alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Berkat JKN – KIS, Melahirkan di Bidan Kini Tanpa Hambatan

SINGARAJA – Dikaruniai anak adalah sebuah anugerah dan titipan Tuhan yang tak ternilai harganya dalam sebuah rumah tangga.

Terlebih lagi kehadirannya telah dinanti sejak lama. Seperti yang sedang dirasakan Putu Ayu Andriyani, 22, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berasal dari Kota Singaraja.

Saat ditemui tim Jamkesnews di kediamannya, Rabu (17/7) lalu, dia menceritakan pengalamannya saat melahirkan di bidan menggunakan jaminan kesehatan dari Program JKN-KIS.

Ayu dengan penuh semangat menceritakan proses persalinannya di bidan yang lokasi tempat praktek bidan tersebut tidak jauh dari kediamannya.

Selama masa kehamilan, Ayu rajin untuk melakukan kontrol di bidan. Ia sangat berharap bisa melahirkan secara normal.

“Dari awal kehamilan, saya dan suami sudah mempercayakan kesehatan saya dan janin dalam kandungan saya di bidan dengan menggunakan jaminan kesehatan dari program JKN-KIS.

Saya sekeluarga telah menjadi peserta JKN-KIS karena suami saya adalah seorang anggota TNI yang kepesertaannya ditanggung oleh pemerintah dan sekaligus menanggung saya sebagai istrinya,”ceritaya sambil tersenyum bahagia.

Ayu pun merasa lega karena telah menjadi peserta JKN-KIS, pasalnya ia dilayani dengan sangat baik saat melahirkan di bidan.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Apresiasi Badan Usaha Patuh di Kabupaten Jembrana

“Sedikitpun saya tidak merasa ragu untuk melahirkan di bidan. Bidan yang melayani saya begitu ramah, sabar, dan sangat pengertian.

Saya merasa sangat nyaman saat memeriksakan janin saya hingga proses persalinan yang saya jalani. Saat proses persalinan, saya dipandu dengan sangat baik,

pelayanan yang diberikan amat sangat memuaskan,” imbuhnya sambil menggendong putri mungilnya.

Selain merasa lega dengan pelayanan yang ia dapat, Ayu juga menceritakan seluruh biaya dari pelayanan kesehatan yang diperolehnya saat melahirkan dijamin sepenuhnya

oleh BPJS Kesehatan danIa pun merasa sangat terbantuoleh program pemerintah yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Dari pengalaman yang diceritakan Ayu tersebut, Ayu dan keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah mencanangkan program JKN-KIS,

juga kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program dan fasilitas kesehatan dalam hal ini bidan yang telah memberikan pelayanan dengan sangat baik.

“Saya dan keluarga telah merasakan manfaat besar dari Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Berkat program JKN-KIS, proses persalinan saya tiada hambatan, nyaman dan lancar tanpa kendala yang berarti.

Baca Juga:  Manfaat Ganda JKN-KIS: Lupa Bawa Kartu? Tenang, Ada KIS Digital

Anak kami terlahir ke dunia ini dengan selamat dan sehat. Kini saya dan suami tengah berbahagia menikmati keseharian kami menjadi seorang ibu dan ayah bagi buah hati tercinta

kami yang berjenis kelamin perempuan yang lahir di bidan dengan menggunakan jaminan kesehatan dari program JKN-KIS, program pemerintah yang sungguh mulia,” jelasnya

Tak hanya Ayu, suaminya Ramadhan Matasina pun mengungkapkan rasa bangganya telah menjadi peserta JKN-KIS.

“Saya sangat bersyukur telah menjadi peserta JKN-KIS dan saya salut akan program ini karena dapat menjamin seluruh biaya persalinan istri saya tanpa iuran biaya satu rupiah pun.

Saya dan keluarga  merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Program JKN-KIS merupakan bentuk nyata peran pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi

masyarakat Indonesia. Semoga program JKN-KIS ke depannya semakin memberikan manfaat bagi masyarakat karena

banyak masyarakat yang merasa terbantu dan tertolong dari program JKN-KIS ini,” tutur seorang anggota TNI ini, menutup pembicaraan. (rba)

 



SINGARAJA – Dikaruniai anak adalah sebuah anugerah dan titipan Tuhan yang tak ternilai harganya dalam sebuah rumah tangga.

