alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Cegah Munculnya Klaster Pasar, Intensif Semprot Disinfektan ke Pasar

SINGARAJA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng terus mengintensifkan upaya pencegahan covid-19.

Terutama di fasilitas publik seperti pasar tradisional. Satgas tak mau nantinya muncul klaster baru penyebaran covid-19 di areal pasar tradisional.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengungkapkan, dari hasil evaluasi perkembangan pandemi selama 9 bulan terakhir, tak ada klaster penyebaran yang terjadi di fasilitas publik.

Satgas pun bisa sedikit bernafas lega, karena potensi penyebaran pada fasilitas publik cukup sulit ditangani.

Salah satu fasilitas publik yang rentan menjadi sumber penularan covid-19 adalah pasar tradisional.

Syukurnya dalam kurun waktu 9 bulan terakhir, pasar induk di Kabupaten Buleleng tak pernah menjadi sumber penularan covid-19.

Baca Juga:  Banyak Jembatan di Jalan Denpasar-Gilimanuk Hampir Berusia Seabad

Satu-satunya pasar yang menjadi klaster penularan adalah Pasar Desa Bondalem. “Memang yang kami khawatirkan itu klaster pasar.

Karena begitu klaster pasar muncul, penanganannya akan sulit sekali dan butuh waktu yang relatif lama. Syukurnya di pasar induk tidak ada kasus, hanya ada di pasar desa saja,” kata Suyasa.

Sebagai langkah antisipasi, satgas kini berusaha semaksimal mungkin melakukan pencegahan dan penerapan protokol kesehatan di areal pasar tradisional.

Sehingga pasar tak sampai menjadi klaster penularan covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan ialah penyemprotan disinfektan secara berkala di pasar tradisional.

“Setiap hari kami lakukan penyemprotan pada pagi hari dan sore hari. Sehingga bisa menekan potensi penularan covid,” kata Suyasa.

Baca Juga:  Tragis! Rela Menantang Maut Demi Rp 50 ribu Sehari

Selain itu satgas juga mengoptimalkan peran Dinas Perdagangan dalam melakukan pengawasan. Sehingga alur keluar masuk pedagang serta pembeli benar-benar baik dan tak terjadi kerumunan.

Pedagang maupun pembeli juga wajib mencuci tangan sebelum beraktivitas di areal pasar. “Pengawasan secara berkala kami lakukan.

Kalau memang tidak sesuai dengan protokol kesehatan, kami tangguhkan aktivitas di pasar itu. Karena klaster ini sangat kami hindari,” tukasnya.



SINGARAJA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng terus mengintensifkan upaya pencegahan covid-19.

Terutama di fasilitas publik seperti pasar tradisional. Satgas tak mau nantinya muncul klaster baru penyebaran covid-19 di areal pasar tradisional.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengungkapkan, dari hasil evaluasi perkembangan pandemi selama 9 bulan terakhir, tak ada klaster penyebaran yang terjadi di fasilitas publik.

Satgas pun bisa sedikit bernafas lega, karena potensi penyebaran pada fasilitas publik cukup sulit ditangani.

Salah satu fasilitas publik yang rentan menjadi sumber penularan covid-19 adalah pasar tradisional.

Syukurnya dalam kurun waktu 9 bulan terakhir, pasar induk di Kabupaten Buleleng tak pernah menjadi sumber penularan covid-19.

Baca Juga:  Direksi Perumda Dharma Santika Tabanan Dilantik di Pura Batukaru

Satu-satunya pasar yang menjadi klaster penularan adalah Pasar Desa Bondalem. “Memang yang kami khawatirkan itu klaster pasar.

Karena begitu klaster pasar muncul, penanganannya akan sulit sekali dan butuh waktu yang relatif lama. Syukurnya di pasar induk tidak ada kasus, hanya ada di pasar desa saja,” kata Suyasa.

Sebagai langkah antisipasi, satgas kini berusaha semaksimal mungkin melakukan pencegahan dan penerapan protokol kesehatan di areal pasar tradisional.

Sehingga pasar tak sampai menjadi klaster penularan covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan ialah penyemprotan disinfektan secara berkala di pasar tradisional.

“Setiap hari kami lakukan penyemprotan pada pagi hari dan sore hari. Sehingga bisa menekan potensi penularan covid,” kata Suyasa.

Baca Juga:  Karena Pandemi, Dewa Yoga Berhenti dari Koki di Hotel lalu Bunuh Diri

Selain itu satgas juga mengoptimalkan peran Dinas Perdagangan dalam melakukan pengawasan. Sehingga alur keluar masuk pedagang serta pembeli benar-benar baik dan tak terjadi kerumunan.

Pedagang maupun pembeli juga wajib mencuci tangan sebelum beraktivitas di areal pasar. “Pengawasan secara berkala kami lakukan.

Kalau memang tidak sesuai dengan protokol kesehatan, kami tangguhkan aktivitas di pasar itu. Karena klaster ini sangat kami hindari,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/