Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bahaya Malware: Jenis Ancaman dan Cara Menghadapinya

M.Ridwan • Selasa, 31 Oktober 2023 | 04:01 WIB

PERUSAK SISTEM IT: Ilustrasi malware ibarat malapetaka di bidang teknologi informatika.
PERUSAK SISTEM IT: Ilustrasi malware ibarat malapetaka di bidang teknologi informatika.

DENPASAR, radarbali.id – Teknologi Informatika yang berkembang pesat, membuat banyak orang bergantung dengan kecanggihan software dan internet, karena memang dapat membantu banyak pekerjaan manusia. Meski demikian, banyaknya pengguna juga diiringi dengan banyaknya malware berbahaya.

Malware, yang merupakan kependekan dari malicious software, adalah perangkat lunak yang dirancang dengan tujuan merusak, menyusup, atau membahayakan komputer atau sistem. Malware secara harfiah merupakan kode berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Nah sebelum membahas bahaya malware dan cara menghadapinya, maka alangkah baiknya jika kamu juga mengetahui difinisi dari malware dan memahami ancaman seperti apa yang akan ditimbulkan dari sebuah malware. Tujuannya agar computer kamu tidak terinveksi malware.

Apa itu Malware?

Malware adalah program yang dibuat secara khusus untuk menyusup ke dalam sistem dan tetap berada di dalamnya tanpa sepengetahuan pemilik sistem. Biasanya, malware menyamar sebagai program yang bersih dan tidak mencurigakan. Tujuan dari malware ini beragam, mulai dari mengganggu operasi sistem, mencuri informasi rahasia, hingga memata-matai pengguna komputer.

Malware juga memiliki beberapa nama lain seperti badware dan di dokumen legal, malware lebih sering disebut sebagai computer contamination (kontaminasi sistem komputer). Sehingga apabila kamu melihat kata itu, itu hanyalah cara lain untuk menyebut malware.

Efek dari malware dapat sangat berbahaya, terutama jika menyerang jaringan sistem dalam sebuah organisasi. Kerusakan dan gangguan yang disebabkan oleh malware dapat meluas dan memerlukan upaya pemulihan yang ekstensif. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami jenis-jenis malware yang ada dan cara mengatasinya.

Jenis-Jenis Malware

Ada berbagai jenis malware yang dapat kita temui di era digital saat ini. Dalam penelitian terbaru, ditemukan bahwa jenis malware yang paling umum adalah Trojans dan worms, sedangkan virus mengalami penurunan dalam jumlah. Selain itu, malware juga telah mulai menargetkan perangkat mobile seperti smartphone dan tablet.

Berikut adalah beberapa jenis malware yang perlu kita ketahui:

1. Virus

Virus adalah jenis malware yang sudah ada sejak lama. Virus bekerja dengan cara mereplikasi dirinya sendiri ke dalam program lain. Mereka dapat menyebabkan kerusakan sistem komputer dan sulit dideteksi tanpa bantuan program antivirus.

Pada dasarnya, virus datang tanpa diundang, bersembunyi di dalam sebuah sistem dan biasanya bekerja tanpa jejak yang jelas. Inilah yang membuat mereka sangat mematikan.Virus bersembunyi di dalam file komputer, dan komputer harus menjalankan file itu dengan kata lain, menjalankan kode itu, agar virus melakukan pekerjaan kotornya.

Pada intinya, virus tidak lain hanyalah kode atau program menular yang menempel pada software lain dan biasanya memerlukan interaksi manusia untuk diperbanyak. Ini adalah bagaimana virus diklasifikasikan lebih lanjut, tergantung pada apakah mereka berada dalam binary executables, file data, atau di boot sector dari hard drive sistem tertentu.

2. Worms

Worms adalah jenis malware yang menyebar dengan cara mereplikasi dirinya sendiri tanpa menargetkan atau menginfeksi file tertentu. Mereka dapat menghancurkan data di dalam komputer dan menggunakan jaringan komputer untuk menyebar.

Hal yang membedakan worms dari virus adalah cara kerjanya. Virus memasukkan diri mereka ke dalam file yang sudah ada sementara worms hanya masuk ke dalam komputernya.

3. Trojan

Trojan adalah program jahat yang menyamar sebagai program yang berguna bagi komputer. Mereka dapat mencuri informasi pribadi pengguna, seperti password dan detail akun bank.

