alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Siswa Positif Covid-19 di Klungkung Bertambah, Sekolah Tetap Gelar PTM

SEMARAPURA – Jumlah siswa SMPN 3 Dawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah. Sehingga total ada 4 siswa di sekolah tersebut yang terkonfirmasi Covid-19. Meski demikian, pembelajaran tatap muka di SMPN 3 Dawan tetap digelar.  

Mengingat penambahan dua siswa terkonfirmasi Covid-19 terjadi di kelas IX B, maka penutupan sementara cuma dilakukan ruang kelas tersebut diperpanjang lima hari, namun tidak ada penghentian PTM secara keseluruhan di sekolah.

 

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana, Senin (31/1) mengungkapkan total jumlah siswa Kabupaten Klungkung yang terkonfirmasi Covid-19 hingga siang kemarin sebanyak 5 orang.

Siswa tersebut tersebar di SMPN 3 Dawan sebanyak 4 siswa dan SMPN 2 Semarapura sebanyak 1 siswa.

 

“Semuanya merupakan klaster keluarga,” katanya.

 

Secara terperinci pihaknya menuturkan awalnya terdapat dua siswa terkonfirmasi Covid-19 dari klaster keluarga di SMPN 3 Dawan masing-masing duduk di kelas VII D dan IX B.

Lantaran siswa tersebut sempat bersekolah sebelum dinyatakan positif Covid-19, akhirnya dilakukan tracing dan testing terhadap siswa-siswa di kelas tersebut. Dan saat dilakukan tracing, seluruh siswa yang ada di dua kelas itu dinyatakan negatif.

 

“Meski begitu, dua kelas tersebur kami tutup sementara selama 5 hari sesuai SKB 4 Menteri. Sehingga siswa mengikuti pembelajaran daring selama penutupan kelas itu berlangsung,” jelasnya.

 

Hanya saja beberapa hari setelah tracing di dua kelas itu dilakukan, ada dua siswa kelas IXB SMPN 3 Dawan yang kembali menjala tracing dan testing di lingkungan keluarganya. Adapun dari hasil testing yang dilakukan, keduanya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

 

“Sehingga penutupan sementara untuk kelas IXB kami tambah 5 hari lagi. Itu sesuai SKB 4 Menteri,” ujarnya.

 

Sama halnya dengan di SMPN 3 Dawan, salah seorang siswa SMPN 2 Semarapaura tepatnya yang duduk di kelas IX F dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tracing dan testing akibat ada kerabatnya yang terlebih dulu terkonfirmasi Covid-19.

Selama menunggu hasil tracing, ternyata anak itu sempat mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Sehingga ketika anak itu dinyatakan positif, maka siswa yang satu kelas dengan anak tersebut menjalani tracing dan testing.

 

“Setelah tracing dan testing tadi kelas kami tutup selama lima hari. Sehingga siswa belajar daring,” terang Sujana.

 

Lebih lanjut pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sehingga kasus Covid-19 dapat ditekan.

 

“Mudah-mudahan tidak berkembang lagi,” tandasnya.



SEMARAPURA – Jumlah siswa SMPN 3 Dawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah. Sehingga total ada 4 siswa di sekolah tersebut yang terkonfirmasi Covid-19. Meski demikian, pembelajaran tatap muka di SMPN 3 Dawan tetap digelar.  

Mengingat penambahan dua siswa terkonfirmasi Covid-19 terjadi di kelas IX B, maka penutupan sementara cuma dilakukan ruang kelas tersebut diperpanjang lima hari, namun tidak ada penghentian PTM secara keseluruhan di sekolah.

 

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana, Senin (31/1) mengungkapkan total jumlah siswa Kabupaten Klungkung yang terkonfirmasi Covid-19 hingga siang kemarin sebanyak 5 orang.

Siswa tersebut tersebar di SMPN 3 Dawan sebanyak 4 siswa dan SMPN 2 Semarapura sebanyak 1 siswa.

 

“Semuanya merupakan klaster keluarga,” katanya.

 

Secara terperinci pihaknya menuturkan awalnya terdapat dua siswa terkonfirmasi Covid-19 dari klaster keluarga di SMPN 3 Dawan masing-masing duduk di kelas VII D dan IX B.

Lantaran siswa tersebut sempat bersekolah sebelum dinyatakan positif Covid-19, akhirnya dilakukan tracing dan testing terhadap siswa-siswa di kelas tersebut. Dan saat dilakukan tracing, seluruh siswa yang ada di dua kelas itu dinyatakan negatif.

 

“Meski begitu, dua kelas tersebur kami tutup sementara selama 5 hari sesuai SKB 4 Menteri. Sehingga siswa mengikuti pembelajaran daring selama penutupan kelas itu berlangsung,” jelasnya.

 

Hanya saja beberapa hari setelah tracing di dua kelas itu dilakukan, ada dua siswa kelas IXB SMPN 3 Dawan yang kembali menjala tracing dan testing di lingkungan keluarganya. Adapun dari hasil testing yang dilakukan, keduanya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

 

“Sehingga penutupan sementara untuk kelas IXB kami tambah 5 hari lagi. Itu sesuai SKB 4 Menteri,” ujarnya.

 

Sama halnya dengan di SMPN 3 Dawan, salah seorang siswa SMPN 2 Semarapaura tepatnya yang duduk di kelas IX F dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tracing dan testing akibat ada kerabatnya yang terlebih dulu terkonfirmasi Covid-19.

Selama menunggu hasil tracing, ternyata anak itu sempat mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Sehingga ketika anak itu dinyatakan positif, maka siswa yang satu kelas dengan anak tersebut menjalani tracing dan testing.

 

“Setelah tracing dan testing tadi kelas kami tutup selama lima hari. Sehingga siswa belajar daring,” terang Sujana.

 

Lebih lanjut pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sehingga kasus Covid-19 dapat ditekan.

 

“Mudah-mudahan tidak berkembang lagi,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/