alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Anjing Gila Mengamuk, Terkam Lima Warga Bedulu Dua Hari Beruntun

GIANYAR – Kasus gigitan anjing rabies belum tuntas. Sejak dua hari terakhir, yakni Minggu (28/7) dan Senin (29/7), sebanyak 5 warga Banjar Mas, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh digigit anjing rabies.

Anjing warna putih hitam berusia 6 bulan itu telah dieliminasi. Dan para korban telah menerima vaksin.

Menurut kelian banjar Mas, Wayan Sujana, yang juga pemilik anjing, menyatakan anjing bernama Bobi mulai menunjukkan keanehan hari Minggu.

Yang digigit adalah anggota keluarganya sendiri. Pertama kali anjing menerkam Ni Ketut Adelia, 3, yang digigit di tangan kiri.

Selanjutnya, anjing itu kembali menggigit keponakannya, I Kadek Rio Pramana Putra, 5. “Setelah itu, saya mau ikat anjing itu. Tapi tidak berhasil. Dia lepas,” ujarnya kemarin.

Ternyata, anjing yang lepas itu kembali mencari mangsa. Pada Senin, anjing itu menggigit 3 anggota keluarganya sekaligus.

Baca Juga:  Kata Psikiater Kondang, Ini yang Harus Dilakukan saat Ada ODGJ Ngamuk

Yakni, I Wayan Windu Narendra, 3, digigit pada tangan kiri; Ni Made Dwijayanti, 37, digigit pada kaki kanan; dan Ni Wayan Suparini, 36, juga tergigit pada kaki kanan.

Mengetahui anjingnya buas, Sujana berupaya menangkap dan mengikatnya. “Saya sendiri hampir saja digigit. Tapi saya kena air liurnya. Pas saya tangkap, langsung saya ikat,” jelasnya.

Sujana awalnya tidak tahu menahu jika air liur anjing rabies berbahaya. “Makanya saya ikut disuntik VAR (Vaksin Anti Rabies, red). Keluarga saya semua sudah disuntik juga,” jelasnya.

Selanjutnya, Sujana melaporkan kejadian tersebut ke dinas terkait. Anjing kesayangannya itu langsung dieliminasi kemudian diambil sampel bagian otak. Dari hasil tes, ternyata anjing itu positif rabies.

Sujana mengakui jika anjing miliknya tidak pernah divaksin. “Waktu ada program vaksin masal, anjing saya masih 3 bulan. Makanya tidak divaksin. Setelah anjing besar, saya lupa memvaksin,” sesalnya.

Baca Juga:  Rabies Merebak di Buleleng, Dinkes Bali Pastikan Stok VAR Aman

Dia juga sempat mengecek indukan anjing. “Ternyata induknya sudah mati. Saya tidak menyangka anjing ini rabies,” keluhnya.

Kasi Keswan Dinas Pertanian Gianyar, Drh. I Ketut Ariyasa seizin Kabid Keswan dan Kadis Pertanian, telah menindaklanjuti kasus tersebut.

Pihaknya menyayangkan, anjing peliharaan itu dilepasliarkan. Bahkan pemiliknya sampai lupa memvaksin anjing.

“Rencananya kami adalah sosialisasi dengan warga di sini. Akan ada kesepakatan untuk kegiatan eliminasi anjing liar,” jelasnya.

Selanjutnya pihaknya akan mengagendakan vaksinasi khusus pada anjing yang belum tervaksin. “Mitos anjing bisa sakit atau mati setelah divaksin itu tidak benar. Justru anjing lebih sehat,” pungkasnya.



GIANYAR – Kasus gigitan anjing rabies belum tuntas. Sejak dua hari terakhir, yakni Minggu (28/7) dan Senin (29/7), sebanyak 5 warga Banjar Mas, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh digigit anjing rabies.

Anjing warna putih hitam berusia 6 bulan itu telah dieliminasi. Dan para korban telah menerima vaksin.

Menurut kelian banjar Mas, Wayan Sujana, yang juga pemilik anjing, menyatakan anjing bernama Bobi mulai menunjukkan keanehan hari Minggu.

Yang digigit adalah anggota keluarganya sendiri. Pertama kali anjing menerkam Ni Ketut Adelia, 3, yang digigit di tangan kiri.

Selanjutnya, anjing itu kembali menggigit keponakannya, I Kadek Rio Pramana Putra, 5. “Setelah itu, saya mau ikat anjing itu. Tapi tidak berhasil. Dia lepas,” ujarnya kemarin.

Ternyata, anjing yang lepas itu kembali mencari mangsa. Pada Senin, anjing itu menggigit 3 anggota keluarganya sekaligus.

Baca Juga:  Bendesa Munduk: Pelebon Ida Pedanda Korban Pohon Pule Tunggu Paruman

Yakni, I Wayan Windu Narendra, 3, digigit pada tangan kiri; Ni Made Dwijayanti, 37, digigit pada kaki kanan; dan Ni Wayan Suparini, 36, juga tergigit pada kaki kanan.

Mengetahui anjingnya buas, Sujana berupaya menangkap dan mengikatnya. “Saya sendiri hampir saja digigit. Tapi saya kena air liurnya. Pas saya tangkap, langsung saya ikat,” jelasnya.

Sujana awalnya tidak tahu menahu jika air liur anjing rabies berbahaya. “Makanya saya ikut disuntik VAR (Vaksin Anti Rabies, red). Keluarga saya semua sudah disuntik juga,” jelasnya.

Selanjutnya, Sujana melaporkan kejadian tersebut ke dinas terkait. Anjing kesayangannya itu langsung dieliminasi kemudian diambil sampel bagian otak. Dari hasil tes, ternyata anjing itu positif rabies.

Sujana mengakui jika anjing miliknya tidak pernah divaksin. “Waktu ada program vaksin masal, anjing saya masih 3 bulan. Makanya tidak divaksin. Setelah anjing besar, saya lupa memvaksin,” sesalnya.

Baca Juga:  Desa Zona Merah Rabies di Gianyar Bertambah, Sulit Eliminasi Karena Ini

Dia juga sempat mengecek indukan anjing. “Ternyata induknya sudah mati. Saya tidak menyangka anjing ini rabies,” keluhnya.

Kasi Keswan Dinas Pertanian Gianyar, Drh. I Ketut Ariyasa seizin Kabid Keswan dan Kadis Pertanian, telah menindaklanjuti kasus tersebut.

Pihaknya menyayangkan, anjing peliharaan itu dilepasliarkan. Bahkan pemiliknya sampai lupa memvaksin anjing.

“Rencananya kami adalah sosialisasi dengan warga di sini. Akan ada kesepakatan untuk kegiatan eliminasi anjing liar,” jelasnya.

Selanjutnya pihaknya akan mengagendakan vaksinasi khusus pada anjing yang belum tervaksin. “Mitos anjing bisa sakit atau mati setelah divaksin itu tidak benar. Justru anjing lebih sehat,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/