alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Dikubur Massal, Keluarga Polisi Korban Tsunami Gelar Upacara Ngulapin

NEGARA – Usai mendapat kepastian tentang jenazah I Gusti Kade Sukamiarta, pihak keluarga dari korban gempa bumi dan tsunami Palu, Senin (1/10) sore menggelar upacara ngulapin.

 

Upacara Ngulapin yang diikuti keluarga dan kerabat mendiang, itu digelar di Pantai Desa Yeh Kuning, Jembrana.

 

Ayah korban, I Gusti Kade Sukadana dikonfirmasi usai upacara, mengatakan, upacara Ngulapin digelar setelah pihak keluarga meminta petunjuk dari Griya Kawi Sunia, Mendoyo Dauh Tukad, yang meminta keluarga untuk nebusin di segara.

“Tadi sudah dari griya, petunjuknya untuk ngulapin di segara,” kata salah satu keluarga Sukadana.

 

Sedangkan paman korban, I Gusti Ketut Wirawan, pada proses upacara ngulapin  diikuti sejumlah anggota keluarga sekitar 15 orang di pantai Yeh Kuning.

Baca Juga:  Aksi Penculikan WN Bulgaria Dipicu Dendam Lama, Sama-sama Diproses

Upacara dipimpin Ida Ayu Kade Suwilantari.

Usai melakukan prosesi upakara Ngulapin, anggota keluarga langsung melakukan upakara Mesugan di daerah Yeh Buah Desa Penyaringan, Mendoyo, Jembrana.

Serangkaian upacara ini dilakukan sore kemarin, setelah ada kepastian bahwa korban yang biasa disapa Gus Maiz ini dikubur masal di Kota Palu,

Bersama korban gempa dan tsunami lainnya.

Keluarga almarhum juga sudah merelakan Gus Maiz dikubur masal, jauh dari keluarga besarnya di Jembrana.

 



NEGARA – Usai mendapat kepastian tentang jenazah I Gusti Kade Sukamiarta, pihak keluarga dari korban gempa bumi dan tsunami Palu, Senin (1/10) sore menggelar upacara ngulapin.

 

Upacara Ngulapin yang diikuti keluarga dan kerabat mendiang, itu digelar di Pantai Desa Yeh Kuning, Jembrana.

 

Ayah korban, I Gusti Kade Sukadana dikonfirmasi usai upacara, mengatakan, upacara Ngulapin digelar setelah pihak keluarga meminta petunjuk dari Griya Kawi Sunia, Mendoyo Dauh Tukad, yang meminta keluarga untuk nebusin di segara.

“Tadi sudah dari griya, petunjuknya untuk ngulapin di segara,” kata salah satu keluarga Sukadana.

 

Sedangkan paman korban, I Gusti Ketut Wirawan, pada proses upacara ngulapin  diikuti sejumlah anggota keluarga sekitar 15 orang di pantai Yeh Kuning.

Baca Juga:  Dikucilkan, Psikologis Terganggu, Dika: Guruji Akan Selesaikan Semua

Upacara dipimpin Ida Ayu Kade Suwilantari.

Usai melakukan prosesi upakara Ngulapin, anggota keluarga langsung melakukan upakara Mesugan di daerah Yeh Buah Desa Penyaringan, Mendoyo, Jembrana.

Serangkaian upacara ini dilakukan sore kemarin, setelah ada kepastian bahwa korban yang biasa disapa Gus Maiz ini dikubur masal di Kota Palu,

Bersama korban gempa dan tsunami lainnya.

Keluarga almarhum juga sudah merelakan Gus Maiz dikubur masal, jauh dari keluarga besarnya di Jembrana.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/