Terlebih lagi kehadirannya telah dinanti sejak lama. Seperti yang sedang dirasakan Putu Ayu Andriyani, 22, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berasal dari Kota Singaraja.

Saat ditemui tim Jamkesnews di kediamannya, Rabu (17/7) lalu, dia menceritakan pengalamannya saat melahirkan di bidan menggunakan jaminan kesehatan dari Program JKN-KIS.

Ayu dengan penuh semangat menceritakan proses persalinannya di bidan yang lokasi tempat praktek bidan tersebut tidak jauh dari kediamannya.

Selama masa kehamilan, Ayu rajin untuk melakukan kontrol di bidan. Ia sangat berharap bisa melahirkan secara normal.

“Dari awal kehamilan, saya dan suami sudah mempercayakan kesehatan saya dan janin dalam kandungan saya di bidan dengan menggunakan jaminan kesehatan dari program JKN-KIS.

Saya sekeluarga telah menjadi peserta JKN-KIS karena suami saya adalah seorang anggota TNI yang kepesertaannya ditanggung oleh pemerintah dan sekaligus menanggung saya sebagai istrinya,”ceritaya sambil tersenyum bahagia.

Ayu pun merasa lega karena telah menjadi peserta JKN-KIS, pasalnya ia dilayani dengan sangat baik saat melahirkan di bidan.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Apresiasi Badan Usaha Patuh di Kabupaten Jembrana

“Sedikitpun saya tidak merasa ragu untuk melahirkan di bidan. Bidan yang melayani saya begitu ramah, sabar, dan sangat pengertian.

Saya merasa sangat nyaman saat memeriksakan janin saya hingga proses persalinan yang saya jalani. Saat proses persalinan, saya dipandu dengan sangat baik,

pelayanan yang diberikan amat sangat memuaskan,” imbuhnya sambil menggendong putri mungilnya.

Selain merasa lega dengan pelayanan yang ia dapat, Ayu juga menceritakan seluruh biaya dari pelayanan kesehatan yang diperolehnya saat melahirkan dijamin sepenuhnya

oleh BPJS Kesehatan danIa pun merasa sangat terbantuoleh program pemerintah yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Dari pengalaman yang diceritakan Ayu tersebut, Ayu dan keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah mencanangkan program JKN-KIS,

juga kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program dan fasilitas kesehatan dalam hal ini bidan yang telah memberikan pelayanan dengan sangat baik.

“Saya dan keluarga telah merasakan manfaat besar dari Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Berkat program JKN-KIS, proses persalinan saya tiada hambatan, nyaman dan lancar tanpa kendala yang berarti.

Baca Juga:  Kejari Denpasar Berhasil Tagih Rp237 Juta dari Penunggak Iuran BPJS Kesehatan

Anak kami terlahir ke dunia ini dengan selamat dan sehat. Kini saya dan suami tengah berbahagia menikmati keseharian kami menjadi seorang ibu dan ayah bagi buah hati tercinta

kami yang berjenis kelamin perempuan yang lahir di bidan dengan menggunakan jaminan kesehatan dari program JKN-KIS, program pemerintah yang sungguh mulia,” jelasnya

Tak hanya Ayu, suaminya Ramadhan Matasina pun mengungkapkan rasa bangganya telah menjadi peserta JKN-KIS.

“Saya sangat bersyukur telah menjadi peserta JKN-KIS dan saya salut akan program ini karena dapat menjamin seluruh biaya persalinan istri saya tanpa iuran biaya satu rupiah pun.

Saya dan keluarga  merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Program JKN-KIS merupakan bentuk nyata peran pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi

masyarakat Indonesia. Semoga program JKN-KIS ke depannya semakin memberikan manfaat bagi masyarakat karena

banyak masyarakat yang merasa terbantu dan tertolong dari program JKN-KIS ini,” tutur seorang anggota TNI ini, menutup pembicaraan. (rba)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/