alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Jalan Rusak Tak Digubris Pemda, Warga Lokapaksa Swadaya Perbaiki Jalan

SERIRIT – Warga Dusun Kembang Sari, Desa Lokapaksa, Seririt akhirnya secara swadaya memperbaiki jalan yang sudah bertahun-bertahun dalam kondisi rusak berat.

Mereka mengaku kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang tak responsif dengan keluhan mereka.

Sementara jalan tersebut merupakan satu-satunya akses ekonomi dan keluar masuk terutama untuk membawa hasil bumi ke pasar. 

Lama tak direspon sehingga warga berinisiatif sendiri memperbaiki jalan sepanjang 3,5 km tersebut dengan cara swadaya.

Kepala Dusun Kembang Sari Gusti Putu Merta mengaku kerusakan jalan milik Pemkab Buleleng itu sudah cukup lama.

Bahkan, belakangan semakin parah dan nyaris tak bisa dilewati. Jalan yang mereka perbaiki dengan melakukan rabat Beton adalah jalan menembus Desa Pangkungparuk.

Awalnya jalan tersebut sempat dilakukan pengaspalan pada program kawasan terpilih pusat pada 2012.

Baca Juga:  Terkendala Cuaca dan Alat, Pembersihan Material Banjir Bisa Sepekan

“Nah sekarang sudah rusak 8 tahun lalu. Beberapa kali kami usulkan baik melalui Musrenbang maupun dengan cara lain, namun tak pernah ditanggapi,” keluhnya.

Kadus Putu Merta menambahkan, fungsi jalan tersebut sangat vital bagi 224 KK dan 7.775 jiwa sebagai satu-satunya akses warga untuk berhubungan dengan dunia luar.

Karena itulah pihaknya berinisiatif memperbaiki sendiri dengan swadaya murni warga dibantu para donatur yang prihatin dengan kondisi jalan.

Dengan melakukan rabat beton. “Kalau menunggu respons pemerintah, kami sudah lelah,” ungkap Merta.

Dia menyebut tidak semua jalan tersebut bisa diperbaiki karena keterbatasan dana, namun terbatas pada tingkat kerusakan yang sudah sangat parah.

“Kami sangat berharap pemerintah lebih peduli terhadap nasib warganya yang tinggal di pelosok yang kesulitan akses karena kesulitan akses identik dengan kemiskinan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Tipu Belasan Konsumen, Sales Promotion Girl Ditangkap. Modusnya..

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra menyebut semua rencana

program pembangunan fisik untuk tahun 2020 terpaksa ditunda setelah anggaran dirasionalisasi termasuk refocusing untuk Covid-19.

“Semua pos anggaran terkena refocusing untuk Covid-19. Jadi, semua rencana pengerjaan fisik dijadwal ulang. Kemungkinan di tahun 2021,” tutur Adiptha Ekaputra.

Menurutnya, usulan perbaikan jalan di Desa Lokapaksa sudah menjadi prioritas. Selain diusulkan melalui Musrenbang,

perbaikan jalan-jalan di Desa Lokapaksa sudah masuk agenda pembangunan yang harus dilaksanakan di tahun anggaran 2020.

“Ya, karena covid-19 terpaksa memang kita mengalah untuk keperluan yang lebih mendesak,” pungkasnya.



SERIRIT – Warga Dusun Kembang Sari, Desa Lokapaksa, Seririt akhirnya secara swadaya memperbaiki jalan yang sudah bertahun-bertahun dalam kondisi rusak berat.

Mereka mengaku kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang tak responsif dengan keluhan mereka.

Sementara jalan tersebut merupakan satu-satunya akses ekonomi dan keluar masuk terutama untuk membawa hasil bumi ke pasar. 

Lama tak direspon sehingga warga berinisiatif sendiri memperbaiki jalan sepanjang 3,5 km tersebut dengan cara swadaya.

Kepala Dusun Kembang Sari Gusti Putu Merta mengaku kerusakan jalan milik Pemkab Buleleng itu sudah cukup lama.

Bahkan, belakangan semakin parah dan nyaris tak bisa dilewati. Jalan yang mereka perbaiki dengan melakukan rabat Beton adalah jalan menembus Desa Pangkungparuk.

Awalnya jalan tersebut sempat dilakukan pengaspalan pada program kawasan terpilih pusat pada 2012.

Baca Juga:  MIRIS! Jalan Desa Rusak Sepanjang 31 Km, Terparah di Tianyar Barat

“Nah sekarang sudah rusak 8 tahun lalu. Beberapa kali kami usulkan baik melalui Musrenbang maupun dengan cara lain, namun tak pernah ditanggapi,” keluhnya.

Kadus Putu Merta menambahkan, fungsi jalan tersebut sangat vital bagi 224 KK dan 7.775 jiwa sebagai satu-satunya akses warga untuk berhubungan dengan dunia luar.

Karena itulah pihaknya berinisiatif memperbaiki sendiri dengan swadaya murni warga dibantu para donatur yang prihatin dengan kondisi jalan.

Dengan melakukan rabat beton. “Kalau menunggu respons pemerintah, kami sudah lelah,” ungkap Merta.

Dia menyebut tidak semua jalan tersebut bisa diperbaiki karena keterbatasan dana, namun terbatas pada tingkat kerusakan yang sudah sangat parah.

“Kami sangat berharap pemerintah lebih peduli terhadap nasib warganya yang tinggal di pelosok yang kesulitan akses karena kesulitan akses identik dengan kemiskinan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Terkendala Cuaca dan Alat, Pembersihan Material Banjir Bisa Sepekan

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra menyebut semua rencana

program pembangunan fisik untuk tahun 2020 terpaksa ditunda setelah anggaran dirasionalisasi termasuk refocusing untuk Covid-19.

“Semua pos anggaran terkena refocusing untuk Covid-19. Jadi, semua rencana pengerjaan fisik dijadwal ulang. Kemungkinan di tahun 2021,” tutur Adiptha Ekaputra.

Menurutnya, usulan perbaikan jalan di Desa Lokapaksa sudah menjadi prioritas. Selain diusulkan melalui Musrenbang,

perbaikan jalan-jalan di Desa Lokapaksa sudah masuk agenda pembangunan yang harus dilaksanakan di tahun anggaran 2020.

“Ya, karena covid-19 terpaksa memang kita mengalah untuk keperluan yang lebih mendesak,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/