Desa Serangan, Denpasar Selatan, kini jadi sorotan sebagai lokasi proyek percontohan yang revolusioner: Desa Hidrogen Hijau. Inisiatif yang dipelopori oleh CAST Foundation, bersama Meaningful Design Group (MDG) dan Fab Lab Bali, ini menampilkan serangkaian inovasi teknologi bersih berbasis hidrogen yang dikembangkan langsung sesuai kebutuhan masyarakat lokal. Proyek ini disebut sebagai Desa Utak Atik.
SEJUMLAH karya inovasi utama yang dipamerkan di Banjar Tengah, Serangan, adalah HHO Generator untuk Perahu Nelayan. Inovasi ini memungkinkan penyuntikan campuran gas hidrogen dan oksigen ke dalam proses pembakaran mesin perahu.
“Dengan menyuntikkan gas hidrogen-oksigen, konsumsi bahan bakar dapat berkurang signifikan hingga persen dan secara bersamaan mampu menurunkan emisi, sambil tetap menggunakan mesin yang sudah dipercaya para nelayan,” ujar sumber di lokasi.
Inisiatif ini merupakan solusi yang terjangkau dan berbasis kebutuhan, menunjukkan langkah nyata menuju kegiatan melaut yang lebih bersih dan efisien bagi komunitas nelayan.
Inovasi dari Sepeda Listrik Anak Serangan
Selain HHO Generator, proyek ini juga memperkenalkan H₂MINI, sebuah stasiun pengisian daya DC serbaguna bertenaga hidrogen. Stasiun ini dirancang untuk mengisi daya e-bike (sepeda listrik) dan peralatan rumah tangga skala kecil bagi komunitas pulau dan pesisir.
Ide ini berawal dari pengamatan bahwa anak-anak di Serangan sangat mengandalkan sepeda listrik untuk mobilitas sehari-hari mereka. Inovasi ini menegaskan bahwa teknologi maju dapat diadaptasi dengan konteks sosial dan budaya lokal.
Wan Zaleha Radzi, selaku Founding Partner CAST Foundation, mengatakan bahwa proyek ini menghadirkan model pembangunan alternatif.
“Model ini memadukan teknologi bersih, kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat untuk menjawab tantangan pembangunan dan transisi energi di Indonesia,” jelas Wan Zaleha, Senin (8/12).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Desa Hidrogen Hijau dikembangkan dengan pendekatan bottom-up, yang menempatkan masyarakat desa, bukan sekadar penerima teknologi, tetapi sebagai pelaku utama inovasi.
Membangun Percaya Diri Anak Muda di Kios Utak Atik
Sebagai bagian integral dari program ini, tim mendirikan Kios Utak Atik, sebuah ruang bersama permanen di Desa Serangan. Ruangan ini menjadi pusat belajar dan bereksperimen dengan teknologi.
Anak-anak dan remaja Serangan dilibatkan secara langsung dalam berbagai kegiatan seperti perakitan, perbaikan perangkat, dan pengenalan teknologi energi bersih.
“Lokakarya yang kami lakukan bertujuan menumbuhkan daya pikir kritis generasi muda Serangan agar mereka akrab dengan teknologi dan dapat menjadi pelaku utama masa depan berkelanjutan di daerahnya,” tambahnya.
Proyek Desa Hidrogen Hijau di Serangan ini melibatkan kelompok peneliti dan inovator lokal maupun internasional dari berbagai keahlian, mulai dari desain, teknik, biologi, hingga pengembangan proyek taraf internasional.
Demokratisasi Teknologi oleh Ilham Habibie
Ilham Habibie, yang juga menjabat sebagai Founding Partner CAST Foundation dan Meaningful Design Group, turut menyampaikan apresiasinya pada pameran tersebut.
“Di pameran Desa Utak Atik ini, semua orang bisa melihat inovasi terbuka yang melibatkan masyarakat, inovasi rendah biaya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata putra Presiden B.J. Habibie ini.
Menurut Ilham Habibie, demokratisasi teknologi sangat penting karena membuka dan memberikan kesempatan kepada semua orang untuk berinovasi.
“Masyarakat Indonesia itu mampu dan bisa bersaing dalam bidang inovasi dan teknologi, asalkan diberi kesempatan, diberi arahan, dan dibangun kepercayaan dirinya,” tandasnya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Koalisi Bali Emisi Nol Bersih (Koalisi Bali ENB) 2045 dan didukung penuh oleh ViriyaENB.[*]
Editor : Hari Puspita