menggunakan informasi pribadi seperti nama jalan atau hewan peliharaan dan nama keluarga sangat perlu untuk dihindari. Sebagai gantinya, mereka mengatakan untuk memilih kata sandi yang aman setidaknya delapan karakter, menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil, simbol, dan angka.
“Saat seseorang menemukan salah satu kata sandi Anda, kemungkinan besar mereka akan menargetkan akun Anda yang lain, terutama aplikasi perbankan Anda. Peretas dapat mencoba masuk ke email Anda dan mengubah kata sandi di semua akun Anda, memberi mereka akses penuh ke informasi Anda," jelas John Stirzaker, pakar konsumen di NetVoucherCodes dilansir via Mirror.
Pertama jangan gunakan kata sandi atau password yang sama di setiap akun. Jika seorang peretas memecahkan satu kata sandi dan itu digunakan untuk semua akun Anda yang lain, mereka akan memiliki akses penuh ke informasi Anda dan kemungkinan detail bank.
Kedua, kata sandi yang perlu dihindari pertama kali adalah nama hewan peliharaan. Nama hewan peliharaan Jika Anda memiliki foto hewan peliharaan di media sosial Anda, calon peretas dapat menguji nama tersebut saat masuk ke akun Anda, ini juga merupakan pertanyaan keamanan bank yang umum.
Selanjutnya, jangan menggunakan kata sandi yang mudah ditebak. Misalnya 'kata sandi' itu sendiri atau semacamnya 'kata sandi 1'. Ini biasanya langkah pertama yang akan diuji oleh penjahat online, terutama jika mereka menganggap Anda kurang paham teknologi.
Kemudian, kalau mengganti, ganti sepenuhnya. Menempatkan angka misalnya '1' setelah nama secara umum Jika Anda telah mengubah kata sandi setelah melihat upaya yang tidak biasa untuk masuk ke akun Anda, jangan hanya memasukkan '1' saja setelah kata sandi Anda, karena peretas dapat mengujinya. Ubah sepenuhnya.
Penting juga untuk tidak menggunakan password dengan nama keluarga. Hindari penggunaan nama belakang Anda di kode sandi atau penyebutan apa pun bahkan dengan karakter khusus sesudahnya. Ini adalah kode yang mudah diprediksi oleh peretas dan memungkinkan mereka mengakses informasi Anda lebih cepat.
Selain itu, jangan gunakan deret angka berurutan. Memiliki '1234' dalam kata sandi adalah kode yang mudah diretas, jadi buat kata sandi seunik mungkin saat menggunakan angka atau karakter khusus. Bisa juga dikombinasikan dengan huruf besar atau simbol lainnya.
Terakhir, jangan menggunakan nama jalan, alamat rumah sebagai kata sandi. Nama jalan adalah salah satu bagian informasi yang paling mudah ditemukan oleh peretas. Jika Anda memiliki nama jalan yang khas, peretas dapat menggunakan informasi tersebut untuk masuk ke akun Anda. [JPG/jawapos]
Editor : Hari Puspita