alexametrics
25.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Terobosan, RSUD Buleleng Siapkan Klinik Khusus Covid-19

SINGARAJA – Manajemen RSUD Buleleng membuat terobosan. RS di Jalan Ngurah Rai, Singaraja, itu kini mulai menyiapkan poliklinik khusus bagi pasien covid-19.

 

Poliklinik ini akan melayani pasien-pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. Klinik juga disiapkan bagi layanan pasien yang mengalami gejalan long covid.

 

Dirut RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD. mengungkapkan, klinik covid-19 sebenarnya merupakan layanan standar yang harus disiapkan pada masa pandemi. Selama ini RSUD hanya fokus pada layanan pasien covid-19 yang menjalani rawat inap. Utamanya yang mengalami gejala berat dan kritis.

 

Di luar kondisi tersebut, ternyata ada pula pasien-pasien yang mengalami gejala covid-19 yang berkepanjangan. Seperti batuk kering, kehilangan indra penciuman dan perasa, sesak nafas, lemas, kurang nafsu makan, serta nyeri. Gejala itu masih dirasakan meski para pasien telah mengakhiri masa karantina.

Baca Juga:  14 Desember 2021 Besok Anak Usia 6-11 di Bali Mulai Divaksin Covid-19

 

“Mereka yang mengalami gejala long covid ini bingung mau kontrol harus kemana. Kalau mau mencari rujukan, prosesnya juga agak panjang. Kalau ada poliklinik covid, mereka akan mendapat pelayanan yang lebih menyeluruh. Bisa kami treatment di sana,” jelas Arya saat ditemui Jawa Pos Radar Bali pada Selasa (31/8).

 

Selain itu poliklinik covid juga akan mencegah potensi penularan di lingkungan rumah sakit. Menurut Arya, selama ini tim medis kerap kesulitan melakukan distribusi pasien. Pasien yang bergejala dan identik dengan covid-19, tak mungkin diarahkan ke poliklinik umum.

 

“Kalau diarahkan ke poliklinik umum, nanti malah bergabung dengan pasien lain yang non-covid. Makanya kami siapkan layanan khusus. Nanti kami akan pakai ruangan bekas Unit Transfusi Darah. Minggu depan polikliniknya sudah siap,” tegasnya.

Baca Juga:  Diduga Depresi, Pemuda Pendiam Ditemukan Tewas Gantung Diri

 

Di sisi lain, RSUD juga melakukan pemisahan alur distribusi pasien covid-19. Kini RSUD menyiapkan ruang layanan tersendiri bagi pasien covid-19. Baik itu di Instalasi Gawat Darurat, ruang cuci darah, ruang perawatan ibu melahirkan, maupun ruang perawatan bayi.

 

Selama ini, jelas Arya, pasien yang berstatus ibu melahirkan, bayi, maupun pasien cuci darah, dirawat dalam bangsal yang sama. Hal itu menyulitkan perawatan, karena tiap pasien membutuhkan perawatan yang berbeda.

 

“Sekarang sudah kami distribusikan. Di Ruang Melati ada ruang khusus bagi ibu melahirkan dan bayi, di ruang cuci darah juga ada ruang isolasi, di IGD juga sudah kami buat sekat khusus. Jadi nanti proses perawatan bisa lebih maksimal,” demikian Arya.


SINGARAJA – Manajemen RSUD Buleleng membuat terobosan. RS di Jalan Ngurah Rai, Singaraja, itu kini mulai menyiapkan poliklinik khusus bagi pasien covid-19.

 

Poliklinik ini akan melayani pasien-pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. Klinik juga disiapkan bagi layanan pasien yang mengalami gejalan long covid.

 

Dirut RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD. mengungkapkan, klinik covid-19 sebenarnya merupakan layanan standar yang harus disiapkan pada masa pandemi. Selama ini RSUD hanya fokus pada layanan pasien covid-19 yang menjalani rawat inap. Utamanya yang mengalami gejala berat dan kritis.

 

Di luar kondisi tersebut, ternyata ada pula pasien-pasien yang mengalami gejala covid-19 yang berkepanjangan. Seperti batuk kering, kehilangan indra penciuman dan perasa, sesak nafas, lemas, kurang nafsu makan, serta nyeri. Gejala itu masih dirasakan meski para pasien telah mengakhiri masa karantina.

Baca Juga:  Tekan Fatalitas Rate, RS Buleleng Siapkan Ruang ICU Untuk Pasien Covid

 

“Mereka yang mengalami gejala long covid ini bingung mau kontrol harus kemana. Kalau mau mencari rujukan, prosesnya juga agak panjang. Kalau ada poliklinik covid, mereka akan mendapat pelayanan yang lebih menyeluruh. Bisa kami treatment di sana,” jelas Arya saat ditemui Jawa Pos Radar Bali pada Selasa (31/8).

 

Selain itu poliklinik covid juga akan mencegah potensi penularan di lingkungan rumah sakit. Menurut Arya, selama ini tim medis kerap kesulitan melakukan distribusi pasien. Pasien yang bergejala dan identik dengan covid-19, tak mungkin diarahkan ke poliklinik umum.

 

“Kalau diarahkan ke poliklinik umum, nanti malah bergabung dengan pasien lain yang non-covid. Makanya kami siapkan layanan khusus. Nanti kami akan pakai ruangan bekas Unit Transfusi Darah. Minggu depan polikliniknya sudah siap,” tegasnya.

Baca Juga:  Mimih…Diseruduk Truk, Mobil Pikap Angkut 7 Penumpang Masuk Jurang

 

Di sisi lain, RSUD juga melakukan pemisahan alur distribusi pasien covid-19. Kini RSUD menyiapkan ruang layanan tersendiri bagi pasien covid-19. Baik itu di Instalasi Gawat Darurat, ruang cuci darah, ruang perawatan ibu melahirkan, maupun ruang perawatan bayi.

 

Selama ini, jelas Arya, pasien yang berstatus ibu melahirkan, bayi, maupun pasien cuci darah, dirawat dalam bangsal yang sama. Hal itu menyulitkan perawatan, karena tiap pasien membutuhkan perawatan yang berbeda.

 

“Sekarang sudah kami distribusikan. Di Ruang Melati ada ruang khusus bagi ibu melahirkan dan bayi, di ruang cuci darah juga ada ruang isolasi, di IGD juga sudah kami buat sekat khusus. Jadi nanti proses perawatan bisa lebih maksimal,” demikian Arya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/