alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Gelombang Tinggi, Aktivitas Penyeberangan ke Nusa Penida Terganggu

SEMARAPURA– Sejak dua hari menjelang bulan purnama kemarin, gelombang laut cukup tinggi terjadi di Selat Badung.

Seperti yang terjadi di Pelabuhan Tradisional Monggalan, Desa Kusamba. Dampaknya, aktivitas penyeberangan terganggu.

Jika biasanya melayani sebanyak tujuh kali penyeberangan sehari, kini maksimal hanya empat kali penyeberangan. Itu pun hanya bisa dilakukan sekitar pukul 10.00 Wita ke bawah.

Petugas Pengawas Penyeberangan Pelabuhan Tradisional Monggalan, Safrudin, mengungkapkan, gelombang laut sejak dua hari kemarin memang cukup tinggi.

Gelombang bisa mencapai lima meter dan mulai terjadi pada pukul 10.00 ke atas. Untuk itu, biasanya para nakhoda akan segera melakukan penyeberangan sebelum pukul 10.00.

 “Kalau di sini lebih banyak melakukan penyeberangan untuk material bangunan dan bahan kebutuhan pokok lainnya yang biasanya di bawa ke Nusa Lembongan.

Baca Juga:  Susah Sinyal, Pelajar di Desa Sekartaji Nusa Penida Belajar di Kebun

Kalau normal itu penyeberangan bisa sampai pukul 14.00. Rata-rata per hari ada tujuh kali kapal yang melakukan penyeberangan,” ujarnya.

Penyeberangan sampai pukul 10.00 itu dilakukan, pasalnya bukan karena ada pembatasan penyeberangan namun memang karena nakhoda sudah sangat tahu kondisi laut.

“Karena tahu kondisi laut, akhirnya sejumlah nakhoda ada yang tidak jadi ke sini untuk menyeberangkan material bangunan. Selain gelombangnya tinggi, arusnya juga kuat,” terangnya.

Dampaknya, mulai terjadi penumpukan barang di pelabuhan tersebut. Bahkan ada pula sejumlah minuman ringan yang akhirnya diletakkan di luar gudang.

“Kami tidak mengeluarkan larangan, hanya mengimbau untuk tetap berhati-hati. Begitupun dengan jumlah muatan kami juga imbau untuk dikurangi sekitar dua ton dari biasanya,” tandasnya. 

Baca Juga:  Hujan Lebat Picu Longsor,Rumah Warga Jembrana Ambruk Rata dengan Tanah


SEMARAPURA– Sejak dua hari menjelang bulan purnama kemarin, gelombang laut cukup tinggi terjadi di Selat Badung.

Seperti yang terjadi di Pelabuhan Tradisional Monggalan, Desa Kusamba. Dampaknya, aktivitas penyeberangan terganggu.

Jika biasanya melayani sebanyak tujuh kali penyeberangan sehari, kini maksimal hanya empat kali penyeberangan. Itu pun hanya bisa dilakukan sekitar pukul 10.00 Wita ke bawah.

Petugas Pengawas Penyeberangan Pelabuhan Tradisional Monggalan, Safrudin, mengungkapkan, gelombang laut sejak dua hari kemarin memang cukup tinggi.

Gelombang bisa mencapai lima meter dan mulai terjadi pada pukul 10.00 ke atas. Untuk itu, biasanya para nakhoda akan segera melakukan penyeberangan sebelum pukul 10.00.

 “Kalau di sini lebih banyak melakukan penyeberangan untuk material bangunan dan bahan kebutuhan pokok lainnya yang biasanya di bawa ke Nusa Lembongan.

Baca Juga:  Cuaca Buruk di Bali Sudah Diprediksi Ahli, Ini Faktornya

Kalau normal itu penyeberangan bisa sampai pukul 14.00. Rata-rata per hari ada tujuh kali kapal yang melakukan penyeberangan,” ujarnya.

Penyeberangan sampai pukul 10.00 itu dilakukan, pasalnya bukan karena ada pembatasan penyeberangan namun memang karena nakhoda sudah sangat tahu kondisi laut.

“Karena tahu kondisi laut, akhirnya sejumlah nakhoda ada yang tidak jadi ke sini untuk menyeberangkan material bangunan. Selain gelombangnya tinggi, arusnya juga kuat,” terangnya.

Dampaknya, mulai terjadi penumpukan barang di pelabuhan tersebut. Bahkan ada pula sejumlah minuman ringan yang akhirnya diletakkan di luar gudang.

“Kami tidak mengeluarkan larangan, hanya mengimbau untuk tetap berhati-hati. Begitupun dengan jumlah muatan kami juga imbau untuk dikurangi sekitar dua ton dari biasanya,” tandasnya. 

Baca Juga:  Cuaca Tiga Hari Ini Tak Bersahabat, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/