alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Pagerwesi, Tempat Sembahyang di Pura Ulun Danu Batur Diatur Jarak

KINTAMANI — Saat sembahyang Hari Raya Pagerwesi pada Rabu ini (3/2), Pura Ulun Danu Batur menerapkan pengaturan jarak bagi pemedek (umat) yang hendak sembahyang. Ada garis warna putih tempat pemedek sembahyang. Jarak garis putih satu dengan lainnya ini sekitar satu meter lebih.

Untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai protokol kesehatan (prokes), Anggota Kodim Bangli melaksanakan pengecekan sarana prokes pada Selasa (2/2). 

Sejumlah sarana prokes sudah disiapkan. Mulai tempat cuci tangan dan sabun sudah disediakan di pintu masuk dan sejumlah titik. Juga disediakan disinfektan. 

Termasuk ada pengaturan tempat sembahyang dengan diberikan garis putih untuk tempat duduk. Garis putih tempat duduk tersebut berjarak lebih dari satu meter satu dengan lainnya. 

Baca Juga:  Provinsi Bali tetap Berada Di Level 2

Dandim Bangli, Letkol Inf. I Gde Putu Suwardana, menegaskan untuk menekan laju perkembangan Covid 19 diwilayah Bangli perlu kerja bersama. 

“Kegiatan akan mendapat pengamanan dari pecalang dan TNI/Polri agar kegiatan berjalan lancar sesuai prokes,” jelasnya.

Pihaknya memperkirakan, saat Pagerwesi yang jatuh Rabu ini berpotensi menimbulkan kerumanan. 

“Untuk itu agar tetap dipantau oleh Satgas Desa agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” pintanya.

Pihaknya juga sudah memerintahkan para Danramil jajaran untuk membantu Satgas dalam kegiatan tersebut. “Untuk menghindari munculnya kluster baru di wilayah,” pungkas Dandim.

Di bagian lain, Kapolres Bangli, AKBP Gusti Agung Dhana Aryawan, road show ke sejumlah desa di Kabupaten Bangli. 

Baca Juga:  Hilang di Perairan Sapeken, 7 ABK KM Baruna Jaya Ditemukan Selamat

“Tujuan kegiatan kali ini merupakan upaya kami dalam memantau situasi wilayah serta memberikan edukasi kepada Pemerintah Desa untuk mengaktifkan kembali Satgas Gotong Royong dengan bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” ujarnya, kemarin.

Kata dia, Satgas ini bisa melakukan kegiatan pengawasan dan pemantauan terhadap kegiatan warga yang akan menimbulkan kerumunan. 

“Guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayahnya,” jelasnya.

Bagi yang tidak mematuhi atau melanggar prokes, akan ditindakan tegas. 

“Sesuai dengan Perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.



KINTAMANI — Saat sembahyang Hari Raya Pagerwesi pada Rabu ini (3/2), Pura Ulun Danu Batur menerapkan pengaturan jarak bagi pemedek (umat) yang hendak sembahyang. Ada garis warna putih tempat pemedek sembahyang. Jarak garis putih satu dengan lainnya ini sekitar satu meter lebih.

Untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai protokol kesehatan (prokes), Anggota Kodim Bangli melaksanakan pengecekan sarana prokes pada Selasa (2/2). 

Sejumlah sarana prokes sudah disiapkan. Mulai tempat cuci tangan dan sabun sudah disediakan di pintu masuk dan sejumlah titik. Juga disediakan disinfektan. 

Termasuk ada pengaturan tempat sembahyang dengan diberikan garis putih untuk tempat duduk. Garis putih tempat duduk tersebut berjarak lebih dari satu meter satu dengan lainnya. 

Baca Juga:  Waspada! Kasus Positif Covid-19 di Bali Mendekati Angka 10 Ribu

Dandim Bangli, Letkol Inf. I Gde Putu Suwardana, menegaskan untuk menekan laju perkembangan Covid 19 diwilayah Bangli perlu kerja bersama. 

“Kegiatan akan mendapat pengamanan dari pecalang dan TNI/Polri agar kegiatan berjalan lancar sesuai prokes,” jelasnya.

Pihaknya memperkirakan, saat Pagerwesi yang jatuh Rabu ini berpotensi menimbulkan kerumanan. 

“Untuk itu agar tetap dipantau oleh Satgas Desa agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” pintanya.

Pihaknya juga sudah memerintahkan para Danramil jajaran untuk membantu Satgas dalam kegiatan tersebut. “Untuk menghindari munculnya kluster baru di wilayah,” pungkas Dandim.

Di bagian lain, Kapolres Bangli, AKBP Gusti Agung Dhana Aryawan, road show ke sejumlah desa di Kabupaten Bangli. 

Baca Juga:  Pasar Terbesar Di Klungkung Disemprot Disinfektan

“Tujuan kegiatan kali ini merupakan upaya kami dalam memantau situasi wilayah serta memberikan edukasi kepada Pemerintah Desa untuk mengaktifkan kembali Satgas Gotong Royong dengan bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” ujarnya, kemarin.

Kata dia, Satgas ini bisa melakukan kegiatan pengawasan dan pemantauan terhadap kegiatan warga yang akan menimbulkan kerumunan. 

“Guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayahnya,” jelasnya.

Bagi yang tidak mematuhi atau melanggar prokes, akan ditindakan tegas. 

“Sesuai dengan Perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/