alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Pelabuhan Gilimanuk Makin Padat, Sehari Kini Tembus 1.404 Rapid Test

NEGARA-Sepekan usai Idul Fitri 1441 Hijriah, aktifitas di Pelabuhan Gilimanuk kembali menunjukkan peningkatan.

Bahkan lalu lintas dari luar Bali menuju Pulau Bali pun selama arus balik Lebaran 2020 semakin tinggi.

Bukti makin padatnya aktifitas di Pelabuhan Gilimanuk itu, menyusul dengan jumlah penggunaan alat rapid test.

Bila dari rata-rata sebelumnya jumlah penggunaan rapid test berjumlah 200 per hari, kini penggunaan alat rapid test di Gilimanuk bisa menembus jumlah 1404 per harinya.

Bahkan dari catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dalam rentang waktu dua bulan terakhir, sudah sebanyak 15.883 buah alat rapid test digunakan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, rapid test yang digunakan di pelabuhan Gilimanuk tersebut khusus untuk sopir, kernet, dan warga Bali yang akan masuk Bali.

Sedanhgkan bagi warga luar Bali yang akan melakukan perjalanan ke Bali harus memiliki surat keterangan hasil rapid test non-reaktif.

Baca Juga:  Pulangkan Pelintas Tanpa Surat Sehat, Dishub Jamin Tak Ada Kecolongan

“Tanpa membawa surat keterangan hasil rapid test non reaktif akan langsung dikembalikan,” tegas Arisantha.

Padahal sebelumnya rata-rata penggunaan alat rapid test di Gilimanuk mencapai 200 alat rapid perhari.

Sedangkan sejak beberapa hari terakhir jumlahnya terus melonjak, bahkan sehari sebelumnya mencapai 1300 alat rapid test digunakan. Sehingga, sejak diberlakukan rapid test bagi orang masuk Bali melalui di Pelabuhan Gilimanuk sebanyak 15.883 buah alat rapid test.

Dari total alat rapid test yang sudah digunakan, sebanyak 58 orang reaktif.

Selanjutnya, sesuai ketentuan, bagi warga luar Bali yang dinyatakan reaktif akan dikembalikan ke daerah asalnya. Sedangkan yang berasal dari Bali dirujuk pada gugus tugas Provinsi.

“Berdasarkan informasi yang kami terima beberapa orang luar Jembrana yang rapid test positif di Gilimanuk setelah di swab positif,” terangnya.

Akibat jumlah terus mengalami peningkatan, gugus tugas akan menambah lagi pos pemeriksaan rapid test.

Baca Juga:  Sebulan, 9 ODGJ di Gianyar Diamankan Satpol PP

Tempat rapid test sebelumnya, dalam pelabuhan dan TIC teluk Gilimanuk sudah tidak memadai, sehingga menyiapkan satu lagi pos pemeriksaan di anjungan betutu Gilimanuk.

Sementara itu, terkait dengan tambahan dua orang positif Covid-19 di Jembrana, tim kesehatan sudah melakukan pelacakan kontak di hotel tempat karantina.

Satu persatu PMI yang dikarantina diwawancarai secara mendalam mengenai kemungkinan kontak dengan pasien positif sebelumnya.

Pelacakan tersebut, selain untuk mengantisipasi terjadinya transmisi lokal terhadap sesama PMI, sebagai pertimbangan pemulangan mereka. Mengingat PMI yang berada dalam satu hotel dengan pasien positif sudah menjalani perpanjangan karantina. “Tergantung kebijakan pimpinan, apakah akan diperpanjang lagi karantinanya atau sudah bisa pulang,” terangnya.

Menurut Arisantha, secara umum kondisi kesehatan PMI yang menjalani karantina sehat. Selama menjalani karantina disiplin menjalankan protokol kesehatan, sehingga kemungkinan kecil terjadinya transmisi lokal sesama PMI di tempat karantina. Pegawai hotel akan di rapid test untuk mengantisipasi penularan. 



