alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Kasus Transmisi Lokal Tinggi, Satu Dusun di Bondalem Dikarantina

SINGARAJA – Meluasnya kasus transmisi lokal Covid-19 di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, memaksa pemerintah mengambil kebijakan karantina.

Kebijakan karantina dusun itu, menyusul ditemukannya tiga kasus positif covid-19 di salah satu dusun, yang terjadi akibat transmisi lokal.

Keputusan itu diambil setelah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menggelar rapat dengan perbekel se-Kecamatan Tejakula dan Bendesa Adat se-Kecamatan Tejakula di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Jumat (5/1).

Rapat juga dihadiri Camat Tejakula Nyoman Widiartha, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, dan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna.

Agus mengakui dirinya memiliki kekhawatiran terkait kasus transmisi lokal yang terjadi di Desa Bondalem.

Baca Juga:  Dijadikan RS Isolasi Covid–19, Buleleng Genjot Persiapan RS Giri Emas

Sehingga dirinya mengumpulkan para perbekel dan bendesa adat untuk merumuskan kebijakan di wilayah Kecamatan Tejakula, khususnya Desa Bondalem. Kebijakan itu menyangkut perlintasan warga dari satu desa ke desa lain di wilayah Tejakula.

Saat rapat, setidaknya ada dua kebijakan yang diambil. Kebijakan pertama atau “plan A”, pemerintah akan melakukan isolasi di Banjar Dinas Celagi Batur, Desa Bondalem. Isolasi dilakukan karena di dusun telah ditemukan tiga kasus positif covid-19, yang terjadi karena transmisi lokal.

Sedangkan kebijakan kedua atau “Plan B”, pemerintah akan melakukan langkah karantina yang lebih luas. Yakni mengisolasi wilayah Desa Bondalem. Termasuk membatasi perlintasan dari dan ke Desa Bondalem.

“Semua sekarang dalam Plan A dulu. Plan A, Dusun Celagi Batur saya suruh isolasi. Karena sudah ada tiga positif (hasil) transmisi lokal. Jadi saya ambil langkah karantina wilayah, isolasi di banjar dulu,” kata Agus Suradnyana kemarin.

Baca Juga:  Segera Cairkan Insentif, Badung Data Pekerja yang di PHK & Dirumahkan

Rencananya kebijakan isolasi dusun itu akan diterapkan Sabtu esok (1/6).

Seluruh warga yang tinggal di Celagi Batur, dilarang keluar rumah.

Selain itu, Agus Suradnyana telah mengutus Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Sandhiyasa menghitung jumlah warga yang bermukim di wilayah Banjar Dinas Celagi Batur. Sehingga pemerintah bisa menyuplai kebutuhan sembako secara berkala di dusun tersebut.



SINGARAJA – Meluasnya kasus transmisi lokal Covid-19 di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, memaksa pemerintah mengambil kebijakan karantina.

Kebijakan karantina dusun itu, menyusul ditemukannya tiga kasus positif covid-19 di salah satu dusun, yang terjadi akibat transmisi lokal.

Keputusan itu diambil setelah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menggelar rapat dengan perbekel se-Kecamatan Tejakula dan Bendesa Adat se-Kecamatan Tejakula di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Jumat (5/1).

Rapat juga dihadiri Camat Tejakula Nyoman Widiartha, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, dan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna.

Agus mengakui dirinya memiliki kekhawatiran terkait kasus transmisi lokal yang terjadi di Desa Bondalem.

Baca Juga:  Segera Cairkan Insentif, Badung Data Pekerja yang di PHK & Dirumahkan

Sehingga dirinya mengumpulkan para perbekel dan bendesa adat untuk merumuskan kebijakan di wilayah Kecamatan Tejakula, khususnya Desa Bondalem. Kebijakan itu menyangkut perlintasan warga dari satu desa ke desa lain di wilayah Tejakula.

Saat rapat, setidaknya ada dua kebijakan yang diambil. Kebijakan pertama atau “plan A”, pemerintah akan melakukan isolasi di Banjar Dinas Celagi Batur, Desa Bondalem. Isolasi dilakukan karena di dusun telah ditemukan tiga kasus positif covid-19, yang terjadi karena transmisi lokal.

Sedangkan kebijakan kedua atau “Plan B”, pemerintah akan melakukan langkah karantina yang lebih luas. Yakni mengisolasi wilayah Desa Bondalem. Termasuk membatasi perlintasan dari dan ke Desa Bondalem.

“Semua sekarang dalam Plan A dulu. Plan A, Dusun Celagi Batur saya suruh isolasi. Karena sudah ada tiga positif (hasil) transmisi lokal. Jadi saya ambil langkah karantina wilayah, isolasi di banjar dulu,” kata Agus Suradnyana kemarin.

Baca Juga:  OMG! Dua Jenazah Covid-19 di Bali Tertukar sehingga Salah Kubur

Rencananya kebijakan isolasi dusun itu akan diterapkan Sabtu esok (1/6).

Seluruh warga yang tinggal di Celagi Batur, dilarang keluar rumah.

Selain itu, Agus Suradnyana telah mengutus Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Sandhiyasa menghitung jumlah warga yang bermukim di wilayah Banjar Dinas Celagi Batur. Sehingga pemerintah bisa menyuplai kebutuhan sembako secara berkala di dusun tersebut.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/