alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Cegah Kebakaran, DLH Pasang Pipa Sedot Gas Methane di TOSS Sente

SEMARAPURA – Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan terbakar, Kamis (28/2) sekitar pukul 15.00.

Peristiwa tersebut dipicu akumulasi gas methane yang keluar dari tumpukan sampah setinggi 10-12 meter tersebut.

Saking banyaknya gas methane yang berada di tumpukan sampah tersebut, api belum bisa dipadamkan hingga pukul 20.00 malam kemarin.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan mengeluarkan gas methane tersebut dari tumpukan sampah dengan memasangkan pipa dengan kedalaman sekitar 7 meter.

Rencananya ada 10 titik yang akan dipasang pipa-pipa tersebut sehingga diharapkan peristiwa kebakaran sampah akibat gas methane tidak terjadi kembali.

Namun mengingat anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 10 juta lebih, pihaknya mengaku akan mengecek kondisi anggaran terlebih dahulu atau dengan memanfaatkan CSR.

Baca Juga:  Tangani Kebakaran TPA Sente, DLH Klungkung Tancapkan Belasan Pipa Besi

“Langkah ini akan kami lakukan setelah api padam,” papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung AA Kirana.

Lebih lanjut diungkapkannya, sekitar 10-12 ton sampah dibawa ke TOSS Sente setiap harinya. Dengan peralatan yang ada, hanya sebanyak 3 ton sampah yang bisa diolah untuk menjadi pelet per hari.

Dan 2 ton untuk menjadi pupuk. Sementara sisanya berupa sampah plastik yang bisa dijual dan berupa residu.

Sementara itu, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung, I Putu Suarta mengungkapkan pukul 20.00,

personelnya masih berada di TKP untuk melakukan pemadaman mengingat api masih terus hidup. “Kami siagakan satu unit mobil damkar dan penyuplai,” tandasnya. 

Baca Juga:  FH Unmas Denpasar Gelar Pengabdian di Desa MundukĀ 


SEMARAPURA – Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan terbakar, Kamis (28/2) sekitar pukul 15.00.

Peristiwa tersebut dipicu akumulasi gas methane yang keluar dari tumpukan sampah setinggi 10-12 meter tersebut.

Saking banyaknya gas methane yang berada di tumpukan sampah tersebut, api belum bisa dipadamkan hingga pukul 20.00 malam kemarin.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan mengeluarkan gas methane tersebut dari tumpukan sampah dengan memasangkan pipa dengan kedalaman sekitar 7 meter.

Rencananya ada 10 titik yang akan dipasang pipa-pipa tersebut sehingga diharapkan peristiwa kebakaran sampah akibat gas methane tidak terjadi kembali.

Namun mengingat anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 10 juta lebih, pihaknya mengaku akan mengecek kondisi anggaran terlebih dahulu atau dengan memanfaatkan CSR.

Baca Juga:  Sidak ke SMPN 1 Kediri, KPPAD Bali Minta Tak Ada Lagi Hukuman Fisik

“Langkah ini akan kami lakukan setelah api padam,” papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung AA Kirana.

Lebih lanjut diungkapkannya, sekitar 10-12 ton sampah dibawa ke TOSS Sente setiap harinya. Dengan peralatan yang ada, hanya sebanyak 3 ton sampah yang bisa diolah untuk menjadi pelet per hari.

Dan 2 ton untuk menjadi pupuk. Sementara sisanya berupa sampah plastik yang bisa dijual dan berupa residu.

Sementara itu, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung, I Putu Suarta mengungkapkan pukul 20.00,

personelnya masih berada di TKP untuk melakukan pemadaman mengingat api masih terus hidup. “Kami siagakan satu unit mobil damkar dan penyuplai,” tandasnya. 

Baca Juga:  Kinerja Tegakkan Perda Turun, Bupati Suwirta Sentil Pol PP Klungkung

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/