alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Puluhan Telur di Pusat Konservasi Menetas, Wisman Antusias Lepas Tukik

RadarBali.com – Puluhan wisatawan mancanegara nampak antusias saat melakukan pelepasan tukik di wilayah Pantai Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar.

Mereka diberi kesempatan mengikuti proses pelepas-liaran tukik, setelah puluhan telur penyu di Pusat Pelestarian Save Penyu Pantai Penimbangan, menetas.

Pelepasan penyu-penyu itu dilakukan sore kemarin. Total ada 77 ekor tukik yang dilepas ke habitat mereka di laut. Sebelum pelepasan, dilakukan prosesi persembahyangan bersama.

Sebagian wisatawan mancanegara juga ikut terlibat dalam persembahyangan. Sebagian lainnya sibuk mengabadikan prosesi itu.

Pemangku yang memimpin prosesi persembahyangan, kemudian memercikkan tirta ke tukik-tukik yang akan dilepaskan.

Tujuannya, agar tukik-tukik itu diberi keselamatan saat mengarungi hidup di lautan. Setelah itu masing-masing wisatawan dipersilakan melepas tukik ke alam liar.

Baca Juga:  Sanksi Denda Pelajar “Nakal”, Kadisdik Panggil Kasek SDN 2 Banyubiru

Salah seorang wisatawan mancanegara asal Belanda, Karin Van Gikel mengaku sangat antusias dengan proses pelepasan penyu itu.

“Saya sangat mendukung upaya-upaya pelestarian hewan seperti ini. Orang Bali benar-benar peduli dengan kehidupan penyu,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna menyatakan momen pelepasan penyu akan menjadi salah satu momen berharga bagi wisatawan mancanegara.

Secara tidak langsung, hal itu berdampak pada promosi dunia pariwisata di Kabupaten Buleleng.

“Secara tidak langsung ini akan berdampak positif pada dunia pariwisata. Pertama ada promosi yang disampaikan oleh wisatawan itu sendiri. Kedua, wisatawan itu punya kenangan yang melekat sehingga dia selalu ingat dengan Buleleng,” kata Sutrisna.

Koordinator Pelestari Penyu Kelompok Nelayan Sari Segara Pantai Penimbangan, Putu Dedy Yastika mengungkapkan, wisatawan mancanegara sengaja dilibatkan dalam proses pelepas-liaran penyu.

Baca Juga:  Meski Pandemi, Bupati Ikut Acara Lepas Ratusan Tukik di Pantai Klotok

Tujuannya, agar masyarakat Bali mendapat citra positif dalam hal pelestarian lingkungan, terutama hewan-hewan yang dilindungi.



RadarBali.com – Puluhan wisatawan mancanegara nampak antusias saat melakukan pelepasan tukik di wilayah Pantai Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar.

Mereka diberi kesempatan mengikuti proses pelepas-liaran tukik, setelah puluhan telur penyu di Pusat Pelestarian Save Penyu Pantai Penimbangan, menetas.

Pelepasan penyu-penyu itu dilakukan sore kemarin. Total ada 77 ekor tukik yang dilepas ke habitat mereka di laut. Sebelum pelepasan, dilakukan prosesi persembahyangan bersama.

Sebagian wisatawan mancanegara juga ikut terlibat dalam persembahyangan. Sebagian lainnya sibuk mengabadikan prosesi itu.

Pemangku yang memimpin prosesi persembahyangan, kemudian memercikkan tirta ke tukik-tukik yang akan dilepaskan.

Tujuannya, agar tukik-tukik itu diberi keselamatan saat mengarungi hidup di lautan. Setelah itu masing-masing wisatawan dipersilakan melepas tukik ke alam liar.

Baca Juga:  Joni Agung Kampanye Pelestarian Penyu

Salah seorang wisatawan mancanegara asal Belanda, Karin Van Gikel mengaku sangat antusias dengan proses pelepasan penyu itu.

“Saya sangat mendukung upaya-upaya pelestarian hewan seperti ini. Orang Bali benar-benar peduli dengan kehidupan penyu,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna menyatakan momen pelepasan penyu akan menjadi salah satu momen berharga bagi wisatawan mancanegara.

Secara tidak langsung, hal itu berdampak pada promosi dunia pariwisata di Kabupaten Buleleng.

“Secara tidak langsung ini akan berdampak positif pada dunia pariwisata. Pertama ada promosi yang disampaikan oleh wisatawan itu sendiri. Kedua, wisatawan itu punya kenangan yang melekat sehingga dia selalu ingat dengan Buleleng,” kata Sutrisna.

Koordinator Pelestari Penyu Kelompok Nelayan Sari Segara Pantai Penimbangan, Putu Dedy Yastika mengungkapkan, wisatawan mancanegara sengaja dilibatkan dalam proses pelepas-liaran penyu.

Baca Juga:  Peternak Babi Buleleng Klaim Aman dari Serangan Virus ASF

Tujuannya, agar masyarakat Bali mendapat citra positif dalam hal pelestarian lingkungan, terutama hewan-hewan yang dilindungi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/