alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Mimih Dewa Ratu…Tukad Panti Meluap, 2.250 Ekor Ayam Hanyut Hidup-hidup

AMLAPURA – Terjangan lahar hujan kembali terjadi di Tukad Panti, Desa Duda, Karangasem. Banjir kali ini mengakibatkan beberapa warga di bantaran sungai tersebut waswas.

Bahkan, di Dusun Pegubungan, Duda. kandang ayam diterjang banjir dan ribuan ekor ayam hanyut mengambang. 

Menurut pemilik ayam, Made Sudarma, 50, ada sebanyak 2.250 ekor ayam miliknya mati karena terjangan banjir tersebut.

Sebenarnya saat banjir lahar pertama kali pihaknya sudah waswas. Namun karena sudah terbuat tanggul setinggi 1,5 meter dia merasa lebih nyaman.

Sebelumnya dua kandang yang ada di sebelah utara sudah di kosongkan. Saat itu isinya sekitar 7.000 ekor.

Ayam tersebut diakui sudah dijual atau di penen. Sementara saat ini kandang ada di sebelah selatan dengan isi 4.500 ekor.

Baca Juga:  Tolong, Bayi Tanpa Tempurung Kepala Menanti Uluran Tangan

Banjir kali ini menenggelamkan setengah dari ayam miliknya tersebut. Kandang terletak di alur Tukad Panti tepatnya di selatan Geria Ayah Omba, Pegubungan.

Menurut Sudarma, ayam yang hanyut kali ini berusia 18 hari. “Kalau sudah panen bis mencapai 25 ribu per ekor,” ujarnya.

Selain ayam, pakan ternak sebanyak 30 sak juga hanyut dibawa banjir. Banjir ini terjadi sekitar pukul 05.30 wita pagi kemarin.

Dengan kondisi seperti ini, pihaknya mengaku belum menghitung berapa kerugian yang dia tanggung. Yang jelas ayam yang tersisa 2.250 ekor akan dijual kalau usia sudah cukup.

Dirinya berharap pemerintah melalui Dinas Peternakan bisa membantu.  “Ya, dengan kondisi seperti ini mana bisa saya cicil hutang,” ujarnya dengan mimik sedih. 

Baca Juga:  Harga Telur Anjlok, Peternak Ayam Petelur Karangasem Rugi Dua Kali


AMLAPURA – Terjangan lahar hujan kembali terjadi di Tukad Panti, Desa Duda, Karangasem. Banjir kali ini mengakibatkan beberapa warga di bantaran sungai tersebut waswas.

Bahkan, di Dusun Pegubungan, Duda. kandang ayam diterjang banjir dan ribuan ekor ayam hanyut mengambang. 

Menurut pemilik ayam, Made Sudarma, 50, ada sebanyak 2.250 ekor ayam miliknya mati karena terjangan banjir tersebut.

Sebenarnya saat banjir lahar pertama kali pihaknya sudah waswas. Namun karena sudah terbuat tanggul setinggi 1,5 meter dia merasa lebih nyaman.

Sebelumnya dua kandang yang ada di sebelah utara sudah di kosongkan. Saat itu isinya sekitar 7.000 ekor.

Ayam tersebut diakui sudah dijual atau di penen. Sementara saat ini kandang ada di sebelah selatan dengan isi 4.500 ekor.

Baca Juga:  Tempat Yoga Rata Tanah, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

Banjir kali ini menenggelamkan setengah dari ayam miliknya tersebut. Kandang terletak di alur Tukad Panti tepatnya di selatan Geria Ayah Omba, Pegubungan.

Menurut Sudarma, ayam yang hanyut kali ini berusia 18 hari. “Kalau sudah panen bis mencapai 25 ribu per ekor,” ujarnya.

Selain ayam, pakan ternak sebanyak 30 sak juga hanyut dibawa banjir. Banjir ini terjadi sekitar pukul 05.30 wita pagi kemarin.

Dengan kondisi seperti ini, pihaknya mengaku belum menghitung berapa kerugian yang dia tanggung. Yang jelas ayam yang tersisa 2.250 ekor akan dijual kalau usia sudah cukup.

Dirinya berharap pemerintah melalui Dinas Peternakan bisa membantu.  “Ya, dengan kondisi seperti ini mana bisa saya cicil hutang,” ujarnya dengan mimik sedih. 

Baca Juga:  Rugi Miliaran Per Hari, Peternak Ayam Broiler Bali Mesadu ke Disnak

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/