NEGARA-Sepekan usai Idul Fitri 1441 Hijriah, aktifitas di Pelabuhan Gilimanuk kembali menunjukkan peningkatan.

Bahkan lalu lintas dari luar Bali menuju Pulau Bali pun selama arus balik Lebaran 2020 semakin tinggi.

Bukti makin padatnya aktifitas di Pelabuhan Gilimanuk itu, menyusul dengan jumlah penggunaan alat rapid test.

Bila dari rata-rata sebelumnya jumlah penggunaan rapid test berjumlah 200 per hari, kini penggunaan alat rapid test di Gilimanuk bisa menembus jumlah 1404 per harinya.

Bahkan dari catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dalam rentang waktu dua bulan terakhir, sudah sebanyak 15.883 buah alat rapid test digunakan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, rapid test yang digunakan di pelabuhan Gilimanuk tersebut khusus untuk sopir, kernet, dan warga Bali yang akan masuk Bali.

Sedanhgkan bagi warga luar Bali yang akan melakukan perjalanan ke Bali harus memiliki surat keterangan hasil rapid test non-reaktif.

Baca Juga:  Sampah Penuhi Areal Pesisir Pantai Bali Utara, Mayoritas Potongan Baju

“Tanpa membawa surat keterangan hasil rapid test non reaktif akan langsung dikembalikan,” tegas Arisantha.

Padahal sebelumnya rata-rata penggunaan alat rapid test di Gilimanuk mencapai 200 alat rapid perhari.

Sedangkan sejak beberapa hari terakhir jumlahnya terus melonjak, bahkan sehari sebelumnya mencapai 1300 alat rapid test digunakan. Sehingga, sejak diberlakukan rapid test bagi orang masuk Bali melalui di Pelabuhan Gilimanuk sebanyak 15.883 buah alat rapid test.

Dari total alat rapid test yang sudah digunakan, sebanyak 58 orang reaktif.

Selanjutnya, sesuai ketentuan, bagi warga luar Bali yang dinyatakan reaktif akan dikembalikan ke daerah asalnya. Sedangkan yang berasal dari Bali dirujuk pada gugus tugas Provinsi.

“Berdasarkan informasi yang kami terima beberapa orang luar Jembrana yang rapid test positif di Gilimanuk setelah di swab positif,” terangnya.

Akibat jumlah terus mengalami peningkatan, gugus tugas akan menambah lagi pos pemeriksaan rapid test.

Baca Juga:  RS Sanglah Masih Rawat 12 Pasien Covid 19, Ini Hasil Uji Lab 6 Pasien

Tempat rapid test sebelumnya, dalam pelabuhan dan TIC teluk Gilimanuk sudah tidak memadai, sehingga menyiapkan satu lagi pos pemeriksaan di anjungan betutu Gilimanuk.

Sementara itu, terkait dengan tambahan dua orang positif Covid-19 di Jembrana, tim kesehatan sudah melakukan pelacakan kontak di hotel tempat karantina.

Satu persatu PMI yang dikarantina diwawancarai secara mendalam mengenai kemungkinan kontak dengan pasien positif sebelumnya.

Pelacakan tersebut, selain untuk mengantisipasi terjadinya transmisi lokal terhadap sesama PMI, sebagai pertimbangan pemulangan mereka. Mengingat PMI yang berada dalam satu hotel dengan pasien positif sudah menjalani perpanjangan karantina. “Tergantung kebijakan pimpinan, apakah akan diperpanjang lagi karantinanya atau sudah bisa pulang,” terangnya.

Menurut Arisantha, secara umum kondisi kesehatan PMI yang menjalani karantina sehat. Selama menjalani karantina disiplin menjalankan protokol kesehatan, sehingga kemungkinan kecil terjadinya transmisi lokal sesama PMI di tempat karantina. Pegawai hotel akan di rapid test untuk mengantisipasi penularan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/