DENPASAR, Radar Bali.id – Prestasi gemilang di kancah internasional kembali ditorehkan oleh talenta muda Bali.
Dua siswa SMA Katolik Santo (St.) Yoseph Denpasar, Victor Nera Umardicha dan Zachary Griffin Handoko, sukses menyabet gelar Juara II dalam kompetisi pemrograman, AI, dan robotika bergengsi dunia, Codeavour 7.0 Internasional 2026.
Ajang yang mempertemukan ratusan inovator muda dari berbagai belahan dunia ini digelar di BINUS University, Alam Sutera, Jakarta, pada 16-17 Mei 2026. Victor dan Zachary yang tergabung dalam Team Cyber Bot United berhasil menyisihkan ratusan pesaing melalui seleksi yang sangat ketat.
Baca Juga: Koding Akademi Sukses Gelar Coding and Robotic Competition 2024 Lahirkan Para Pengembang Teknologi
Lalui Seleksi Ketat di "International Showdown"
Kompetisi ini berlangsung dalam dua tahap yang menguras kemampuan teknis dan kreativitas.
Pada tahap penyisihan, terdapat kurang lebih 300 peserta yang berlaga. Namun, hanya 50 peserta terbaik yang dinyatakan lolos ke babak final atau yang dikenal dengan sebutan International Showdown.
Wakasek Kesiswaan SMAS Katolik St. Yoseph Denpasar, Pius Leza, M.Pd, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya untuk sekolah (Sanjose), melainkan juga untuk Bali dan Indonesia.
"Kami sangat bangga. Mereka tidak hanya mewakili sekolah, tapi menjadi wajah Indonesia di ajang robotika internasional yang diselenggarakan oleh STEMPedia ini," ungkap Pius Leza saat ditemui di Denpasar, Selasa (19/5/2026).
Dominasi di Kategori Robo Soccer League
Codeavour 7.0 tahun ini menghadirkan tiga kategori utama, yakni Innovation and Entrepreneurship, Wellness Wave AI-Robo Challenge, dan Robo Soccer League. Tim Cyber Bot United sendiri memilih bertarung di kategori Robo Soccer League.
Dalam kategori ini, peserta ditantang untuk membangun dan memprogram robot yang dirancang khusus untuk mampu bermain sepak bola secara kompetitif di arena.
Dukungan untuk Masa Depan Digital
Pihak sekolah dan yayasan berkomitmen untuk terus mendukung siswa yang memiliki minat di bidang AI dan robotika, termasuk memfasilitasi mereka menuju perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.
Senada dengan hal tersebut, Tenaga Ahli Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial, Jumail, yang membuka acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi.
Ia menegaskan bahwa coding dan AI kini telah menjadi kebutuhan mendesak (urgensi) dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
Ajang internasional ini terselenggara atas kolaborasi STEMPedia, Future Skills Education Foundation, dan KodeKiddo Indonesia—lembaga pelopor pembelajaran coding anak yang berpusat di Silicon Valley, AS. Kompetisi Codeavour 7.0 2026 ini tercatat sebagai salah satu ajang robotika terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia.[*]
Editor : Hari Puspita