alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Ini Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di Tabanan saat Pandemi Covid-19

TABANAN – Segala persiapan mulai dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan guna  menyambut  penerapan pembelajaran tatap muka atau PTM pada Juli mendatang. Salah satu persiapan yang dilakukan yakni simulasi PTM di tengah pandemi Covid-19. 

 

Simulasi tersebut berlangsung di SMP Negeri 2 Tabanan Rabu (30/6). Mulai dari tata cara pelaksanaan PTM. Bahkan tata cara tersebut juga akan dituangkan ke dalam SOP di masing-masing satuan pendidikan.

 

Itupun bila penerapan PTM yang direncanakan mulai awal tahun ajaran baru 2021/2022 pada bulan Juli mendatang bilamana memperoleh izin dari Bupati selaku pimpinan pemerintah daerah.

 

Simulasi tersebut dilaksanakan dengan melibatkan para pendidik, tenaga kependidikan, serta siswa secara langsung. Simulasi tersebut juga disaksikan pihak-pihak terkait. Khususnya dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk satuan pendidikan di tingkat SMP.

 

Selanjutnya, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) untuk satuan pendidikan di tingkat SD, Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi) Tabanan.

 

Selain itu, simulasi tersebut juga disaksikan Komisi IV DPRD Tabanan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dewan Pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan perwakilan Komite Sekolah.

 

Sebagai gambaran umum, PTM akan dimulai dari pukul 08.00 Wita. Tiap warga sekolah wajib mengukur temperatur tubuh, cuci tangan, menggunakan masker, sebagaimana protokol kesehatan pada umumnya.

Baca Juga:  Ironis, Curi Dua Ekor Babi untuk Upacara Agama, Warga Ubud Ditangkap

 

Selanjutnya, tiap siswa wajib cuci tangan sebelum masuk kelas. Satu kelas hanya boleh diisi separo jumlah siswa dengan jarak duduk per baris hanya satu siswa. Sisanya mengikuti pelajaran secara daring. Karena PTM diterapkan secara kombinasi.

 

Jeda antara jam pelajaran pertama dan kedua dianjurkan tidak ada jam istirahat. Kalaupun ada jam istirahat tidak diperkenankan makan di kelas karena kantin tidak boleh dibuka. Ini untuk menghindari siswa membuka masker dalam jangka waktu yang lama.

 

Durasi PTM hanya dua jam mata pelajaran. Maksimal 90 menit. Dan dalam seminggu, PTM hanya dua kali. Dalam satu kali PTM terdapat dua shift.

 

Sirkulasi atau keluar masuk antara siswa peserta PTM shift pertama dan kedua diatur sedemikian rupa sesuai kondisi sekolah untuk menghindari kerumunan.

 

“Hasil simulasi ini akan kami jadikan SOP di masing-masing satuan pendidikan pada saat PTM terbatas diterapkan,” jelas Kepala Disdik Tabanan, I Nyoman Putra, usai melakukan evaluasi bersama Komisi IV dan pihak terkait lainnya.

 

Dikatakan, simulasi yang digelar pihaknya ini sekaligus menyempurnakan tata cara penerapan PTM.

 

“Dievaluasi mana yang kurang. Itu dituangkan ke SOP,” sambungnya.

 

Pada prinsipnya, kajian penerapan PTM terbatas telah diajukan ke bupati. Sehingga saat ini, pihaknya tinggal menunggu persetujuan atau izin dari bupati.

Baca Juga:  Kesampingan Paruman, Warga Adat Liligundi Geruduk Kantor Desa Bebandem

 

“Segala sesuatu dalam menunggu hal tersebut (izin bupati) sudah kami siapkan di masing-masing satuan pendidikan,” jelas Putra.

 

Hasil simulasi, sambung dia, secara kolektif akan disampaikan juga kepada bupati untuk melengkapi kajian yang lebih dulu disampaikan.

 

“Hasil simulasi akan kami ajukan secara keloktif. Karena semua sekolah nantinya kami instruksikan untuk melakukan simulasi juga. Baik secara langsung atau dengan melihat video. Karena (simulasi) ini divideokan juga,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana menilai bahwa tata cara PTM terbatas yang disimulasikan secara umum berjalan baik. Tinggal menyempurnakan beberapa hal yang dipandang sebagai titik lemah.

 

“Tinggal sekarang diperketat dan diperkuat. Nantinya kami juga akan pantau langsung saat PTM sudah dijalankan. Sampai ke tingkat kecamatan,” jelasnya.

 

Adapun beberapa catatan yang ditekankan pihaknya setelah memantau simulasi tersebut yakni hand sanitizer yang dipastikan tersedia di masing-masing ruang kelas. Serta penggunaan masker yang wajib selama PTM berlangsung.

 

“Alat peraga seperti spidol, saat anak-anak ke depan (kelas), penting disemprot desinfektan. Itu penting diingatkan. Kemudian makan tidak boleh di kelas. Kantin tidak ada,” pungkasnya.


