alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Sarankan Pasien Antre di Mobil, RSUD Wangaya Dikomplain Warga

DENPASAR – Pelayanan  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya di Jalan Kartini No.133 Denpasar dikeluhkan warga. 

Rumah sakit tipe B milik Pemerintah Kota Denpasar ini dikomplain masyarakat karena tak mampu melayani masyarakat yang ingin berobat ke RS.

Salah satunya, komplain datang dari warga Denpasar Utara, Ihsan Tantowi. Ihsan yang saat itu mengantar mertuanya yang sakit muntah-muntah mengkomplain petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wangaya.

Protes Ihsan itu, menyusul dengan pernyataan mengejutkan salah satu petugas IGD yang mengatakan fasilitas RS sedang penuh.

Kata Ihsan, dari informasi yang disampaikan petugas, pihak RS sedang kekurangan bed dan kursi roda.

Alasan petugas, bed dan kursi roda di IGD  habis karena pasien sangat banyak.

Baca Juga:  Lalu Lintas Krodit, Tanpa Pengawasan, Truk dan Bus Lolos

Lebih mengejutkan lagi, imbuh Ihsan, jika pasien ingin tetap berobat, petugas menyarankan dirinya dan mertuanya yang sakitmenunggu di mobil.

“ Saya heran sekelas RSUD Wangaya, rumah sakit pemerintah kok  fasilitasnya kurang. Kekurangan   bed dan  kursi roda. Ya mereka tidak menolak pasien sih, tapi ya aneh saja. Sepertinya tidak  ada wabah seperti deman berdarah yang biasanya jadi epidemi membuat penuh,” herannya.

 Mendengar keluhan dari Ihsan, sepertinya pihak RS Wangaya seolah-olah “menolak”  secara halus. Meski, tak disebutkan secara gamblang. Ihsan tak menampik, kondisi di IGD memang suasannya ramai. Tak ada bed yang kosong, semua terisi pasien.

“ Saya sebagai warga Denpasar ya berharap kapasitas IGD atau UGD dan jumlah bed  pasien ditambah. Apalagi musim hujan dan belum banyak pasien demam berdarah yang bahasanya jadi epidemi,” mintanya.

Baca Juga:  Asyik…PNS Pemkot Denpasar Diganjar Baju Dinas Baru, Segini Anggarannya

Atas saran petugas, Ihsan pun tidak memiliki pilihan lain, karena mengkhawatirkan kondisi mertuanya, dia mencari rumah sakit swasta terdekat.

“ Awalnya mau saya bawa ke RSUP Sanglah Denpasar, tapi jauh dari rumah. Ya jadinya, sekarang bawa ke rumah sakit swasta,” ujarnya.



DENPASAR – Pelayanan  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya di Jalan Kartini No.133 Denpasar dikeluhkan warga. 

Rumah sakit tipe B milik Pemerintah Kota Denpasar ini dikomplain masyarakat karena tak mampu melayani masyarakat yang ingin berobat ke RS.

Salah satunya, komplain datang dari warga Denpasar Utara, Ihsan Tantowi. Ihsan yang saat itu mengantar mertuanya yang sakit muntah-muntah mengkomplain petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wangaya.

Protes Ihsan itu, menyusul dengan pernyataan mengejutkan salah satu petugas IGD yang mengatakan fasilitas RS sedang penuh.

Kata Ihsan, dari informasi yang disampaikan petugas, pihak RS sedang kekurangan bed dan kursi roda.

Alasan petugas, bed dan kursi roda di IGD  habis karena pasien sangat banyak.

Baca Juga:  Asyik…PNS Pemkot Denpasar Diganjar Baju Dinas Baru, Segini Anggarannya

Lebih mengejutkan lagi, imbuh Ihsan, jika pasien ingin tetap berobat, petugas menyarankan dirinya dan mertuanya yang sakitmenunggu di mobil.

“ Saya heran sekelas RSUD Wangaya, rumah sakit pemerintah kok  fasilitasnya kurang. Kekurangan   bed dan  kursi roda. Ya mereka tidak menolak pasien sih, tapi ya aneh saja. Sepertinya tidak  ada wabah seperti deman berdarah yang biasanya jadi epidemi membuat penuh,” herannya.

 Mendengar keluhan dari Ihsan, sepertinya pihak RS Wangaya seolah-olah “menolak”  secara halus. Meski, tak disebutkan secara gamblang. Ihsan tak menampik, kondisi di IGD memang suasannya ramai. Tak ada bed yang kosong, semua terisi pasien.

“ Saya sebagai warga Denpasar ya berharap kapasitas IGD atau UGD dan jumlah bed  pasien ditambah. Apalagi musim hujan dan belum banyak pasien demam berdarah yang bahasanya jadi epidemi,” mintanya.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Bandel, Kubu CPNS Lila Arsana Protes Keras

Atas saran petugas, Ihsan pun tidak memiliki pilihan lain, karena mengkhawatirkan kondisi mertuanya, dia mencari rumah sakit swasta terdekat.

“ Awalnya mau saya bawa ke RSUP Sanglah Denpasar, tapi jauh dari rumah. Ya jadinya, sekarang bawa ke rumah sakit swasta,” ujarnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/