alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Duh Terlalu, Jalan Alternatif Tukad Ampel – Bulan Cuma Mulus Sebagian

KUBUTAMBAHAN – Kondisi ruas Jalan Bali Mandara di Banjar Dinas Tukad Ampel, Desa Kubutambahan, benar-benar memprihatinkan.

Ruas jalan sepanjang tiga kilometer lebih itu, ternyata dalam kondisi benyah latig. Jalan bahkan belum diaspal selama puluhan tahun.

Ruas jalan itu sebenarnya terbilang menipu. Dari tepi Jalan Raya Singaraja-Amlapura, jalan memang mulus.

Hanya saja kondisi jalan yang mulus itu berakhir di depan pintu masuk SMKN Bali Mandara. Tak sampai seratus meter di sebelah selatan pintu masuk SMK, jalan sudah mulai rusak.

Saat Jawa Pos Radar Bali melintas di ruas jalan tersebut, kerusakan sudah cukup parah. Sepeda motor matic benar-benar kesulitan melintas di ruas jalan tersebut.

Apalagi di jalur menanjak. Sebagian besar hanya berupa batu, lantaran aspal sudah mengelupas. Salah satu warga setempat, Wayan Yasa menuturkan, ruas jalan itu terakhir kali diaspal pada tahun 1985.

Baca Juga:  Warga RSS Kayubuntil Ajukan PTSL, Alihkan Hak Jadi SHM

“Kalau jalan di depan (sekolah) Bali Mandara itu rasanya sekitar tahun 2015. Tapi tidak tahu kenapa kok di selatan sekolah ini nggak diaspal juga,” keluhnya.

Menurut Yasa, ruas jalan tersebut sebenarnya terbilang vital. Sebab sebagai jalur alternatif menuju Desa Bulian.

Bahkan ruas jalan itu juga bisa tembus ke Desa Depeha hingga akhirnya ke Kintamani. Kerap kali sejumlah pengendara yang mengikuti petunjuk GPS, melalui ruas jalan tersebut.

“Tapi, biasanya sampai di depan rumah saya ini, mereka sudah balik. Sering ada yang tanya, jalan ke atas bagus apa tidak. Masalahnya nggak ada,” katanya.

Selama ini warga hanya melakukan perbaikan secara swadaya. Itu pun hanya di jalur tanjakan “Kalau di tanjakan ada yang bagus, itu hasil swadaya warga di sini.

Baca Juga:  Ribuan Benih Ikan Ditebar di Pantai Penimbangan Buleleng

Biar bisa lewat saja. Sisanya cuma jalan gladah saja,” katanya lagi. Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng, Ketut Suparta Wijaya saat dikonfirmasi, tak menampik kondisi tersebut.

Suparta mengatakan ruas jalan tersebut akan segera diperbaiki pada tahun 2019 ini. “Itu memang ruas jalan milik kabupaten. Rencananya kami lakukan perbaikan tahun 2019 ini. Anggarannya sudah kami siapkan,” kata Suparta.

Lebih lanjut Suparta mengatakan, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 4,3 miliar. Namun anggaran tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi ruas Jalan Bali Mandara saja.

Dana itu juga diperuntukkan bagi perbaikan ruas jalan Sanih-Bulian sepanjang 1,1 kilometer. Rencananya tender untuk perbaikan kedua ruas jalan itu, akan dijadikan dalam satu paket pekerjaan. 



KUBUTAMBAHAN – Kondisi ruas Jalan Bali Mandara di Banjar Dinas Tukad Ampel, Desa Kubutambahan, benar-benar memprihatinkan.

Ruas jalan sepanjang tiga kilometer lebih itu, ternyata dalam kondisi benyah latig. Jalan bahkan belum diaspal selama puluhan tahun.

Ruas jalan itu sebenarnya terbilang menipu. Dari tepi Jalan Raya Singaraja-Amlapura, jalan memang mulus.

Hanya saja kondisi jalan yang mulus itu berakhir di depan pintu masuk SMKN Bali Mandara. Tak sampai seratus meter di sebelah selatan pintu masuk SMK, jalan sudah mulai rusak.

Saat Jawa Pos Radar Bali melintas di ruas jalan tersebut, kerusakan sudah cukup parah. Sepeda motor matic benar-benar kesulitan melintas di ruas jalan tersebut.

Apalagi di jalur menanjak. Sebagian besar hanya berupa batu, lantaran aspal sudah mengelupas. Salah satu warga setempat, Wayan Yasa menuturkan, ruas jalan itu terakhir kali diaspal pada tahun 1985.

Baca Juga:  Larangan Mudik Berakhir, Penumpang di Padangbai Masih di Bawah Normal

“Kalau jalan di depan (sekolah) Bali Mandara itu rasanya sekitar tahun 2015. Tapi tidak tahu kenapa kok di selatan sekolah ini nggak diaspal juga,” keluhnya.

Menurut Yasa, ruas jalan tersebut sebenarnya terbilang vital. Sebab sebagai jalur alternatif menuju Desa Bulian.

Bahkan ruas jalan itu juga bisa tembus ke Desa Depeha hingga akhirnya ke Kintamani. Kerap kali sejumlah pengendara yang mengikuti petunjuk GPS, melalui ruas jalan tersebut.

“Tapi, biasanya sampai di depan rumah saya ini, mereka sudah balik. Sering ada yang tanya, jalan ke atas bagus apa tidak. Masalahnya nggak ada,” katanya.

Selama ini warga hanya melakukan perbaikan secara swadaya. Itu pun hanya di jalur tanjakan “Kalau di tanjakan ada yang bagus, itu hasil swadaya warga di sini.

Baca Juga:  Jadi Kadis PU Tabanan usai Kantor Digeledah KPK, Raka Icwara Mundur

Biar bisa lewat saja. Sisanya cuma jalan gladah saja,” katanya lagi. Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng, Ketut Suparta Wijaya saat dikonfirmasi, tak menampik kondisi tersebut.

Suparta mengatakan ruas jalan tersebut akan segera diperbaiki pada tahun 2019 ini. “Itu memang ruas jalan milik kabupaten. Rencananya kami lakukan perbaikan tahun 2019 ini. Anggarannya sudah kami siapkan,” kata Suparta.

Lebih lanjut Suparta mengatakan, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 4,3 miliar. Namun anggaran tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi ruas Jalan Bali Mandara saja.

Dana itu juga diperuntukkan bagi perbaikan ruas jalan Sanih-Bulian sepanjang 1,1 kilometer. Rencananya tender untuk perbaikan kedua ruas jalan itu, akan dijadikan dalam satu paket pekerjaan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/