alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

“Saya Senang Sekolah di Sini, tapi Saya Kangen Teman-Teman di Selat”

RadarBali.com – Anak-anak usia sekolah yang mengungsi ke Jembrana pascameningkatnya aktivitas Gunung Agung masih bisa melanjutkan pendidikan.

Mereka baik yang duduk di TK sampai SMA sudah ditampung di sekolah terdekat dari tempet mereka tinggal.

Seperti empat orang siswa sekolah dasar yang kini bersekolah di SD 9 Penyaringan Mendoyo. Keempat siswa itu sejak beberapa hari lalu sudah mengikuti pelajaran meski dengan keterbatasan sarana dan pakaian.

Bahkan, ada yang berpakian seadanya dari hasil meminjam kepada keluarganya dan hanya membawa buku tulis seadanya.

Mereka bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan teman-teman barunya dan tetap semangat mengikuti pelajaran.

“Saya sangat senang bisa tetap sekolah meski pakian dan buku yang saya bawa seadanya,” ujar I Kadek Budi Juniarta,7, siswa kelas 2 asal Desa Selat, Karangasem.

Juniarta yang sejak tiga hari lalu bersekolah di SD 9 Penyaringan mengaku tidak terlalu sulit mengikuti pelajaran yang diberikan walalu sempat beberapahari tidak sekolah.

Teman-teman di kelas barunya juga cukup baik dan menerima dirinya sebagi teman. “Teman-teman cepat akrab di kelas maupun saat bermain waktu istrirahat. Saya senang dengan mereka. Pelajaran juga bisa saya ikuti,” ungkapnya.

Meski sudah sekolah di sekolah baru dan sudah akrab dengan teman-temanya, namun Juniarta masih tetap kangen dengan teman-temanya sekolahnya di Selat.

“Kami berpisah karena sama-sama mengungsi. Saya tidak tahu di mana mereka sekarang,” ujarnya.

Kepala SD 9 Penyaringan Ni Made Astini mengatakan ada empat siswa dari keluarga pengungsi yang sekolah di SD 9 Penyaringan masing masing dusuk di kelas 1 sampai kelas lima.

“Untuk kelas enam tidak ada,” ujarnya. Adanya siswa pengungsian yang sekolah di sekolah yang dipimpinya memang tidak ada masalah.

Mereka tetap diberikan perlakukan dan pelajaran yang sama seperti siswa lainnya sesuai dengan kelas masing-masing.

“Mereka kita berikan perlakukan yang sama. Untuk alat tulis mereka dibantu oleh pihak desa dan relawan,” ungkapnya



RadarBali.com – Anak-anak usia sekolah yang mengungsi ke Jembrana pascameningkatnya aktivitas Gunung Agung masih bisa melanjutkan pendidikan.

Mereka baik yang duduk di TK sampai SMA sudah ditampung di sekolah terdekat dari tempet mereka tinggal.

Seperti empat orang siswa sekolah dasar yang kini bersekolah di SD 9 Penyaringan Mendoyo. Keempat siswa itu sejak beberapa hari lalu sudah mengikuti pelajaran meski dengan keterbatasan sarana dan pakaian.

Bahkan, ada yang berpakian seadanya dari hasil meminjam kepada keluarganya dan hanya membawa buku tulis seadanya.

Mereka bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan teman-teman barunya dan tetap semangat mengikuti pelajaran.

“Saya sangat senang bisa tetap sekolah meski pakian dan buku yang saya bawa seadanya,” ujar I Kadek Budi Juniarta,7, siswa kelas 2 asal Desa Selat, Karangasem.

Juniarta yang sejak tiga hari lalu bersekolah di SD 9 Penyaringan mengaku tidak terlalu sulit mengikuti pelajaran yang diberikan walalu sempat beberapahari tidak sekolah.

Teman-teman di kelas barunya juga cukup baik dan menerima dirinya sebagi teman. “Teman-teman cepat akrab di kelas maupun saat bermain waktu istrirahat. Saya senang dengan mereka. Pelajaran juga bisa saya ikuti,” ungkapnya.

Meski sudah sekolah di sekolah baru dan sudah akrab dengan teman-temanya, namun Juniarta masih tetap kangen dengan teman-temanya sekolahnya di Selat.

“Kami berpisah karena sama-sama mengungsi. Saya tidak tahu di mana mereka sekarang,” ujarnya.

Kepala SD 9 Penyaringan Ni Made Astini mengatakan ada empat siswa dari keluarga pengungsi yang sekolah di SD 9 Penyaringan masing masing dusuk di kelas 1 sampai kelas lima.

“Untuk kelas enam tidak ada,” ujarnya. Adanya siswa pengungsian yang sekolah di sekolah yang dipimpinya memang tidak ada masalah.

Mereka tetap diberikan perlakukan dan pelajaran yang sama seperti siswa lainnya sesuai dengan kelas masing-masing.

“Mereka kita berikan perlakukan yang sama. Untuk alat tulis mereka dibantu oleh pihak desa dan relawan,” ungkapnya



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/