TABANAN – Segala persiapan mulai dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan guna  menyambut  penerapan pembelajaran tatap muka atau PTM pada Juli mendatang. Salah satu persiapan yang dilakukan yakni simulasi PTM di tengah pandemi Covid-19. 

 

Simulasi tersebut berlangsung di SMP Negeri 2 Tabanan Rabu (30/6). Mulai dari tata cara pelaksanaan PTM. Bahkan tata cara tersebut juga akan dituangkan ke dalam SOP di masing-masing satuan pendidikan.

 

Itupun bila penerapan PTM yang direncanakan mulai awal tahun ajaran baru 2021/2022 pada bulan Juli mendatang bilamana memperoleh izin dari Bupati selaku pimpinan pemerintah daerah.

 

Simulasi tersebut dilaksanakan dengan melibatkan para pendidik, tenaga kependidikan, serta siswa secara langsung. Simulasi tersebut juga disaksikan pihak-pihak terkait. Khususnya dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk satuan pendidikan di tingkat SMP.

 

Selanjutnya, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) untuk satuan pendidikan di tingkat SD, Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi) Tabanan.

 

Selain itu, simulasi tersebut juga disaksikan Komisi IV DPRD Tabanan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dewan Pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan perwakilan Komite Sekolah.

 

Sebagai gambaran umum, PTM akan dimulai dari pukul 08.00 Wita. Tiap warga sekolah wajib mengukur temperatur tubuh, cuci tangan, menggunakan masker, sebagaimana protokol kesehatan pada umumnya.

Baca Juga:  Kesampingan Paruman, Warga Adat Liligundi Geruduk Kantor Desa Bebandem

 

Selanjutnya, tiap siswa wajib cuci tangan sebelum masuk kelas. Satu kelas hanya boleh diisi separo jumlah siswa dengan jarak duduk per baris hanya satu siswa. Sisanya mengikuti pelajaran secara daring. Karena PTM diterapkan secara kombinasi.

 

Jeda antara jam pelajaran pertama dan kedua dianjurkan tidak ada jam istirahat. Kalaupun ada jam istirahat tidak diperkenankan makan di kelas karena kantin tidak boleh dibuka. Ini untuk menghindari siswa membuka masker dalam jangka waktu yang lama.

 

Durasi PTM hanya dua jam mata pelajaran. Maksimal 90 menit. Dan dalam seminggu, PTM hanya dua kali. Dalam satu kali PTM terdapat dua shift.

 

Sirkulasi atau keluar masuk antara siswa peserta PTM shift pertama dan kedua diatur sedemikian rupa sesuai kondisi sekolah untuk menghindari kerumunan.

 

“Hasil simulasi ini akan kami jadikan SOP di masing-masing satuan pendidikan pada saat PTM terbatas diterapkan,” jelas Kepala Disdik Tabanan, I Nyoman Putra, usai melakukan evaluasi bersama Komisi IV dan pihak terkait lainnya.

 

Dikatakan, simulasi yang digelar pihaknya ini sekaligus menyempurnakan tata cara penerapan PTM.

 

“Dievaluasi mana yang kurang. Itu dituangkan ke SOP,” sambungnya.

 

Pada prinsipnya, kajian penerapan PTM terbatas telah diajukan ke bupati. Sehingga saat ini, pihaknya tinggal menunggu persetujuan atau izin dari bupati.

Baca Juga:  Ironis, Curi Dua Ekor Babi untuk Upacara Agama, Warga Ubud Ditangkap

 

“Segala sesuatu dalam menunggu hal tersebut (izin bupati) sudah kami siapkan di masing-masing satuan pendidikan,” jelas Putra.

 

Hasil simulasi, sambung dia, secara kolektif akan disampaikan juga kepada bupati untuk melengkapi kajian yang lebih dulu disampaikan.

 

“Hasil simulasi akan kami ajukan secara keloktif. Karena semua sekolah nantinya kami instruksikan untuk melakukan simulasi juga. Baik secara langsung atau dengan melihat video. Karena (simulasi) ini divideokan juga,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana menilai bahwa tata cara PTM terbatas yang disimulasikan secara umum berjalan baik. Tinggal menyempurnakan beberapa hal yang dipandang sebagai titik lemah.

 

“Tinggal sekarang diperketat dan diperkuat. Nantinya kami juga akan pantau langsung saat PTM sudah dijalankan. Sampai ke tingkat kecamatan,” jelasnya.

 

Adapun beberapa catatan yang ditekankan pihaknya setelah memantau simulasi tersebut yakni hand sanitizer yang dipastikan tersedia di masing-masing ruang kelas. Serta penggunaan masker yang wajib selama PTM berlangsung.

 

“Alat peraga seperti spidol, saat anak-anak ke depan (kelas), penting disemprot desinfektan. Itu penting diingatkan. Kemudian makan tidak boleh di kelas. Kantin tidak ada,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/