RADAR BALI - Bali United FC akhirnya kembali meraih kemenangan penting pada pekan ke-14 BRI Super League 2025/26 hari Minggu (30/11) sore.
Setelah rentetan hasil imbang dan kekalahan dalam beberapa pekan terakhir, Serdadu Tridatu berhasil meraih hasil positif atas pemuncak klasemen sementara, Borneo FC Samarinda.
Kemenangan ini terasa istimewa karena Bali United berhasil mematahkan rekor fantastis Skuad Pesut Etam yang sebelumnya mencatatkan 11 kemenangan beruntun tanpa kekalahan di musim ini.
Gol tunggal yang dicetak oleh Kadek Agung pada menit ke-54 menjadi penentu, mengunci kemenangan Bali United dan memastikan tiga poin penuh dari markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda.
Taktik "Gaya Madura United" Lebih Efektif
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengungkapkan rasa syukurnya atas raihan positif ini.
Pelatih asal Belanda ini memuji kerja keras timnya dan mengakui bahwa kemenangan ini diraih berkat kesabaran dan efektivitas taktik.
"Kami sudah bekerja keras di latihan selama 6 bulan terakhir ini. Kami tahu Borneo punya hasil positif sejak awal pekan di musim ini," katanya.
"Kami mampu bermain dengan sabar dan memanfaatkan counter attack untuk bisa menghasilkan sesuatu yang positif dan meraih kemenangan pada laga kali ini," ungkap Coach Johnny Jansen.
Kunci sukses Bali United dalam mengalahkan tim yang dominan seperti Borneo FC di kandangnya adalah penerapan taktik yang sangat disiplin dan pragmatis, yang disebut sebagai strategi "Gaya Madura United."
Kunci utama keberhasilan Bali United mematahkan rekor tak terkalahkan Borneo FC adalah penerapan taktik yang sangat disiplin dan pragmatis.
Yang pertama adalah pertahanan berlapis (deep block). Bali United memilih untuk menumpuk seluruh pemainnya di area pertahanan sendiri, secara konsisten menerapkan marking area dan menggunakan formasi yang fleksibel, terutama dengan lima bek (5-3-2 atau 5-4-1) saat mode bertahan.
Taktik ini sangat efektif karena berhasil memutus ritme serangan Borneo FC, membuat Pesut Etam buntu dan kesulitan menciptakan peluang matang di sepertiga akhir lapangan.
Kedua, Serdadu Tridatu tampil pragmatis dan efektif. Mereka sama sekali tidak beradu dominasi penguasaan bola, terbukti kalah telak dalam statistik possession (hanya 35% berbanding 65% milik Borneo) dan total tembakan (10 berbanding 22).
Namun, Bali United jauh lebih efektif. Dari 10 tembakan yang dilepaskan, 3 di antaranya tepat sasaran, yang salah satunya dikonversi menjadi gol tunggal kemenangan oleh Kadek Agung.
Terakhir, mereka sukses mempermainkan tempo dan mental lawan. Untuk memotong progresi serangan Borneo, Bali United berani melakukan banyak pelanggaran di luar kotak penalti (tercatat hingga 16 kali).
Semua pelanggaran itu bertujuan menghentikan aliran bola lawan di momen krusial.
Selain itu, mereka juga dinilai menggunakan "permainan ulur-ulur waktu" saat sudah unggul, sebuah strategi non-teknis yang efektif mengganggu konsentrasi dan memancing frustrasi pemain Borneo FC yang sedang mendominasi pertandingan.
Borneo FC Akui Gol Cepat Bali United Ubah Permainan
Di sisi tuan rumah, tren kemenangan beruntun Borneo FC di kandang harus terpatahkan oleh Bali United dalam laga di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (30/11) sore.
Pemain Borneo FC Christophe Nduwarugira mengakui bahwa pertandingan kemarin bukanlah hari keberuntungan bagi Pesut Etam.
"Pertandingan ini mungkin bukan hari keberuntungan kami. Kami sudah usaha, kerja keras, kasih 100 persen. Tapi kadang hasilnya tidak maksimal," ungkap Christophe usai laga.
Meski demikian, pemain asal Burundi itu menegaskan timnya akan tetap solid. Kekalahan pertama ini harus dijadikan sebagai pelajaran agar mereka tampil lebih baik lagi pada pertandingan berikutnya.
"Ini harus jadi pelajaran. Kita harus bangkit secepatnya. Kita satu tim yang solid dan punya mentalitas kuat. Di mana pun kita main, targetnya tetap tiga poin," tegasnya.
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundez menunjukkan sikap legawa. Ia menilai jalannya pertandingan memang sulit bagi timnya setelah Bali United mencetak gol lebih dulu.
Menurutnya, gol tersebut mengubah arah permainan karena tim tamu langsung menerapkan strategi bertahan ketat.
"Sebelum mereka cetak gol, kita punya beberapa peluang. Tapi tidak kita selesaikan jadi gol. Itu sepak bola. Mereka dapat peluang dan cetak gol. Setelah itu jadi sangat sulit karena mereka pakai strategi bertahan," jelas Fabio.
Fabio juga menanggapi keraguan publik soal performa timnya jelang jadwal berat, dengan memastikan timnya masih berada di jalur positif.
"Dalam 12 pertandingan kami kumpulkan 33 poin. Kami hanya kalah satu. Kalau ada yang ragu sama kami, berarti mereka tidak mengerti sepak bola," ujarnya.
"Yang penting kami bisa terus ciptakan peluang dan selesaikan dengan baik," lanjutnya.
Dengan kemenangan ini, Bali United mengoleksi 17 poin dari 4 kemenangan, 4 kekalahan, dan 5 hasil imbang pada awal musim ini.***
Editor : Ibnu Yunianto