Istilah ini sendiri berasal dari cerita Yunani kuno tentang sebuah kuda kayu yang digunakan untuk menyerang kota Troy secara diam-diam. Trojan horses di komputer juga menggunakan cara yang sama untuk menyerang komputermu.

4. Rootkit

Rootkit adalah kumpulan software yang dirancang untuk memungkinkan malware mengumpulkan informasi tanpa sepengetahuan pengguna. Mereka bekerja di balik layar dan sulit dideteksi dan dihapus.

Cara mendeteksi rootkit tidaklah mudah karena jenis malware ini biasanya sering bisa menumbangkan software yang menempatkannya. Menghapus rootkit juga sama rumitnya dan dalam beberapa kasus hampir tidak mungkin, apalagi jika rootkit tinggal di dalam kernel sebuah sistem operasi. Menginstal ulang OS terkadang menjadi satu-satunya solusi untuk benar-benar menyingkirkan rootkit yang sudah advance. ***

5. Ransomware

Ransomware adalah jenis malware yang paling merusak. Mereka mengenkripsi file korban dan meminta pembayaran tebusan untuk mendekripsinya. Tidak ada jaminan bahwa pembayaran tebusan akan mengembalikan akses ke data atau mencegah penghapusan data.

Serangan ransomware awalnya mendapat popularitas di Rusia, namun jenis penipuan ini sekarang semakin populer di dunia internasional. Mereka biasanya dilakukan dengan menggunakan Trojan yang dilengkapi dengan muatan yang disamarkan sebagai file yang sah.

6. Keylogger

Keylogger adalah software yang merekam semua informasi yang diketik menggunakan keyboard. Mereka dapat mencuri username, password, dan informasi sensitif lainnya.

Keyloggers mengumpulkan informasi dan kemudian mengirimnya kepada penyerang. Penyerang kemudian akan mengeluarkan informasi sensitif seperti username dan password serta detail kartu kredit dari data-data yang dikumpulkan keyloggers.

7. Grayware

Grayware adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan aplikasi dan file yang tidak diinginkan, tetapi bukan malware. Mereka dapat mempengaruhi kinerja komputer dan menyebabkan risiko keamanan.

8. Browser Hijacker

Browser hijacker adalah software yang mengubah pengaturan browser web tanpa izin pengguna. Mereka dapat menampilkan iklan yang tidak diinginkan dan mengarahkan pengguna ke situs yang tidak diinginkan.

9. Rogue Security Software

Rogue Security Software adalah software palsu yang menipu pengguna dengan membuat mereka percaya bahwa komputer mereka terinfeksi dan memaksa mereka untuk membeli software keamanan palsu.

10. Backdoor

Backdoor adalah portal yang tidak terdokumentasi yang memungkinkan akses ilegal ke sistem komputer. Mereka dapat digunakan oleh hacker untuk mendapatkan akses ke sistem atau data.

Cara Menghadapi Malware

Untuk menghadapi ancaman malware, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan:

  1. Gunakan software antivirus/antimalware untuk melindungi sistem komputer kita. Pastikan untuk selalu menjalankan update dan melakukan scan secara berkala.
  2. Hindari mengklik link atau membuka lampiran email yang tidak dikenal atau mencurigakan.
  3. Selalu berhati-hati saat menginstal software baru dan periksa dengan teliti opsi-opsi instalasi yang ditawarkan.
  4. Pastikan sistem operasi dan software kita selalu terupdate dengan versi terbaru.
  5. Lakukan backup data secara rutin untuk menghindari kehilangan data akibat serangan ransomware.
  6. Gunakan password yang kuat dan ganti secara berkala.
  7. Nonaktifkan pop-up pada browser dan periksa dengan teliti proses instalasi software baru untuk memastikan tidak ada software tambahan yang terinstal secara tidak disengaja.

Dengan memahami bahaya dari malware dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi sistem, maka kamu dapat mengurangi risiko dan menjaga keamanan komputer. Tetap waspada dan selalu mengikuti perkembangan teknologi keamanan yang terbaru untuk menjaga sistem tetap aman dari ancaman malware. ***

Editor : M.Ridwan
#merusak #malware #sofware #teknologi informatika #bahaya malware