alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Kelompok Mina Kembang Sukses Budidayakan Lele dengan Sistem Bioflok

NEGARA- Kelompok Mina Kembang Kelurahan Pendem, Jembrana sukses melaksanakan panen perdana ternak lele menggunakan sistem bioflok.

Panen perdana ini merupakan hasil dari penebaran benih ikan lele sebanyak 28.000 ekor sekitar dua bulan lalu.

Kini sentra budidaya ikan lele yang diterapkan Kelompok Mina Kembang dengan metode bioflok telah memasuki masa panen.

Panen perdana ikan lele ini dipimpin langsung oleh Bupati Jembrana, I Putu Artha bersama pendamping bantuan bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Khairul Anwar,

Direktur Produksi dan Usaha Budidaya Republik Indonesia Arik Hari Wibowo, Komisi IV DPR RI I Made Urip dan Sekda Kabupaten Jembrana I Made Sudiada di kelompok budidaya ikan lele Mina Kembang, Kelurahan Pendem, Kamis (1/10).

Panen Lele ini juga disaksikan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Pemilik Budidaya Ikan lele di Jembrana.

Baca Juga:  LBH APIK Desak Pemkab Realisasi Rumah Aman Bagi Korban Kekerasan

Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, budidaya lele melalui sistem bioflok, ini merupakan jawaban atas tantangan kemajuan saat ini.

Dengan sistem ini memberikan kemudahan lantaran tidak menghasilkan limbah dalam prosesnya.

“Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini merupakan percontohan dan sudah diapresiasi oleh Kementerian. Keberhasilan ini mampu menjawab kebutuhan pasar di tengah pesatnya kemajuan zaman saat ini,” kata Artha

Bupati sampaikan terima kasih kepada Kementerian Kelautan yaitu dalam membantu kelompok-kelompok yang ada di Jembrana ini untuk mengembangkan budidaya lele seperti sekarang ini. 

 “Hari ini sangat luar biasa dalam situasi pandemi ini mereka yang bekerja di perhotelan banyak yang di PHK, jadi dengan adanya pekerjaan seperti itu mereka pulang kampung dia membentuk suatu kelompok dan buat seperti budidaya seperti ini kelompok Jadi sangat luar biasa berinisiatif melaksanakan program bioflok seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Bersama Pemkab Jembrana Serahkan Santunan

Direktur Produksi dan Usaha Budidaya Republik Indonesia Arik Hari Wibowo mengapresiasi suksesnya budidaya sistem bioflok di kelompok mina Kembang ini.

“Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bersama terutama Kementerian Kelautan dan Perikanan RI lantaran sukses memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan sentra budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Sistem ini mampu meminimalisir limbah,” paparnya.

Ketua kelompok budidaya ikan lele bioflok Mina Kembang A.A Ketut Narasoma menjelaskan, program budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Sedikitnya terdapat delapan kolam dengan fasilitas lengkap dengan daya tampung mencapai 3.500 bibit dalam satu kolam.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya budidaya ikan lele,” ujarnya. (humas Pemkab Jembrana/adv)



NEGARA- Kelompok Mina Kembang Kelurahan Pendem, Jembrana sukses melaksanakan panen perdana ternak lele menggunakan sistem bioflok.

Panen perdana ini merupakan hasil dari penebaran benih ikan lele sebanyak 28.000 ekor sekitar dua bulan lalu.

Kini sentra budidaya ikan lele yang diterapkan Kelompok Mina Kembang dengan metode bioflok telah memasuki masa panen.

Panen perdana ikan lele ini dipimpin langsung oleh Bupati Jembrana, I Putu Artha bersama pendamping bantuan bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Khairul Anwar,

Direktur Produksi dan Usaha Budidaya Republik Indonesia Arik Hari Wibowo, Komisi IV DPR RI I Made Urip dan Sekda Kabupaten Jembrana I Made Sudiada di kelompok budidaya ikan lele Mina Kembang, Kelurahan Pendem, Kamis (1/10).

Panen Lele ini juga disaksikan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Pemilik Budidaya Ikan lele di Jembrana.

Baca Juga:  Bupati Artha Lantik Penjabat Sekkab Jembrana

Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, budidaya lele melalui sistem bioflok, ini merupakan jawaban atas tantangan kemajuan saat ini.

Dengan sistem ini memberikan kemudahan lantaran tidak menghasilkan limbah dalam prosesnya.

“Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini merupakan percontohan dan sudah diapresiasi oleh Kementerian. Keberhasilan ini mampu menjawab kebutuhan pasar di tengah pesatnya kemajuan zaman saat ini,” kata Artha

Bupati sampaikan terima kasih kepada Kementerian Kelautan yaitu dalam membantu kelompok-kelompok yang ada di Jembrana ini untuk mengembangkan budidaya lele seperti sekarang ini. 

 “Hari ini sangat luar biasa dalam situasi pandemi ini mereka yang bekerja di perhotelan banyak yang di PHK, jadi dengan adanya pekerjaan seperti itu mereka pulang kampung dia membentuk suatu kelompok dan buat seperti budidaya seperti ini kelompok Jadi sangat luar biasa berinisiatif melaksanakan program bioflok seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Gaji Nunggak Rp 374 Juta, SPSI Janji Bawa Kasus Perusda ke Pengadilan

Direktur Produksi dan Usaha Budidaya Republik Indonesia Arik Hari Wibowo mengapresiasi suksesnya budidaya sistem bioflok di kelompok mina Kembang ini.

“Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bersama terutama Kementerian Kelautan dan Perikanan RI lantaran sukses memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan sentra budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Sistem ini mampu meminimalisir limbah,” paparnya.

Ketua kelompok budidaya ikan lele bioflok Mina Kembang A.A Ketut Narasoma menjelaskan, program budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Sedikitnya terdapat delapan kolam dengan fasilitas lengkap dengan daya tampung mencapai 3.500 bibit dalam satu kolam.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya budidaya ikan lele,” ujarnya. (humas Pemkab Jembrana/adv)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/