alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Proyek ITDC Harus Sesuai RTRW, Pelaku Wisata Buleleng Siap Dukung

RadarBali.com – Rencana pembangunan proyek kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Bali Utara (Buleleng) ternyata belum diketahui pemerintah setempat.

Dinas Pariwisata Buleleng bahkan mengaku belum mendapat informasi hingga saat ini terkait proyek yang diperkirakan menelan anggaran Rp 2 triliun itu.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan, apapun bentuk proyek yang akan dikembangkan pihak ITDC di Bali Utara untuk menunjang peningkatan geliat pariwisata, harus sesuai dengan road map yang sudah disusun.

Persyaratan yang harus dipenuhi dengan menyesuaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yakni pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Apalagi Bali Utara memang akan diproyeksikan ke arah pengembangan. Tapi kalau rencana itu benar, kami pasti mendukung penuh,” ujar Nyoman Sutrisna.

Baca Juga:  Kontak dengan Istri eks Pejabat Terpapar Covid-19, 23 Guru Rapid Test

KSPN di Buleleng terdapat empat titik. Pertama Bedugul – Pancasari kerjasama dengan Pemkab Tabanan. Kedua, Bali Utara hingga Air Sanih. Ketiga kawasan Pemuteran dan Menjangan.

Keempat, Taman Nasional Bali Barat (TNBB) hasil kerja sama dengan Pemkab Jembrana. “Kalau sesuai itu, akan sangat bagus sekali,” terang Nyoman Sutrisna.

Dengan adanya pengembangan tersebut, tentu kata dia, akan mengakibatkan peningkatan kunjungan yang sangat signifikan untuk Buleleng terutama dari sektor pariwisata.

Bahkan, perputaran perekonomian di kawasan tersebut juga akan menggeliat. “Jadi, berbagai sektor usaha hidup. Sarana dan prasarana juga akan meningkat. Tapi, jangan sampai tata kelolanya semrawut,” cetusnya.

Pelaku pariwisata di Pemuteran Kecamatan Gerokgak, Agung Prana mengungkapkan hal yang sama.

Baca Juga:  Pasien Tanpa Gejala Meroket, Buleleng Siapkan Opsi Isolasi Terpusat

Dengan pembangunan proyek yang rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 200 hektar ini, bukan menjadi ancaman bagi pelaku pariwisata kecil.

“Yang jelas kami tidak merasa tersaingi. Kami mendukung proyek itu,” pungkasnya.



RadarBali.com – Rencana pembangunan proyek kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Bali Utara (Buleleng) ternyata belum diketahui pemerintah setempat.

Dinas Pariwisata Buleleng bahkan mengaku belum mendapat informasi hingga saat ini terkait proyek yang diperkirakan menelan anggaran Rp 2 triliun itu.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan, apapun bentuk proyek yang akan dikembangkan pihak ITDC di Bali Utara untuk menunjang peningkatan geliat pariwisata, harus sesuai dengan road map yang sudah disusun.

Persyaratan yang harus dipenuhi dengan menyesuaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yakni pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Apalagi Bali Utara memang akan diproyeksikan ke arah pengembangan. Tapi kalau rencana itu benar, kami pasti mendukung penuh,” ujar Nyoman Sutrisna.

Baca Juga:  Kontak dengan Istri eks Pejabat Terpapar Covid-19, 23 Guru Rapid Test

KSPN di Buleleng terdapat empat titik. Pertama Bedugul – Pancasari kerjasama dengan Pemkab Tabanan. Kedua, Bali Utara hingga Air Sanih. Ketiga kawasan Pemuteran dan Menjangan.

Keempat, Taman Nasional Bali Barat (TNBB) hasil kerja sama dengan Pemkab Jembrana. “Kalau sesuai itu, akan sangat bagus sekali,” terang Nyoman Sutrisna.

Dengan adanya pengembangan tersebut, tentu kata dia, akan mengakibatkan peningkatan kunjungan yang sangat signifikan untuk Buleleng terutama dari sektor pariwisata.

Bahkan, perputaran perekonomian di kawasan tersebut juga akan menggeliat. “Jadi, berbagai sektor usaha hidup. Sarana dan prasarana juga akan meningkat. Tapi, jangan sampai tata kelolanya semrawut,” cetusnya.

Pelaku pariwisata di Pemuteran Kecamatan Gerokgak, Agung Prana mengungkapkan hal yang sama.

Baca Juga:  Kematian Akibat Covid Bertambah, Buleleng Kembali Masuk Zona Merah

Dengan pembangunan proyek yang rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 200 hektar ini, bukan menjadi ancaman bagi pelaku pariwisata kecil.

“Yang jelas kami tidak merasa tersaingi. Kami mendukung proyek itu,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/