Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sharing Ilmu Pemanfaatan AI, Pelaku UMKM di Bali Dapat Suntikan Jurus Pemasaran Baru

Tim Redaksi • Sabtu, 10 Mei 2025 | 15:43 WIB
DIGITALISASI: AVP Eksternal Relation PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Sabri Rasyid ketika mengawali materi pelatihan.
DIGITALISASI: AVP Eksternal Relation PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Sabri Rasyid ketika mengawali materi pelatihan.

BANGLI, radarbali.jawapos.com – Antusiasme dan semangat diekspresikan pelaku UMKM di Bali saat mengikuti pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Rumah BUMN Bangli, Jumat 9 Mei 2025. Mereka serasa mendapat ilmu berharga untuk memasarkan produknya. 

Semangat peserta dipicu dari motivasi yang diberikan pemateri AVP Eksternal Relation PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Sabri Rastyid ketika mengawali materi pelatihan.

"Kita semakin powerfull kalau menguasai AI. Jadi jangan mau dikalahkan oleh AI," tandas Sabri kepada puluhan pelaku UMKM dari Gianyar, Bangli dan Karangasem.

 Baca Juga: Digiland 2025 Siap Digelar, Telkom Dapat Dukungan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Untuk lebih memompa semangat peserta, Sabri memilih memberikan materi tanpa  teoritis, melainkan lebih mengajak melakukan praktik bersama.

Materi pelatihan diawali dengan mengenalkan dan mengajak peserta menggunakan chatbot AI baik yang gratis sampai berbayar. Peserta kemudian diajak membuat caption dengan bantuan AI yang bisa menentukan keberhasilan penjualan produk.

"Jualan secara digital itu memakai caption. Ayo kita coba membuat caption yang akan diposting di IG, TikTok, X dan lainnya," ajak Sabri.

 Baca Juga: Perkuat Bisnis Digital, Telkom Catat Pendapatan Konsolidasi Rp36,6 Triliun di Awal Tahun 2025, IndiHome Tumbuh Impresif

Sebelum melangkah lebih lanjut, peserta dibagikan tips penting tentang bagaimana menjinakkan AI saat membuat caption.

Menurutnya, AI adalah teknologi cerdas, tapi tidak punya rasa. "Karena itu ketika membikin caption kita harus paksa AI menuruti rasa kita.  Harus berani menegur AI kalau tidak sesuai dengan gaya kita," tandas Sabri.

Sabri kemudian mengambil kaleng bertuliskan kopi luwak Meluwes yang merupakan produk binaan Rumah BUMN Bangli untuk difoto dengan ponsel.

 Baca Juga: Maksimalkan Potensi Warga Binaan Klungkung Dibekali Pelatihan Kewirausahaan

Selanjutnya AI diminta membuat caption dengan dua narasi, serius dan lucu. Dalam hitungan kurang dari 5 menit, AI pun menjawab

"Mantap betul kopi luwak Meluwes. Kemasannya cakep elegan dengan sentuhan emas. Ini pakai arabika Kintamani. Kopi luwak Kintamani terkenal punya cita rasa," tulis AI.

"Gaya elegan dan kuat. Bukan sekadar kopi. Ini warisan rasa dari tanah Bali. Meluwes kopi luwak arabika Kintamani yang kaya karakter dan aroma pilihan bagi yg tahu cara menikmati hidup," tulis AI lagi.

 Baca Juga: Telkom Solution Hadirkan Solusi Digital Inovatif untuk Segmen Market Enterprise Business di Indonesia

Tidak berhenti sampai di sini. AI juga membuatkan tagar untuk produk kopi luwak yang sudah menembus pasar luar negeri ini. "Tinggal kita copy paste lalu masukkan ke caption," ujar Sabri.

Cerdasnya lagi, AI sampai menawarkan versi bahasa Bali untuk membuat caption. "Sok banget AI ini," celetuk Sabri disabut tawa renyah peserta.

Sabri menambahkan, AI juga sangat membantu pelaku UMKM dalam membuat desain kemasan sampai menciptakan foto dan video tentang produk yang akan dijual.

"Jadi AI ini kita anggap karyawan yang siap kerja 24 jam, tidak pernah mengeluh, apalagi minta naik gaji," imbuh Sabri kembali disambut gelak tawa peserta.

 Baca Juga: GRATIS! Diskominfo Tabanan Pasang Wifi di 113 Desa, 463 Titik

"Beruntung sekali saya ikut," ujar Pande Wiranata, owner De Nata Bakery, usaha donat yang salah satunya menyuguhkan topping sambal matah.

Meski baru pertama mengenal dan memanfaatkan AI, dalam pelatihan sehari itu Pande sukass menciptakan dua desain produk untuk usahanya. "Dulu sampai meng-hire admin untuk memposting dan hasil editan desain lebih bagus ini," tuturnya.

Semangat juga ditunjukkan Gusti Ngurah Sinarsa Putra, petani melon premium yang telah menjadi langganan toko swalayan dan super market di Bali.

Petani yang kini mengembangkan agro wisata petik melon di Selat, Karangasem ini mengaku mendapatkan ilmu baru cara membuat caption video untuk diunggah ke media sosial.

"Dulu bisa seharian membikin video dan caption-nya. AI sangat membantu sesuai dengan kemauan dan gaya kita," ujar petani yang memiliki lahan melon 7 hektare ini.***

Editor : M.Ridwan
#Pelatihan AI #telkom #digitalisasi bisnis #Strategi Pemasaran #radarbali