alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Nenek Meninggal, Ayah dan Kakek serta Dua Saudara Belum Ditemukan

Aurel menumpang Kapal Yunicee bersama ayah, kakek dan nenek, serta kakak dan adiknya. Ia selamat dalam tragedi tenggelamnya Kapal Yunicee di perairan Gilimanuk, Bali. Neneknya ditemukan meninggal dunia. Yang lain belum ditemukan.

M. BASIR, Negara

KORBAN tenggelamnya kapal Yunicee, di antaranya adalah satu keluarga dari Kelurahan Loloan Barat, Jembrana. Satu orang korban Sri Rahayu, 66, ditemukan meninggal dan satu orang lagi berhasil selamat. Korban selamat, Aurel, masih belum mengetahui nasib ayah, kakek dan kakak serta adiknya. Sri Rahayu adalah nenek Aurel.

 

Mengetahui neneknya meninggal dunia, Aurel, anak 11 tahun ini hanya bisa menangis saat didatangi bibinya yang datang ke Puskesmas Gilimanuk, Selasa (29/6) malam.

Bahkan dalam pelukan bibinya yang menenangkan sempat berucap tidak punya siapa-siapa lagi. Karena malam itu, Aurel yang sudah tidak memiliki ibu, bersama ayah, kakek, nenek, serta dua saudaranya menjadi korban saat hendak pulang ke Bali.

Baca Juga:  SDN 5 Bedulu Gianyar Disatroni Maling, Ini Yang Hilang

 

Sri Rahayu, nenek Aurel sudah dikubur di pemakaman umum Kelurahan Loloan Timur. Sedangkan ayah, kakek, dan dua saudaranya belum ditemukan, hingga saat ini tim sar gabungan masih melakukan pencarian.

 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba ditemui di posko pencarian korban di Pelabuhan Gilimanuk mengatakan, sudah mengirim konselor untuk memberikan konseling pada rumahnya.

 

“Saya sudah minta agar membatasi orang yang datang ke rumahnya karena masih anak kecil,” ungkapnya.

 

Setelah fokus pencarian korban di Gilimanuk, bupati akan merapatkan bersama jajarannya untuk menentukan langkah-langkah ke depan untuk membantu korban tenggelam asal Jembrana.

 

“Pihak Jasa Raharja sudah memastikan untuk keluarga yang meninggal dan luka-luka diberikan (santunan),” tegasnya.

Baca Juga:  Pagar Kantor Perbekel Ambengan Roboh, Motor Parkir Ikut Remuk

 

Khusus dengan Aurel, jika keluarganya menjadi korban maka menjadi tanggung jawab dari pemerintah kabupaten khusus untuk biaya pendidikan. Sampai saat ini, belum ada kepastian kabar mengenai anggota keluarganya yang juga menjadi korban kapal tenggelam.

 

Menurut bupati, melihat kondisi Aurel, sebagai bupati Jembrana akan bertanggung jawab penuh untuk biaya pendidikannya.

 

”Saya pun siap menjadi ayah angkat Aurel,” tegasnya.

 

Setelah dari posko pencarian di Pelabuhan Gilimanuk, Rabu sore kemarin, bupati bersama istrinya mendatangi rumah Aurel di Kelurahan Loloan Barat.


Aurel menumpang Kapal Yunicee bersama ayah, kakek dan nenek, serta kakak dan adiknya. Ia selamat dalam tragedi tenggelamnya Kapal Yunicee di perairan Gilimanuk, Bali. Neneknya ditemukan meninggal dunia. Yang lain belum ditemukan.

M. BASIR, Negara

KORBAN tenggelamnya kapal Yunicee, di antaranya adalah satu keluarga dari Kelurahan Loloan Barat, Jembrana. Satu orang korban Sri Rahayu, 66, ditemukan meninggal dan satu orang lagi berhasil selamat. Korban selamat, Aurel, masih belum mengetahui nasib ayah, kakek dan kakak serta adiknya. Sri Rahayu adalah nenek Aurel.

 

Mengetahui neneknya meninggal dunia, Aurel, anak 11 tahun ini hanya bisa menangis saat didatangi bibinya yang datang ke Puskesmas Gilimanuk, Selasa (29/6) malam.

Bahkan dalam pelukan bibinya yang menenangkan sempat berucap tidak punya siapa-siapa lagi. Karena malam itu, Aurel yang sudah tidak memiliki ibu, bersama ayah, kakek, nenek, serta dua saudaranya menjadi korban saat hendak pulang ke Bali.

Baca Juga:  BPJS, IDI, dan Republika Ajak Publik Gotong Royong Donasi untuk Nakes

 

Sri Rahayu, nenek Aurel sudah dikubur di pemakaman umum Kelurahan Loloan Timur. Sedangkan ayah, kakek, dan dua saudaranya belum ditemukan, hingga saat ini tim sar gabungan masih melakukan pencarian.

 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba ditemui di posko pencarian korban di Pelabuhan Gilimanuk mengatakan, sudah mengirim konselor untuk memberikan konseling pada rumahnya.

 

“Saya sudah minta agar membatasi orang yang datang ke rumahnya karena masih anak kecil,” ungkapnya.

 

Setelah fokus pencarian korban di Gilimanuk, bupati akan merapatkan bersama jajarannya untuk menentukan langkah-langkah ke depan untuk membantu korban tenggelam asal Jembrana.

 

“Pihak Jasa Raharja sudah memastikan untuk keluarga yang meninggal dan luka-luka diberikan (santunan),” tegasnya.

Baca Juga:  Gubernur Koster: Kemenkumham RI Penyelamat Si Kecil

 

Khusus dengan Aurel, jika keluarganya menjadi korban maka menjadi tanggung jawab dari pemerintah kabupaten khusus untuk biaya pendidikan. Sampai saat ini, belum ada kepastian kabar mengenai anggota keluarganya yang juga menjadi korban kapal tenggelam.

 

Menurut bupati, melihat kondisi Aurel, sebagai bupati Jembrana akan bertanggung jawab penuh untuk biaya pendidikannya.

 

”Saya pun siap menjadi ayah angkat Aurel,” tegasnya.

 

Setelah dari posko pencarian di Pelabuhan Gilimanuk, Rabu sore kemarin, bupati bersama istrinya mendatangi rumah Aurel di Kelurahan Loloan Barat.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/