alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Erupsi Mereda, Pengungsi KRB III Pilih Pulang, Mendadak…

AMLAPURA – Setelah membara selama dua hari, Gunung Agung kembali tenang, kemarin (30/6).

Kondisi ini membuat pengungsi di KRB III seperti Desa Sebudi, Sogra, dan Sebudi serta Temukus memilih untuk kembali ke rumah masing masing.

Kepala BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa, menerangkan, pengungsi di Banjar Bencingah, Desa Duda sudah kembali, kemarin.

Begitu juga pengungsi di Banjar Pesangkan dan di Banjar Padang Tunggal, Selat. Meski begitu, warga di sekitar lereng Gunung Agung kembali dikejutkan dengan suara dentuman dan gemuruh.

Suara tersebut sempat terdengar pukul 12.00. “Sempat terdengar suara gemuruh kembali dari Temukus, Besakih,” terang I Wayan Sudiana, Kawil Temukus kemarin.

Bahkan, suara ini juga sempat terdengar sampai ke Dusun Tukad Sabuh, Duda Utara, Selat dengan radius sekitar 9 km.

Baca Juga:  PPKM Level 3 Batal dan Ganti Nama, Virolog Tuding Pemerintah Bingung

Suara dentuman dan gemuruh ini terdengar sebanyak tiga kali. “Saya mendengar dua kali cukup keras seperti dentuman,” ujar Kadek Suartini asal Tukad Sabuh.

 



AMLAPURA – Setelah membara selama dua hari, Gunung Agung kembali tenang, kemarin (30/6).

Kondisi ini membuat pengungsi di KRB III seperti Desa Sebudi, Sogra, dan Sebudi serta Temukus memilih untuk kembali ke rumah masing masing.

Kepala BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa, menerangkan, pengungsi di Banjar Bencingah, Desa Duda sudah kembali, kemarin.

Begitu juga pengungsi di Banjar Pesangkan dan di Banjar Padang Tunggal, Selat. Meski begitu, warga di sekitar lereng Gunung Agung kembali dikejutkan dengan suara dentuman dan gemuruh.

Suara tersebut sempat terdengar pukul 12.00. “Sempat terdengar suara gemuruh kembali dari Temukus, Besakih,” terang I Wayan Sudiana, Kawil Temukus kemarin.

Bahkan, suara ini juga sempat terdengar sampai ke Dusun Tukad Sabuh, Duda Utara, Selat dengan radius sekitar 9 km.

Baca Juga:  Nekat! Masih Erupsi, Empat Bule Rusia Nekat Naik Gunung Agung

Suara dentuman dan gemuruh ini terdengar sebanyak tiga kali. “Saya mendengar dua kali cukup keras seperti dentuman,” ujar Kadek Suartini asal Tukad Sabuh.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/